Tiiinnn…


Suara klakson mobil pribadi.

Aq hanya bisa menahan senyum dalam hati.
Sudah menjadi rahasia umum kalau angkutan umum itu suka seenaknya. Nyalip, motong jalan, ambil jalur kanan, berhenti tengah jalan, naikin plus nurunin penumpang sembarangan, ngebut-ngebutan, de el el. Seperti pagi ini, angkot yang aq naiki mengambil jalur kanan dan nyelonong masuk kembali ke barisan kemacetan, persis di depan mobil pribadi.

Tiiinnn…
Tanda kekesalan pengemudi mobil pribadi.

Aq tersenyum dalam hati. Yaaahh maaf maaf aja ya orang kaya, kemacetan ini pun salah satunya karena banyak orang kaya seperti Anda, yang menggunakan mobil sendiri-sendiri. Bayangkan mobil sebesar itu, dimensi seluas itu digunakan hanya untuk beberapa orang, bahkan satu orang, hmm menghabiskan jatah jalan saja. Bandingkan dengan my baby debbie yang biasa kutumpangi tiap pagi, bis kecil seperti itu saja bisa menampung hampir 50 orang/bahkan lebih, lebih efisien bukan?? Dan lebih mengenaskan, tentu saja. Di tengah teriknya mentari, berdesak-desakan, masih harus menghadapi kemacetan. Hmm.. Benar-benar mental pejuang, bukan begitu?? 😛 Dan Anda, orang kaya, bisa menikmati semilir dingin AC dengan keluasan ruang di mobilnya.

Jadi sekali ini, wahai para kaum berada, maklumilah, mengalahlah pada kami, tidak usah mengomel panjang atau membunyikan klakson nyaring. Bagaimanapun, para sopir kaum tak berada ini sedang mencari rezeki pula, yaah walaupun aq tidak membenarkan kebiasaan ugal-ugalan ini. Tapi hajat hidup orang banyak ada di tangannya, jika Anda telat, maka yang telat hanya Anda, namun bila satu angkutan umum terlambat, maka yang merana adalah berpuluh-puluh jiwa.

Jadi sekali lagi, maaf maaf aja ya orang kaya. 😛

*jeritan hati kalangan bawah*
Rabu, 7 November 2012, sambil menikmati rutinitas kemacetan tiap pagi