Reuni Mhesat angkatan 2006


Sabtu, 2 Maret 2013, aku reuni dengan teman-teman SD. Ini kali pertama aku berkumpul dengan mereka setelah lulus SD. Acaranya diadakan di Gubuk Bambu Depok, dari jam 5 sore.

Karena harus kursus brevet dulu, akhirnya aku sampai disana jam 17.15. Daaann..ternyata belum ada yang datang. Baru temenku yang jadi PJ. Dia datang dari jam setengah lima dengan membawa anak keduanya yang berumur 6 bulan. Ya ampun, kasian banget sih, udah momong bocah, mengurus detail acara, pake harus ditambah nungguin teman-teman singlenya yang pada ngaret. Maaf ya Lusy. 😦

Jam 6, udah hampir semuanya datang. Beberapa ada yang batal datang. Seorang lagi, yang dari Bali, datang paling telat dengan penampilan “heboh”. 😆

Kurang lebih 10 tahun berlalu, banyak yang penampilannya berubah, namun ada juga yang begitu-begitu aja. Sebagian besar wajahnya sudah bisa kutebak karena pernah melihat foto profilnya di Facebook.

Acaranya sih gitu-gitu aja, makan, ngobrol, foto-foto. Aku rada ngga PD pas foto. Seharian di UI bikin mukaku demek berminyak dan kucel. Apalagi aku bebas dari nuansa kosmetik, jadi keliatan makin dekil. Sementara temenku yang lain pada dandan dan berpenampilan rapi. Niat banget mau difoto. 😆

Selama makan, kami mengobrol dan mengenang masa-masa di SD dulu. Tentang kejailan dan bully temen sendiri, tentang betapa bodohnya menangkap pelajaran matematika, tentang guru killer, dan lain sebagainya. But, U know? Aku sama sekali ngga bisa mengingat masa-masa SDku di kelas. Hadeeehhh.. Kok yang lain bisa ingat begitu jelas ya??!!

Jam setengah sembilan kami pindah lapak ke rumah salah satu temenku yang dekat dari situ. Beberapa ada yang langsung pulang. Waktu setengah jam dirumah temenku itu malah jadi ajang gosip untuk para ladies. Membicarakan salah satu teman yang “berkasus”. Memang ngga bagus sih ngomongin jeleknya orang, tapi aku baru tau kalau salah satu temanku ada yang “begitu”. Ngga perlu dipublishlah, “begitu”nya itu gimana. Tapi itu cukup jadi pelajaran buat aku.

Jam 9 malam, akhirnya aku dan Nova pulang duluan. Sebenarnya sih aku ngga masalah pulang malam, tapi Nova yang aku jadikan “tumbal” untuk nganterin aku pulang udah ditanyain sama orang rumah. Jadi yaa daripada pulang sendiri mendingan aku ngikut pulang.

Yang lainnya sempat mau karokean, tapi sepertinya ngga jadi dan malah foto-foto sebelum pulang. Huh, kan jadi ngga ada akunya.

Alhamdulillah reuni berlangsung lancar dan seru. Semoga aku dan yang lain masih akan diberi kesempatan olehNya untuk dipertemukan kembali.

Janji adikku


Hari ini aku libur, libur kerja dan libur puasa. Aku bangun siang, jadi ngga ikutan sahur. Setelah memandikan uci dan dika, aku pun memasak mie goreng untuk sarapan kami bertiga. Uci masih sibuk memakai baju saat aq menawarkan mie.
“Ci, mau ga?”
“Engga ah, aku kan udah janji sama Alloh mau puasa sehari. Kan ngga boleh boong.”
Aku terhenyak, malu.
“Emang tadi uci sahur?” tanyaku lagi.
“Sahur dikit.”

Aku menceritakan percakapan singkat itu pada ibuku.
“Emang tadi uci sahur Bu?”
“Sahur, cuma minum air putih doang sama lontong sedikit.”

Subhanalloh. Aku tidak menyangka, adikku yang baru kelas 2 SD itu mampu memegang prinsip dan benar-benar kuat menahan lapar, sampai maghrib, benar-benar sampai maghrib. Luar biasa. Padahal aku dan dika makan persis di depan dia, tapi dia tak sedikitpun tergoda untuk membatalkan puasa yang sudah diniatkannya. Memang, puasa itu adalah soal iman, soal keyakinan dan keteguhan hati. Siapapun dia, kalau memang sudah diniatkan, maka godaan apapun tidak akan cukup mempengaruhinya.

Aku jadi semakin salut dengan cara mendidik ibuku. Ah, Ibu, semoga ini menjadi jalan untukmu masuk ke syurga. Aamiin.

Jumat, 17 Agustus 2012