Sebuah Kepercayaan


Mendapatkan kepercayaan itu sulit,

Menjaga kepercayaan pun tak mudah,

Tapi melepaskan kepercayaan, itulah hal tersulit.

Setidaknya untukku, saat ini…….

 

Kejujuran yang sudah mendarah daging, mungkin itulah yang membuatku begitu dipercaya disini. Seperti asisten, tangan kanan, atau yang semacamnya lah.

Tapi kepercayaan itu kini justru manahanku, mengikatku, memberatkan langkahku.

 

Sementara disana, aku ditunggu. Ditunggu untuk sebuah tantangan baru. Ditunggu untuk memulai mendapatkan kepercayaan baru.

 

Lalu aku harus bagaimana??

 

***

“Masalahmu itu ngga serumit masalahku”

“Kamu bakal stuck kalau begitu terus”

“Kamu ngga akan berkembang kalau begitu”

“Coba pertimbangkan dulu plus minusnya”

“Jangan sampai malah menambah bebanmu”

“Kesempatan itu ngga datang dua kali”

“Mumpung kamu masih muda”

***

 

Sudah banyak pikiran kumintai pendapatnya. Sudah banyak kepala menyuarakan dukungannya.

Tapi aku masih ragu. Adakah langkah yang akan aku ambil ini benar? Baik untukku?

 

Entah harus kepada berapa nyawa lagi aku berbagi. Itu semua seolah tak ada arti.

 

Karena yang kubutuhkan hanya satu. Kata yang terucap dari bibir seorang ibu.

Karena yang kubutuhkan hanya satu. Keputusan dari hakim terbaikku.

Namun beliau masih tak bersuara. Diam membisu.

 

Lalu bagaimana?

 

 

*edisi galau tingkat dewa dewi*

Dunia abu-abu


Di tempat kursus, aku berkenalan dengan beberapa teman seprofesi (background acc & fin). Kesempatan itu sedikit banyak kupergunakan untuk sharing.

Ada dua teman yang belakangan selalu duduk di sebelahku, yang satu di perusahaan advokat, satu lagi bergerak di bidang jasa IT dan design animasi. Beberapa minggu yang lalu, kami bertiga terlibat pembicaraan seru. Dikatakan seru karena kami bicara berbisik-bisik. Sebenarnya bukan kami sih, mereka, aku kebagian jadi pendengar saja, karena mereka yang mengalami.

Jadi, kenapa mereka berbicara berbisik? Karena yang mereka bicarakan adalah suap. Ya, suap yang terjadi pada kantor mereka masing-masing. Dikatakannya bahwa untuk sekali suap itu bisa keluar uang sekian puluh juta, dan yang bikin bingung, kode akunnya apa cobaaaa???!!!!.

Jlek. Ngeek!! Aku bengong. Bengong karena dua hal.

Pertama, bengong karena takjub, ternyata suap itu memang ada ya, dia nyata dan kini dekat denganku. Padahal biasanya yang kayak gitu cuma aku tonton di TV, baca di berita, dengar di radio, tapi tak pernah mengalami. 😯

Kedua, bengong karena bingung dengan pertanyaan yang simple namun rumit. Mau ditarok di pos mana suap itu?? Di kuliah sama sekali tidak diajarkan nama perkiraan untuk memposkan suap. 😕

***

Tak bisa kubayangkan bila aku ada di posisi mereka. Hidup tak tenang, rezeki entah halal entah haram, hati resah gelisah. Ah, sungguh tak sanggup dihadapkan pada kondisi seperti itu.

Dan memang dari dulu Alloh selalu baik padaku. Bila aku flashback dan menelusuri kembali jalan hidupku, betapa semua kemudahan-kemudahan dihadapkan padaku. Termasuk dalam urusan pekerjaan. Aku memang hanya punya pengalaman di 2 tempat kerja. Tapi masing-masingnya kujalani sebaik mungkin dan sebersih mungkin.

Walaupun sehari-harinya kerjaanku menghandle uang, untungnya aku ini tipe yang menjunjung tinggi kejujuran dan susah bohong. Dan untungnya lagi, Alloh tidak memposisikan aku pada situasi sulit seperti teman-temanku itu. Kalau berhadapan langsung, mungkin aku bakal ngga kerasan dan segera resign. Iya, saat sistem yang kujalanin tercium ketidakberesan, aku lebih baik keluar dari lingkaran itu. Bukankah bumi Alloh itu luas? Para pimpinan di kantor-kantor itu kan hanya perantara dari rezeki yang memang telah disediakan-Nya.

Mungkin itu pula sebab mengapa ambisi terbesarku saat ini adalah bisa mandiri finansial tanpa harus jadi “babu”. Aku bosan jadi karyawan dan ingin punya karyawan. :mrgreen: Dan semoga kelak aku bisa menjadi pemimpin yang jujur dalam usahanya, sehingga tidak mempersulit karyawan-karyawanku. #aamiin.

Kembali ke pokok permasalahan. Sampai sekarang aku masih terhenyak dengan kenyataan yang kini ada di dekatku. Padahal perusahaan mereka termasuk perusahaan kecil. Tapi warnanya sudah bukan hitam putih lagi. Lantas bagaimana dengan perusahaan besar dan ternama? Aku tak bisa membayangkan bagaimana pekatnya warna abu-abu di dalamnya.

Oh, aku sangat bersyukur tidak berada di dalamnya. Apa gunanya penghasilan tinggi tanpa ridho-Nya mengiringi?? Hidup rasanya hampa.

Jangan dipikir diriku juga bersih dari warna abu-abu. Walaupun bebas dari korupsi uang, namun aku masih lemah dalam hal waktu. Iya,
bisa dibilang aku ikut andil dalam korupsi waktu. Terkadang aku bekerja malas-malasan, terkadang aku telat datang (yang ini mah sering :mrgreen:), terkadang aku mencuri waktu untuk berselancar di dunia maya. 😦

Hmm… Begitu banyak yang harus kuperbaiki dari diriku. Lantas kenapa harus ikut pusing memikirkan orang lain? Lebih baik berkaca dan “dandani” diri. Iya tidak??? 😉

The Versatile Blogger Award


Lagi tak mood bercakap banyak, Langsung ke rule aja yaaa 😉

  • Display the Award Certificate on your website


  • Announce your win with a post and link to whoever presented your award

Sebenernya seneeeeenggg banget pas tau dapet award dari Mas Ryan, tapi kok yo kesininya aku agak kurang exited ya, rada-rada males ngerjainnya, monoton, ngga seru ah (padahal baru award kedua tapi udah bosen, belagu amat yak, haha 😛 ). Lagi pengen banget bikin cerita berantai, tapi kok yo semuanya pada minta aku jadi pelopornya.

Tapi, untuk menghargai pemberinya, kukerjakan pula lah tugas award ini (sebenernya ini penghargaan atau PeeR ya??). Terima kasih buat Mas Ryan atas awardnya. Jangan kapok ya ngasih award. Terus buat yang lain, walaupun aku bikin pernyataan seperti di atas, tapi jangan ragu atau pake mikir-mikir ya buat ngasih award atau tugas yang lain. Insyalloh bakal dikerjain kok. 😀 Award ini juga bisa jadi motivasi aku biar tetep nulis. 😉

  • Present 15 awards to deserving bloggers

    Kali ini aku taat aturan dech, 15 ya.. aku kasih ke blog diluar yang udah kena nominasi sama Meta dan Mas Ryan yaa… *ngocok nama*

    Dan nama-namanya adalaaaaahhh…:

  1. ‘Ne

    http://selaksakata.wordpress.com
  2. Ikakoentjoro

    http://ikakoentjoro.wordpress.com
  3. chrismanaby

    http://chrismanaby.wordpress.com
  4. Ulfah Uswatun Hasanah

    http://ulfahuswatunhasanah.wordpress.com
  5. rayaadawiah

    http://myelectricaldiary.wordpress.com
  6. Larasati

    http://menara18.wordpress.com
  7. Sigoese

    http://sigoese.wordpress.com
  8. ghazwanie

    http://ghazwanie.wordpress.com
  9. 9ethuk

    http://9ethuk.wordpress.com
  10. Ely Meyer

    http://duniaely.wordpress.com
  11. ndin

    http://besenakbesenik.wordpress.com/
  12. ~Ra

    http://raramendoet.wordpress.com
  13. pitaloka89

    http://pitaloka89.wordpress.com
  14. kangyaannn

    http://udikhangeblog.wordpress.com
  15. whysooserious

    http://whysooserious.wordpress.com
  • Drop them a comment to tip them off after you`ve linked them in the post

Huft, sebanyak itu harus ninggalin komen satu-satu??? Weleh weleeh…

  • Post 7 interesting things about yourself

Hmm… mau diliat dari manapun aku memang menarik sih hahaha.. 😛

Sebenernya agak hati-hati juga nih ngomongin ini, secara ternyata selama ini ada yang jadi silent reader blog aku, yang mana ternyata dia juga jadi secret admirer aku!!! 😎 eh, ini seriusan lho saudara-saudara, dia sendiri yang ngaku.. 😀

Disapa dulu aaah, Haaii secret admirer !!

Okeh, lanjut.

Tidak tau lah ini menarik atau tidak, yang jelas, menurutku, yang perlu diketahui tentang aku adalah:

  1. Namaku itu, Putri Nur Fauziah Andriyanti, di dunia nyata, aku biasa dipanggil Putri atau Puput (di rumah). Utie itu sebenernya panggilan khusus dari someone special *ngga pake telor*. Kenapa aku pake nama user itu?? Awalnya sih untuk mengenang. Tapi keterusaaaan. Sebenarnya sekarang pun kalau dipanggil dengan nama itu di dunia maya, masih agak-agak gimanaaaa gitu dengernya, masih asing di telinga. Pengen diganti, tapi udah kadung jadi brand, udah dikenal dengan nama itu, jadi yaaa sudahlah… Lanjutkan!! 😛
  2. Aku paling anti rokok. Super duper benci sama yang namanya rokok. Benci sebenci-bencinya. Jadi untuk para perokok, jangan harap bisa meluluhkan hatiku sebelum kalian-kalian menyingkirkan racun semprul itu!! *kata para perokok: siapa jugaaa yang mau meluluhkan hati situh!!!* haha. Tapi memang, cowo-cowo keren yang ketauan ngerokok sama aku, langsung jatuh “poin”-nya dimataku, drastis. Sebaliknya, bagi yang ngga ngerokok, nilainya otomatis bertambah, naik beberapa poin. (kecuali kamu ya, secret admirer, hihihi)
  3. Aku paling menjunjung tinggi kejujuran. Sama lah kayak rokok. Aku nilai cowo, selain dari kualitas agamanya, ya dari rokok dan kejujurannya. Ngga cuma cowo aja sih, ke semua orang juga gitu. Makanya biasanya, temen-temen dekat aku ya jujur-jujur orangnya :oops:. Eh, aku juga jujur lho, walau ngga 100%, tapi aku mengutamakan kejujuran, ngga bisa dech kalau disuruh boong-boong gitu. Makanya, salah kalau ada yang mau jadiin aku partner dalam kebohongan, hehe.. tapi ya, aku paling sebel dech kalau ada yang ngga percaya sama aku. Apalagi kalau pertanyaannya tuh gini: “Itu kemaren siapa? Cowonya ya?”, “Bukan”, “Ah yang bener?? Masak sih??”, “Iya, bukan”, “Ah boong kali, cowonya juga ngga papa kok”, “Heh, kalo ngga percaya jawaban aku ya dari awal ngga usah nanya dech, bikin emosi aja!!!!”
  4. Aku juga paling ngga suka basa basi, to the point aja laaah. Contohnya pertanyaan kayak gini: “Boleh nanya ngga?”. Gggrrrr… nanya ya nanya aja sih, kalau emang tuh pertanyaan ngga banget untuk aku jawab, paling juga ngga aku jawab. *catat itu, secret admirer 😛 *
  5. Aku itu ngga gaul, ngga pandai bersosialisasi. Baik di dunia nyata, maupun di dunia maya. Mungkin karena emang ngga suka basa-basi yaa, terus pengaruh kepribadian aku yang Intuiting Introvert (rada ngga peduli sama lingkungan). Aku termasuk orang yang pemilih dalam mencari teman dekat. Harus berkualitas dan klop sama aku. Tapiiiii.. sekalinya punya temen deket, yaaa dia itu punya keterikatan khusus sama aku. Dan keseringannya, I’ll do anything to them. Royal dan rela berkorban. Ngga perhitungan. Pokoknya apapun dech buat bikin mereka seneng, asal itu baik. Lebih ke kualitas, bukan hanya kuantitas.
  6. Aku itu sebenernya pendiem. Khusus untuk orang-orang yang ngga dekat dan ngga ngeklik di hati. Apalagi sama orang yang baru kenal. Ngocehnya ya kalau dia duluan yang mulai. Tapi kalau udah sama yang dekeeet??? Beuh, panas kali kupingnya gara-gara dengerin ocehan aku. Haha… *tertawa puas* 😛
  7. Terakhir, (sebenarnya banyak lagi hal menarik dari aku, tapi kok udah terakhir aja ya #keplakpalasendiri :P) aku itu ngga bisa marah sama orang lain. Kalau udah kesel setengah hidup, biasanya ujung-ujungnya nangis jerit-jerit. Kalau kesel sama orang, biasanya aku diem (nahan emosi), dan ngga mau ngeliat mukanya (orang yang bikin aku marah itu). Tapi ya muka aku juga ngga bisa dipasang tampang BT sih kalau lagi marah (terutama kalau teman dekat), paling senyum-senyum meringis dipaksakan doank. Aku ngga bisa bentak-bentak orang, marah-marah langsung di depan dia (pernah deng sekali, dulu), bawaannya gemeteraaan aja. Walaupun aku di posisi yang bener, tapi ngga bisa ngelabrak orang tanpa deg-degan. Apalagi nyaci maki. Perkataan kita kan akan balik ke kita lagi. Jadi bener-bener kutahan banget dech. Tapi ya itu, ujung-ujungnya malah nangis. Geregetan. Pernah sekali aku nangis di metromini gara-gara ada cowo ngga tau diri ngerokok di samping aku. Bukannya negor dia, tapi aku malah ngedumel sendiri dalam hati, emosiku malah naik, dan karena ngga punya nyali plus males negornya, akhirnya darahku mendidih, memuncak, dan nangis. *tepokjidat*.

     

Ya begitulah, secuil hal menarik tentang aku. Kalau ingin tau lebih banyak, bisa tanya lewat email (kecuali kamu yaaa, secret admirer) haha.. *sok penting banget akunya*.

Jadi teman-teman, semoga dapat menerima aku dengan segala kelebihan dan kekurangan aku ya, apa adanya….

Love you, all… *ketjup satu-satunya (sekali lagi, kecuali kamu, secret admirer), 😆

 

Nb: Buat secret admirer, jangan merasa tersisihkan ya. Cuma bercanda kok (walaupun jujur) 😆 Toss dulu ah, biar ngga ngedumel. 😉