Buku Kreasi


Aq paling senang ke toko buku. Walaupun terkadang tidak ada yang ingin dibeli, tapi melihatnya (buku2) saja aq sudah senang.

Hari Jum’at lalu aq ngga ngantor, meliburkan diri karena mau ngambil e-ktp. Mampirlah aq ke toko buku. Berhubung aq sedang mencari model baju batik untuk seragam kantor, aq terhenti pada rak kumpulan buku-buku kreasi. Fokusku pun menjadi terbagi.

Banyak buku dengan penampilan eyecatching yang menarik hatiku. Kreasi dari kardus bekas, flanel, kancing, rajut, dan banyak lagi, yang membuat mataku nyaris tak berkedip. Ibarat orang lagi pacaran yang katanya dunia milik berdua, saat itu aq pun merasakan hal yang sama, duniaku menghilang, sekeliling aq blur, hanya ada aq dan buku-buku itu.

 

Lembar demi lembar kubaca, aq makin excited dan ingin mencoba semuanya. Aq langsung mengkhayal sekaligus merencanakan, kalau aq udah nikah dan ngga kerja, aq mau praktekin semua kreasi lucu di buku-buku ini. Sebenarnya maunya sih dari sekarang, tapi tak bisa aq membagi waktu, bahan di rumah aja menumpuk terbengkalai. -__-”

Cita-citaku memang menjadi ibu rumah tangga serba bisa. Aq kurang suka dengan status wanita karier, menurutku, tempatnya seorang istri ya di rumah. Banyak hal yang bisa dilakukan di rumah. Menulis, menjahit, berkreasi ini itu, belajar masak, huwaaa… Jadi ngga sabar pengen cepet-cepet jadi istri. 😳

Mungkin otakku perlu di upgrade


Karena udah penuh sama angka-angka.

 

Dari dulu aku memang selalu suka matematika (kecuali saat SMA, di kelas Axelerasi yang aduhai menguras jiwa raga).

Dan dari dulu juga, aq memang hampir selalu menyandang profesi bendahara di kelas.

Lalu saat profesi pertamaku mengharuskan aku berkutat dengan harga dan laporan-laporan, aku masih menikmati.

Kuliah pertamaku pun kupilih jurusan yang ada hitung-hitungannya, Komputerisasi Akuntansi.

Pertama masuk IICG pun aku masih antusias.

 

 

Tapi kemudiaaan,,

 

akhir-akhir ini aku muak dengan yang namanya angka, penglihatan buram, kepala berputar-putar, pikiran melayang, fokus berkurang.

 

Hhhh… kerjaan terbengkalai, amanah jadi bendahara di kepengurusan pun terabaikan, bahkan piutang orang lain pun terlupakan.

 

 

Stress…pusing…mumet… Harus cepet-cepet nikah sepertinya (loh!)

 

Hmmmhh….

 

Mungkin potensi alamiahku mulai muncul (sesuai yang tercantum di Tes STIFin),

setelah aku mulai mencoba menulis lagi

setelah aku mulai mencoba berkreasi membuat baju lagi

Yeah, belakangan ini, aku memang sedang rajin-rajinnya menggeluti hobi menulisku, sedang asyik pula search info lomba dan kirim tulisan ke media, sedang sibuk memikirkan model baju apa untuk next experiment nanti.

 

 

Mungkin otak kananku sudah menjadi singa yang terbangun dari tidur dan mulai menggeser kedigjayaan otak kiriku selama ini.

Mungkin gen-gen kreativitas di otakku mulai berloncatan dan menuntut keadilan karena merasa terabaikan.

Mungkin memang sudah waktunya aku kembali ke habitat asal : Pohon besar-besar dan Kata (masih menurut Tes STIFin).

atau Mungkin otakku yang perlu di upgrade.

 

-_________-”

 

Entahlah, bagaimanapun, harus kutemukan solusinya.
Bermesraan dengan Al-Quran, sepertinya memang itulah satu-satunya solusi.