Belajar dari sinetron


Untuk bikin postingan yang disini, aku cari-cari videonya di youtube. Pengen cari video klipnya, tapi ngga ada, akhirnya ketemu yang opening sinetronnya, jadi ngga full song dech. Judul sinetronnya Hikmah. Rasanya sih aku belom pernah nonton itu sinetron, karena aku ngga terlalu suka dengan tokoh utamanya.

Dulu, aku memang suka sinetron, tapi lebih ke film yang pemeran utamanya pelajar SMA/mahasiswa dengan tema lope-lopean. Tapi aku kurang suka dengan sinetron yang sedih-sedihan terus. Yang jahat ya licik banget, yang baik tersiksaaaa banget, ngga realistis. Mana ada orang yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya jahat?

Tapi pas nonton videonya, sekelebat aku berfikir. Di sinetron itu kan biasanya tokoh utama tersiksa habis-habisan, dan baru bahagia di endingnya. Aku bisa mendapat pelajaran dari fakta itu, bahwa semua memang akan indah pada waktunya. Semua penderitaan yang dijalani si tokoh utama dengan sabar akan berbuah manis di belakang.

Tak jauh berbeda dengan hidupku sekarang. Semuanya, baik buruknya, besar kecilnya, itu akan berbalas kepada diriku sendiri. Maka jika aku bisa menghadapi segala masalah, rintangan, ujian, cobaan dengan sabar, akan ada reward di belakang.

Itu kalau aku sabar, hanya saja, keseringannya aku tidak sabar. :mrgreen: