Start at the end


– 7 September 2013 –
Sebuah awal sekaligus sebuah akhir.

Awal karena di tanggal yang sama, 24 tahun yang lalu, aku dilahirkan.
Akhir karena hari ini pertemuan terakhir di pelatihan brevet pajak.

***

Yup.
Hari ini pertemuan terakhir brevet. Pertemuan yang dipenuhi oleh ujian. Guyonan salah satu temanku, “save the beast for last” benar-benar menjadi kenyataan. Ujian terakhir adalah ujian terburuk dan terberat. Membuat kita sekelas kompak mabok. y49Dan akhirnya, rencana foto-foto terakhir kita gagal. Huft.042413_0651_YangbaikYay6.png

Hari ini pertemuan terakhir brevet. Setelah lebih dari enam bulan bersama, baru di akhir-akhir bulanlah aku bisa mengenal semua teman sekelasku. Ah, belum semua, masih ada beberapa yang bahkan wajahnya pun aku tak tahu. Dan baru di akhir pertemuan inilah kita mulai akrab. Hal yang cukup sangat aku sesalkan. emo26

Hari ini pertemuan terakhir brevet. Dimana diawal pertemuan pun aku menuliskan sebuah introduction-nya disini. Post yang kubuat untuk mengingatkan kalau di hari pertama, aku begitu bersemangat. Dan ternyataa…hari berikutnya aku semakin bersemangat. Kupikir, lama tak melakukan rutinitas di kelas membuatku malas, namun ternyata aku masih seperti dulu. Aku masih suka belajar, aku masih exited mencari ilmu. Sungguh hal yang patut kusyukuri. 071013_0915_diawalRamad5.png

***

Jadi, ini benar-benar adalah sebuah akhir. Akhir dari pertemuan rutinku bersama teman-teman brevet.

Tapi ini juga sebuah awal,
– awal kami (aku dan teman brevet lain) saling mengenal
– awal kami mengikrarkan diri untuk tetap saling menjaga silaturahim
– awal aku menerapkan semua ilmu pajak yang mampu kupahami
– pun awal dari usiaku yang 24. Selangkah lagi menuju seperempat abad.

Pesan seorang kawanku, nikmatilah 24 selagi sempat. Yeah, akan kucoba untuk nikmati. Menghirup nafas pertama di usia yang baru kujalani.

Dan di sebuah akhir, aku kemudian meng-awal-i….
– 7 September 2013 –

Untuk Sahabat


Teruntuk sahabatku Ruri Febriyanti di Bengkulu yang berulang tahun tanggal 19 Februari kemarin,

Maafkan sahabatmu yang payah ini ya, yang saking kebangetan lupanya, sampai-sampai harus ditelpon dulu baru inget. :mrgreen:

Lagu ini khusus buat kamu. :*

Semoga makin banyak beribadah karena jatah umur makin mendekati habis, hihihi… 😛

Lagu ini juga kupersembahkan untuk owner blog ini yang belum lama ditinggal pergi. Aih, sedih banget kayaknya ya, 😛

Ralat, bukan ditinggal pergi tapi ditinggalkan karena meninggalkan pergi. 😆 pusing ngga tuh bacanya.

So, biarkan saja dia pergi. 😉

Untuk Sahabat

biarkan saja kekasihmu pergi
teruskan saja mimpi yang kau tunda
kita temukan tempat yang layak
sahabatku

kupercaya kan langkah bersamamu
tak kuragukan berbagi denganmu
kita temukan tempat yang layak
sahabatku

kita mencari jati diri
teman lautan mimpi

Reff:
aku bernyanyi untuk sahabat
aku berbagi untuk sahabat
kita bisa jika bersama
kita berbagi untuk sahabat
kita bernyanyi untuk sahabat
kita bisa jika bersama

tiba waktunya
kita untuk berbagi
untuk saling memberi

download untuk sahabat

“Selamat Ulang Tahun…!!!”


Aku sedang serius mengerjakan tugasku saat dia datang menghampiriku.
“Selamat Ulang Tahun…!!!”
Sebuah kardus kecil tiba-tiba muncul dihadapanku. Satu detik, dua detik, aku terbengong-bengong.

“Siapa yang ulang tahun??” tanyaku sambil membolak-balik kardus itu.
Sebuah mini cake warna pink. Ini kue beneran apa mainan sih? pikirku.

“Lho, September kan sekarang?”

“Hahahaha… Thank you,” ngakak aku mendengarnya. Ulang tahunku kan masih dua hari lagi.

Aku membuka kardus itu dan mencium aromanya. Kue beneran rupanya. Sayangnya aku tidak bisa langsung memakannya. Aku masih puasa.

Entah salah tanggal atau dia memang sengaja, tapi makasih yaa. Baik sekali… 🙂

Rabu, 5 September 2012