Tanda cinta untuk perokok


Introduction

Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh di hari ini, 31 Mei, aku ingin menerbitkan salah satu hutang postingku. Ini juga merupakan request special dari seorang teman yang ingin sekali berhenti merokok.

Sebenarnya isi postingan ini adalah tugas kelompok sekaligus UAS untuk mata kuliah Character Building saat kuliah dulu (akhir tahun 2010).

Tugas yang kukerjakan dengan sepenuh hati dan penuh dedikasi. Totalitas yang membuatku cukup puas.

Dilatar belakangi oleh kebencianku yang sangat pada rokok dan rasa sayangku yang sangat pula pada para perokok.

Aku ingin berbagi, bukan hanya mencaci. Aku ingin memberi solusi, tapi tak ada lagi yang bisa kulakukan selain ini.

Postingan ini adalah tanda cinta dariku, khusus kupersembahkan untuk kamu-kamu yang merokok, kamu-kamu yang punya keluarga perokok, kamu-kamu yang prihatin dengan mewabahnya budaya merokok.

***

Fakta tentang rokok

  • 85% asap rokok dihirup oleh perokok pasif dan hanya 15% yang dihirup oleh perokoknya.
  • Menurut WHO, badan kesehatan PBB, sekitar 700 juta anak, atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia terpaksa menghirup udara yang tercemari asap rokok. Sebanyak 5,4 juta orang meninggal akibat rokok di seluruh dunia. Untuk kawasan Asia Tenggara, sebanyak 124 juta orang dewasa yang merokok. Sekitar 46% berada di Indonesia.
  • Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia dengan jumlah rokok yang dikonsumsi (dibakar) pada tahun 2002 sebanyak 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah Republik Rakyat China (1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar), Rusia (375.000 milyar) dan Jepang (299.085 milyar)
  • Sekitar 28,3% perokok adalah tergolong dalam sosial ekonomi rendah, dimana mereka membelanjakan rata-rata 15%-16% dari pendapatan dalam sebulan untuk membeli rokok

Aku lupa darimana aku mendapat data-data tentang fakta diatas. Yang jelas, fakta itu membuatku meringis miris.

Bagaimana tidak miris kalau tahu negeri tempat kelahiranku berprestasi di dunia dalam hal konsumsi rokok? Ibarat seseorang yang memenangi perlombaan meminum baygon sebanyak-banyaknya. Apakah keluarganya bangga??? Tidak. Bahkan orang-orang mungkin justru akan menertawakan kebodohannya. Sama seperti Indonesia. Siapa yang tahu kalau nun jauh disana, si produsen rokok itu menertawakan kebodohan bangsa kita? Karena bangsa Yahudi yang merupakan produsen rokok pun melarang keras kaumnya untuk mengkonsumsi rokok, karena mereka yang cerdas mengerti benar bahwa rokok itu bisa membuat manusia bodoh. Well, kalau begitu jelaslah alasan kenapa kebanyakan masyarakat Indonesia ini “bodoh”.

Lalu, bagaimana aku tidak miris saat tahu kenyataan bahwa para konsumer rokok itu ternyata justru kebanyakan dari kaum marginal? Karyawan level menengah ke bawah, security, sopir, kondektur, pengamen, anak jalanan, pemulung, bahkan pengemis. Mereka yang notabene hidup dalam ekonomi yang cukup, pas-pasan, bahkan kekurangan, justru menyia-nyiakan uang hasil keringat mereka dengan membeli rokok. Lalu kapan mereka akan maju, bagaimana mereka bisa hidup layak kalau yang dilakukan hanya menghamburkan uang untuk membeli racun yang justru merusak organ mereka, otak mereka, kejiwaan mereka. Duh Gusti, aku hanya bisa mengelus dada, prihatin membayangkannya, rasanya nyesek sekali. Sedih. (sumpah, dadaku sakit, sesak, saat menulis paragraf ini).

Dan lalu, belum puas para perokok itu menyakiti dirinya sendiri, ia pun sadar atau tidak telah merugikan orang lain dengan asap rokoknya. Berapa banyak umpatan dan grenengan yang terlontar dari orang-orang yang merasa haknya terenggut? Berapa banyak racun yang mereka masukkan secara paksa pada orang-orang yang tidak bersalah? Berapa banyak bayi dan anak-anak yang dijejali racun sejak dini? Sadarkah bahwa mereka telah merusak generasi penerus bangsa?

Tak perlu lah ya aku jabarkan disini kandungan apa yang ada didalam rokok serta bahayanya. Sudah begitu banyak artikel yang lebih lengkap dan lebih ilmiah membahas tentang itu. Aku yakin seyakin-yakinnya, mereka sebenarnya tahu dan sadar bahaya dan efek buruk yang ditimbulkannya.

Tapi entahlah, Aku pun sudah tidak tahu lagi harus bicara apa dan bagaimana agar para perokok itu mau sadar.

Lalu, Bagaimana aku tidak sedih?

Bagaimana aku tidak prihatin?

Bagaimana aku tidak geregetan?

Bahkan saking sedihnya, saking prihatinnya, saking geregetannya, aku sering berpikir:

Aku rela dech mengorbankan nyawaku demi tak ada lagi Rokok SIA*AN yang tersisa di dunia ini.

Tak apa bila aku harus menderita penyakit akibat terpapar asap rokok kemudian “pergi” asalkan semua perokok itu bisa sadar dan bertaubat, meninggalkan racun yang justru jadi tren dan kebanggaan tersendiri bagi yang mengkonsumsinya.

Padahal apalah bangganya membuat orang-orang merana?

Apa bangganya membuat orang lain kesal dan terganggu dengan asap yang ditimbulkannya?

Apa bangganya merusak tubuh sendiri?

Apa bangganya perlahan membunuhi orang-orang yang terkasih?

Ah, bahkan buatku, rasa sayangnya perokok itu palsu. Kalau dia benar-benar sayang pada dirinya, pada keluarganya, maka dia akan rela mengorbankan apapun demi kebaikan orang-orang tersayangnya, termasuk dengan berhenti merokok, sekalipun itu membuatnya sakit dan merasa tidak nyaman di saat-saat awal. Dari situ akan terlihat sebesar apa rasa sayangnya pada orang-orang tersayangnya.

Itu pulalah alasan mengapa syarat utama bagiku dalam memilih pasangan hidup adalah TIDAK MEROKOK.

Aku tidak mau menyerahkan sisa hidupku pada orang yang ngakunya sayang tapi malah membunuh diam-diam.

Aku tidak mau menyerahkan tanggung jawab pada orang yang ngakunya bisa diandalkan tapi lebih memilih memenangkan egonya.

Lebih baik aku nikah sama cowo cakep bertanggung jawab yang kaya dan sholeh daripada sama perokok 😛

***

Berdasarkan pengamatan dan wawancara dalam rangka tugasku dulu, dapat disimpulkan kalau kebiasaan merokok itu lekat sekali pengaruhnya dengan lingkungan.

Lingkunganlah faktor terbesar yang mempengaruhi pola pikir si perokok.

Dan rasa gengsi.

Sebagian para perokok itu bahkan merasa “keren” dengan merokok. Oh God, keren dilihat dari sebelah manaanyaaaa???!!!! Cowok terkeren di dunia pun kalau merokok, maka dia terlihat bodoh di mataku.

“Cowok yang ngga ngerokok itu bukan cowok, tapi banci!!”

Entah siapa yang pertama kali menggaungkan kalimat itu. Menurutku itu pernyataan bodoh yang sangat bodoh.

Rasanya aku ingin mengguyur orang yang berkata demikian dengan air es sambil berteriak,

“Heh, situ yang banci! Cowok perokok yang takut dibilang banci gara-gara ngga ngerokok, dialah yang sebenarnya banci. Cowo gentle ngga akan gentar walaupun dicap banci gara-gara ngga ngerokok. Cowo gentle akan berani tampil beda, ngga akan ikut-ikutan dalam hal bukan kebaikan. Akan teguh pendirian dan ngga mudah terpengaruh. Cowo gentle itu adalah cowo cerdas yang tahu dan bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak untuk kehidupannya!”

Atau ada lagi pembelaan lain dari para perokok demi membenarkan sikap mereka.

“Kalau ngga ada yang ngerokok, kasian pabrik rokok nanti pada tutup, banyak orang kehilangan penghasilan, devisa Negara juga bisa menurun”

“Halah, jangan sok sosialis lah. Ngapain mikir sampai sejauh itu. Yang deket aja dicuekin. Liat noh samping kiri kananmu, peduli ngga sama kesehatan mereka? Peduli ngga sama nasib “apes” mereka yang terpaksa terpapar asap sial darimu?! Lagipula memangnya rezeki ngga bisa dicari dengan jalan lain? Banyak jalan menuju Roma Bung! Alloh itu ada. Dia tidak akan menelantarkan hamba-Nya yang mau berusaha menjadi lebih baik. Dan lagi, apakah pendapatan yang menurutmu besar itu bisa mengimbangi kerugian yang terjadi akibat rokok itu sendiri? Pikirkan seberapa mahal biaya berobat orang-orang yang sakit karena rokok! Dan sakitnya bukan cuma di fisik, tapi di hati orang-orang terdekatnya.”

Ah, mau dilihat dari manapun, menurutku rokok itu tak ada bagus-bagusnya.

“Ngga ada cowok yang ngga ngerokok”

Siapa bilang???!!! Temen Yisc-ku ngga ngerokok, temen kampusku ada yang ngga ngerokok, temen kantorku juga ada. Hellowww… Masih banyak cowo-cowo gentle yang punya kesadaran dan tahan godaan. Dan di mataku, mereka justru jaaauuuhh lebih keren dan lebih sehat dari “si perokok penyakitan”.

***

(Tarik nafas panjang, menenangkan jantung yang berpacu kencang)

Okeh, seperti yang kubilang di awal, aku tidak ingin hanya menghakimi. Aku ingin berbagi solusi. Dan beberapa pilihan ini semoga bisa menjadi solusi,

…………..continue…………..

Rasulullah is My Doctor



Judul Buku: Rasulullah is My Doctor

Penulis : Jerry D. Gray

Penerbit : Sinergi Publishing

Dimensi : 20,8 cm x 14,8 cm

Halaman : 266

Tanggal beli : 24 November 2012

Harga : Rp. 54.600,-

Review :

Buku yang kujanjikan untuk direview ini hanya dibagi oleh tiga bagian. Tiga bagian yang menurutku sarat dengan informasi-informasi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Sangat berbobot sehingga membuatku kesulitan untuk mereviewnya (bingung memilih dan merangkai informasi di dalamnya). Jadi, kali ini aku akan coba mengulas gambaran besar babnya dan mengutip beberapa kalimat yang termuat di dalamnya plus sedikit opini dariku.

***

Bagian pertama, Kedokteran Nabi, dibagi dalam 4 bab:

Bab 1_Menyadari dan Mempercayai àsebelum membaca isinya, pembaca diajak untuk memiliki keyakinan yang total (ketauhidan) terhadap Sang Kholiq dan apa-apa yang Diturunkan-Nya. Penulis sangat percaya bahwa kekuatan pikiran dan kekuatan keyakinan sangat mempengaruhi hasil dari setiap pengobatan. Disini juga diceritakan mukjizat-mukjizat yang dialami oleh keluarga penulis sendiri, hasil dari kepercayaan dan keyakinan yang mereka terapkan dalam kehidupan mereka.

Bab 2_Doa: Obat yang dibutuhkan àdisini penulis menceritakan beberapa pengalamannya tentang menyembuhkan suatu penyakit dengan hanya menggunakan Doa. Doa memang mempunyai energi positif yang dapat mempertebal keimanan kita dan mendekatkan pertolongan Alloh. Disini juga diungkapkan manfaat dari ruqyah, tata cara, dan etika dalam penggunaannya.

Bab 3_Habbatussauda (Biji Jintan Hitam) àbab ini menjelaskan apa itu jintan hitam, dan fakta-fakta ilmiah tentang khasiatnya. Selain itu terdapat pula tips-tips penyembuhan untuk beberapa penyakit seperti: asma & masalah bronchitis, infeksi saluran pernafasan, rematik, batuk & infeksi tenggorokan, luka kulit, diabetes, diare, sakit telinga, penyakit mata, flu & nasal congestion, sakit kepala, keluhan jantung, tekanan darah tinggi, sinusitis, masalah seksual, sulit tidur, sakit gigi, dll.

Bab 4_Bekam àbekam atau hijama merupakan suatu cara untuk mengeluarkan darah yang kotor dari tubuh sehingga dapat meningkatkan peredaran darah. Beberapa manfaat bekam adalah dapat mengobati penyakit seperti: alergi, asma, kolesterol tinggi, sakit dada, sakit perut, diabetes, depresi, penyakit hati, tekanan darah tinggi, masalah persendian, ginjal, penyakit lever, sakit paru, sinusitis, stress, stroke, amandel, vertigo, dll.

Bagian kedua, Ramuan Alami dan Saran-Saran, dibagi dalam 2 bab:

Bab 1_Tajamkan Pandangan Anda “Secara Alami” àfakta membuktikan bahwa kacamata tidak menyembuhkan, bahkan dalam banyak kasus, kacamata justru merusak mata. Disini penulis memberikan solusi terhadap para penderita penyakit mata. Solusi yang bisa mengurangi dan bahkan menyembuhkan mata minus, plus, silinder, maupun katarak. Penulis memperkenalkan Natural Vision Eyewear dan Terapi Penglihatan. Terapi ini membantu menajamkan penglihatan dengan melatih otot mata setiap harinya. Dan penulis telah membuktikan sendiri keefektifan terapi ini.

Bab 2_Ramuan dari Pasar àterdapat begitu banyak tanaman, sayur, dan buah-buahan yang efektif menyembuhkan berbagai penyakit. Disini dipaparkan macam-macam tanaman, sayur, dan buah yang dapat digunakan sebagai obat dari berbagai penyakit, lengkap dengan tips dan ramuan/dosisnya. Tanaman, sayur, dan buah itu diantaranya: lidah buaya, apel, alpukat, bambu, kacang-kacangan, bit, paprika hijau, blueberry, wortel, singkong, cabai merah, kurma, madu, kayu manis, cengkih, bawang putih, jahe, jambu biji, kiwi, lemon, mangga, minyak zaitun, bawang merah, jeruk, papaya, delima, garam, tomat, dan semangka.

Bagian ketiga, Berbahaya Bagi Kesehatan Anda, dibagi dalam 2 bab:

Bab 1_Kekacauan Medis àada 7 fakta terkait dengan pengobatan modern yang dikupas di bab ini. Dari berbagai sumber dan fakta yang ada, penulis mengkritisi Pemerintah Amerika Serikat, WHO, dan FDA. Penulis juga mengatakan bahwa orientasi dari industri farmasi yang ada sekarang ini adalah bisnis dan bukan kesehatan manusia itu sendiri. Penulis memberikan sebutan pada obat-obatan itu dengan senjata yang diresepkan untuk *penghancuran* massal karena zat-zat kimia berbahaya yang terkandung didalamnya. Penulis juga menyarankan untuk berhati-hati terhadap mammogram, antibiotic, kemoterapi, prosedur pembedahan, ex-Ray, makanan cepat saji, vaksin, dan obat-obat lainnya, karena terdapat fakta mengerikan di dalamnya yang diurai secara gamblang di bab ini.

Bab 2_Kebenaran yang Menakutkan Mengenai Vaksin àmerkuri yang merupakan elemen paling beracun kedua di bumi ini ternyata digunakan untuk vaksin pada bayi. Demikian juga kandungan-kandungan lain dalam vaksin yang nyata-nyata justru merusak kesehatan manusia dan TIDAK HALAL. Bab ini didominasi dengan kandungan berbahaya dalam vaksin dan fakta-fakta dari bebagai sumber bahwa di banyak negara, vaksinasi justru membuat jumlah kematian meningkat dalam setiap tahunnya. Mengerikan!!

***

Kutipan isi buku (post terpisah)

***

Sesungguhnya Jerry D Gray juga sebelumnya adalah pengkonsumsi obat-obatan kimia. Namun, ia menjalani dan merasakan sendiri efeknya pada tubuhnya dan kemudian segera beralih ke Pengobatan cara Nabi saat beliau tahu khasiat dan perbedaan yang jelas nyata dengan pengobatan modern. Beliau menyusun buku ini berdasarkan bukti dan pengalaman sendiri.

Tentu akan banyak menuai pro-kontra, mengingat dalam buku ini, beliau begitu mengecam sistem kedokteran modern. Tapi seandainya fakta-fakta yang diungkapkan Jerry adalah tuduhan yang salah, maka aku tetap percaya bahwa Robb ku menciptakan aku dengan bentuk yang paling sempurna. Telah dikaruniakan kemampuan untuk mempertahankan dan mengobati diri sendiri secara alami selama sistem dalam tubuh berjalan normal. Bukankah orang jaman dulu yang minim teknologi dan obat-obatan modern justru malah tidak mudah sakit? *sok tau* 😛

Jadi kalau harus memilih, aku lebih memilih pengobatan alami sesuai yang diajarkan Robb dan junjunganku, Rosululloh SAW, ketimbang membuang-buang uangku yang tidak seberapa hanya untuk membeli “zat berbahaya” dari dokter yang tentunya sudah kaya. #vulgar :mrgreen:

I mean, bukankah segala yang alami itu jauh lebih aman?? 😉 So, Mari kembali ke alam.

Be natural, be healthy. 😉

Rating : GoodBetter—Best

Mbah Kakung


Sepertinya pernyataan bahwa orang tua zaman dulu sangat getol kerja itu benar. Badannya akan sakit bila hanya leha-leha dan ngga digerakkan untuk bekerja. Pernyataan itu juga berlaku untuk mbahku, mbah kakungku dari Ibu. Beliau sudah tua. Sangat renta. Tubuh kurusnya mengkeriput kering, sebagian besar giginya sudah tanggal, rambutnya pun nyaris tak lagi tampak. Tapi selalu, setiap hari, beliau bekerja sebagai tukang kebun di sebuah rumah kompleks. Padahal perjalanan dari rumah -yang menurutku sudah seperti gubuk- ke tempat kerjanya cukup jauh, hanya ditempuh menggunakan sepeda dengan dikayuh sendiri oleh kaki lemahnya.

Pernah suatu ketika aku diberi kabar. Mbah ditabrak, pingsan. Kaget, panik, khawatir. Tapi Alhamdulillah, Alloh masih berbaik hati memberi kesempatan pada mbah untuk kembali menjalankan tugasnya sebagai manusia. Aku sekeluarga memang tak sempat kesana karena di hari kerja, namun buleku menelpon memberi kabar dan menceritakan kronologisnya.

Kurang lebih ceritanya begini:

Saat itu, seperti biasa mbah bersepeda menuju tempat kerjanya. Jalurnya memang melalui jalan raya dimana kendaraan-kendaraan besar lain saling beradu cepat. Dan tiba-tiba ada mobil atau motor *lupa* nyerempet mbah, membuat mbah jatuh dan pingsan di tempat. Sampai kemudian mbahku itu terbangun dengan sendirinya dan melanjutkan perjalanan ke tempat kerjanya.

Bisa dibayangkan saudara-saudara?? Seorang kakek renta tergeletak di pinggir jalan tanpa seorang pun memperdulikan!! Duhai, betapa egoisnya orang Jakarta. Kenapa aku sebut ‘orang Jakarta’? Salahkah Jakarta? Entahlah. Tapi memang pada kenyataannya sekarang ini zamannya serba nafsi-nafsi (sendiri-sendiri). 😦

Mbahku ini, walaupun getol bekerja, tapi hasilnya juga bukan untuk dirinya. Setiap rupiah yang dia hasilkan diberikan lagi pada cucu-cucunya. Terutama cucunya dari ibuku. Entah atas dasar apa, tapi bisa dibilang anak-anak dari ibuku lah yang paling diperhatikan oleh mbah, baik mbah kakung maupun mbah putri. Bisa jadi karena *konon* ibukulah yang paling kurang difasilitasi dibanding saudaranya yang lain saat kecil dulu. Atau mungkin karena suami dari ibuku yang memang lain dari pada *menantu* yang lain (mbah kung paling segan sama Bapak). Bisa jadi karena hanya akulah cucu yang berhasil tamat kuliah (mbah sangat ingin cucu-cucunya sekolah setinggi-tingginya). Atau bisa juga karena iba melihat ibuku sudah harus menanggung semua kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil sejak bapak meninggal. Entahlah. Aku tak pernah tau.

Mbahku ini juga sangat rajin beribadah. Tiap hari sholat tahajud ngga ketinggalan (aku malu). Sholat wajib selalu berjamaah di masjid. Sering baca qur’an. Wes pokok’e uapik tenan deh.

Dan sekarang, mbahku lagi sakit (Itulah alasan aku bolong posting bulan ini. Sabtu setelah belajar pajak, langsung ngacir ke rumah mbah. Nginep sampe minggu dan sampe rumah jam 10-11 malem).

Tapi biarpun sakit, ngga kuat bangun, tetep aja masih tahajud. Sholat wajib sudah tentu jalan terus. Tapi sejak 2 minggu terakhir, mbah udah ngga kuat jalan, ngapa-ngapain di kasur, termasuk sholat. Dan dari cerita bule, kemaren mbah sempet nangis gara-gara ngga kuat jalan ke Masjid untuk sholat jum’at. “Sholat jum’at kan wajib” gitu katanya. Salut salut…

Well, Doakan ya teman, semoga mbahku diberi kesabaran dalam menjalani ujian-Nya. Dan semoga anak cucunya juga diberi kesabaran dan keikhlasan untuk merawat mbahnya.