Ayah


Aku sering sekali mendengar lagu ini dinyanyikan oleh anak jalanan (pengamen). Di terminal Lebak Bulus, di pertigaan Depok II, di Slipi, dimana-mana kudengar lantunan lagu ini, seolah itu lagu kebangsaan. Namun mereka bukan sedang mengamen, hanya bernyanyi untuk diri sendiri sambil memetik gitar.

Saat itu, kebetulan aja aku sedang ada di dekat mereka. Mendengar mereka menyanyikan lagu itu, rasanya terenyuh. Mereka seperti menyanyikannya dari lubuk hati yang terdalam. Rindukah mereka pada sosok ayah? Atau aku saja yang menanggapinya berlebihan, padahal mereka hanya sekedar menyanyi karena mudah dimainkan?? Entahlah.

Yang jelas, lagu ini pun pernah dikumandangkan saat aku wisuda, dan sukses membuatku berkaca-kaca.

Ayah
oleh: Peterpan feat. Candil Seurieus

Dimana….akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku slalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi

Reff :
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..

Lihatlah… hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Denganmu aku bernyanyi

download Ayah

*ngga nemu video aslinya

Wisuda BSI


29 Mei 2011
Setelah kurang lebih 2 bulan berjibaku dengan TA, akhirnya aku berhasil lolos dalam sidang kelulusan dan yeeeiii.. ~WISUDA~ in Istora Senayan

Teringat masa-masa seru selama kuliah, guyon teman-teman, karakter beraneka ragam dosen-dosen, masa bimbingan dan minta tanda tangan (membuatku harus mondar mandir depok-pondok gede-cawang-cengkareng-tangerang-pondok aren) ppffhhh..
Syukurku yang teramat besar pada Alloh hingga akhirnya bisa melewati semua itu.
Dan satu hal yang sungguh patut disyukuri *walaupun aku sudah bisa menebaknya, haha* aku adalah lulusan terbaik sejurusan dan lulusan terbaik seangkatan.

Subhanalloh. Senangnya bisa membuat ibuku merasa bangga. IP ku?? Jangan tanya, malu ah kalau dibeberkan disini *takut dibilang pamer :P*
Hadiahnya? Untuk lulusan terbaik sejurusan, aku mendapat beasiswa melanjutkan S1 di Nusa Mandiri. Untuk lulusan terbaik seangkatan, aku mendapatkan sebuah notebook. ^-^

Tapi satu hal yang membuatku sangat-sangat kecewa sama BSI, sampai saat ini belum ada kabar yang signifikan tentang pemberian notebook itu. Berkali-kali aku telpon ke dewi sartika untuk meminta penjelasan, tapi tetap tak ada kepastian. Untuk beasiswa pun belum aku ambil karena terlalu jauh *kampus hanya ada di kramat, senen* sedang aku juga kerja. Hhfftt.. Seakan percuma aku jadi lulusan terbaik. Tapi harus tetap semangat. \^o^/