Imaji Terindah


Ada yang kenal Keluarga Hanafiah??? Penggemar Sitta Karina pasti tau. ^-^

Siapa itu Sitta Karina? Bisa diliat profilnya disini. Aku mulai mengenalnya *novelnya* sejak SMA, sejak aku mulai menyukai membaca novel sejenis Dealova. Tentu saja hasil minjam. Haha.. Yaah.. seperti yang sudah kubilang di postingan ini, aku tuh kalau beli novel pilih-pilih. J

Tapi gegara baca Lukisan Hujan-nya Sitta Karina, aku melanggar aturanku sendiri. Aku langsung jatuh cinta sama chemistry Diaz dan Sisy. Ngga puas dengan hanya membaca novel pinjaman, aku langsung hunting buku itu di toko buku, plus buku keduanya. Daaaann.. buku itu udah aku baca berulang-ulang kali tanpa bosen, terutama Lukisan Hujan. Mungkin karena aku mendambakan sosok kakak cowo kali yaaa..

Novel seri “Keluarga Hanafiah” sebenarnya banyak, tapi aku cuma punya kisah Diaz dan Sisy. Yang ini niih…

Terus pernah baca juga yang Pesan dari Bintang, pinjem dari temenku. Tapi yang paling banget aku minat untuk beli itu Imaji Terindah yang sempat aku baca habis selama 2/3 jam *lupa*, hasil baca di rental buku pas jeda waktu kuliah. 😀

Begini penampakannya..

Dan buku inilah yang masuk dalam kategori “Wanted” kali ini, soalnya udah nyari di seluruh toko buku tapi ngga ada *lebay*.

Belum nyoba online siih.. kemaren-kemaren ngga kepikiran, pas bikin posting ini baru kepikiran, hehe..

Kalau ada yang nemu, bilang-bilang aku yaa..kalau mau beliin juga boleh 😛

 

*gambar nyolong dari kutukutubuku.com

Novel-Novel itu…


Hari ini rencananya aku mau survei tempat di FE UI. Padahal udah nyulik temen tuh buat nemenin. Tapi dia bisanya sore, soalnya gawe dulu. Tapi apa mau dikata, baru sampai terminal ternyata hujan deras. Jadilah aku neduh di Detos. Emang rencana mau kesitu juga sih, hehe.. 😛

Udah didalem, langsung meluncur ke tempat favorit, TM Bookstore. Dan emang jantung hatiku tuh di Toko Buku, udah disana, males lagi mau keluar. Batallah rencana ke UI itu dan akhirnya cuma nanya-nanya temenku yang anak UI biar tau gambaran tempatnya.

Awalnya, aku sama sekali ngga berniat beli buku. List “unread book”ku masih banyak. Tapi tergoda juga gara-gara ngeliat temenku yang nafsu beli-beli novel. Yang ini bagus, yang itu bagus, saking bingungnya sampe nyuruh aku aja yang beli. Nyaris tadi aku kesurupan kalau aja ngga inget unread book dan budget yang menipis. Akhirnya dengan berat hati dan pertimbangan yang matang, cuma ini yang aku beli (ini juga udah hampir 100.000):

Buku pertama aku beli karena sebelumnya aku pernah beli dengan judul yang sama. Aku juga baru tahu kalau ada episode II-nya, mungkin baru terbit. Walaupun ngga terlalu greget, tapi sayang aja kalau seri bukunya ngga komplit. Buku yang kedua aku beli dengan tujuan supaya bisa memotivasi aku. Katanya sih ini kisah nyata dari si penulisnya dan berencana akan difilmkan. Mudah-mudahan nanti aku sempat mereview kedua bukunya.

Entah kenapa aku memang enggan membeli novel menye-menye yang cinta-cintaan walaupun aku sangat suka membacanya. Prinsipku, semua itu harus dipertanggung-jawabkan. Jadi, ngeri aja kalau aku buang-buang duit demi membeli sesuatu yang ngga mendekatkan aku pada Robb-ku. Ntar didalam kubur ditanyain lagi. Hiiiyy.. Makanya, aku lebih memilih novel-novel islami dan yang semacamnya. Untuk yang ngga ada unsur religinya, aku minjem buku orang lain aja, hehehe… 😎

Sebenarnya begitu juga prinsip aku dalam menulis. Sebisa mungkin aku usahakan setiap tulisanku bisa memberi manfaat walau sedikit. Tapi masih dalam tahap belajar nih, termasuk cerpen yang diikut sertakan dalam lomba. Perlahan, aku akan coba memperbaiki kualitas cerpenku. Ngga asal jadi, tapi sarat dengan pesan moral. J

Back to story, salah satu kelebihan yang aku suka dari TM selain harganya yang discount adalah pelayanan sampul gratis untuk buku-buku dengan nominal diatas 25.000. Jadi aku ngga perlu cape-cape nyampulin di rumah dech. 😀

Temenku sendiri beli tiga novel, dua dari penerbit gagas media, satu lagi dari plot point. Dalam perjalanan pulang, aku ngubek-ngubek sebentar novel-novel yang dibeli oleh temenku itu. Mencoba mempelajarinya. Kali-kali aja aku dapat ilham ide cerita untuk ikut lomba menulis novel. 😛 Dan tahukah? Ternyata umur penulisnya di bawah aku, huhuhu.. L malu euy. Mereka aja bisa, kenapa aku engga, ya ngga??? 😀

Novel-novel yang kami (aku dan temenku) beli itu menggugah hatiku. Aku jadi semakin termotivasi untuk bisa jadi penulis ‘beneran’. Novel temenku itu walaupun fiksi dan temanya lagi-lagi cinta, tapi dibuat oleh cewe yang lebih muda dariku. Mereka sudah membuat prestasi sejak dini. Pertanyaannya? Lalu aku kapan?? Kalau pun aku tidak pandai membuat fiksi, setidaknya aku bisa menulis perjalanan hidupku, seperti novel yang aku beli. Tapi untuk jadi cerita yang “wah”, tentunya pengalamanku harus “wah” juga doonk?? Dan itu butuh lebih dari sekedar perjuangan. Semoga aku bisa ya, semoga kita bisa… ^-^

Semangaaat!!! Hamaasah!! \(^o^)/

Buku Kreasi


Aq paling senang ke toko buku. Walaupun terkadang tidak ada yang ingin dibeli, tapi melihatnya (buku2) saja aq sudah senang.

Hari Jum’at lalu aq ngga ngantor, meliburkan diri karena mau ngambil e-ktp. Mampirlah aq ke toko buku. Berhubung aq sedang mencari model baju batik untuk seragam kantor, aq terhenti pada rak kumpulan buku-buku kreasi. Fokusku pun menjadi terbagi.

Banyak buku dengan penampilan eyecatching yang menarik hatiku. Kreasi dari kardus bekas, flanel, kancing, rajut, dan banyak lagi, yang membuat mataku nyaris tak berkedip. Ibarat orang lagi pacaran yang katanya dunia milik berdua, saat itu aq pun merasakan hal yang sama, duniaku menghilang, sekeliling aq blur, hanya ada aq dan buku-buku itu.

 

Lembar demi lembar kubaca, aq makin excited dan ingin mencoba semuanya. Aq langsung mengkhayal sekaligus merencanakan, kalau aq udah nikah dan ngga kerja, aq mau praktekin semua kreasi lucu di buku-buku ini. Sebenarnya maunya sih dari sekarang, tapi tak bisa aq membagi waktu, bahan di rumah aja menumpuk terbengkalai. -__-”

Cita-citaku memang menjadi ibu rumah tangga serba bisa. Aq kurang suka dengan status wanita karier, menurutku, tempatnya seorang istri ya di rumah. Banyak hal yang bisa dilakukan di rumah. Menulis, menjahit, berkreasi ini itu, belajar masak, huwaaa… Jadi ngga sabar pengen cepet-cepet jadi istri. 😳