Matrik IIP #6 : Ibu Manajer Keluarga Handal


Materi Matrikulasi IIP Depok sesi #6 dan hasil diskusi Selasa, 22 Januari 2016 Pukul 20.00-21.00
_______

IBU MANAJER KELUARGA HANDAL

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #6

 

Motivasi Bekerja Ibu

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.

Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita.

Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.
Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

🍀 Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?

🍀 Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/keluarga lain?

🍀 Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?
Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita.

🍀 Kalau anda masih “ASAL KERJA”, maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.

🍀Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses.

🍀Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI”, maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

 

Ibu Manajer Keluarga

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita Saya Manager Keluarga kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

🍀Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.

🍀Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kerjakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi.

🍀Buatlah skala prioritas.

🍀Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.
Menangani Kompleksitas Tantangan

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

b. ONE BITE AT A TIME

Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda. Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latih lagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya.

 

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

 

Perkembangan Peran

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumah-tanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih SEKEDAR MENJADI IBU.

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

🍀 Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang. Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “manajer keuangan keluarga.

🍀 Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak. Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur. Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

🍀 Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu–ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah. Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”.

Anak-anak pun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

🍀Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst

 

Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi. Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata: BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/
SUMBER BACAAN:

Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP, 2015

Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016

Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom’s Story: Zainab Yusuf As’ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009

link Youtube: https://youtu.be/Cr9JSJS7CIM

 

#Putri Nur Fauziah A_NHW2


📚NICE HOME WORK #2📚

Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat

📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat “Indikator” untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat indikator, kita singkat menjadi SMART yaitu:
– SPECIFIK (unik/detail)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


#Putri Nur Fauziah A_NHW2

INDIKATOR PROFESIONALISME

 
Sebagai Individu

Harapan :

  • Peningkatan iman dan takwa
  • Peningkatan skill dan wawasan
  • Sehat Jasmani & Rohani
  • Senantiasa berpikir dan berperilaku positif
  • Bermanfaat bagi sekitar

indikator-individu

Sebagai Istri

Harapan :

  • Menyenangkan hati dan mata suami
    • Selalu senyum di depannya
    • Berpenampilan rapi dan wangi di rumah
    • Pendengar yang baik
    • Tidak mudah mengeluh
  • Taat dalam kebaikan
    • Partner in imaan
    • Selalu minta izin
    • Peduli pada keluarganya
    • Menjaga aib keluarga
  • Pandai mengelola keuangan RT (menjaga harta suami)
    • Tidak berhutang
    • Mencukupkan diri dengan nafkah yang diberi
    • Menjauhkan diri dari riba
    • Tidak boros dan konsumtif
  • Menjadi kepala dosmetik yang handal
    • Menjaga kebersihan dan kerapihan rumah
    • Menyediakan masakan kesukaan suami

indikator-istri

Sebagai Ibu

Harapan :

  • Menjadi madrasah pertama
    • Mengajarkan baca Al-Quran
    • Membacakan buku sebelum tidur
    • Beribadah bersama
    • Mengajarkan akhlak dan memberi teladan yang baik
  • Menjadi dokter keluarga
    • Menyiapkan makanan dengan gizi seimbang
    • Membuat cemilan sehat sebagai ganti jajanan
    • Mengajarkan cara menjaga kesehatan tubuh
    • Berolahraga bersama
    • Mendahulukan pengobatan alami dan herbal
  • Menjadi idola bagi anak perempuan dan cinta pertama bagi anak laki-laki
    • Tidak berteriak atau mengeluarkan kata-kata negatif
    • Mendokumentasikan perkembangan anak
    • Diskusi, sharing, dan bermain bersama setiap hari
    • Membentuk kerja tim

indikator-ibu

Note :

  • Time Bound : 40 hari
  • Indikator sebagai istri dan ibu baru merupakan harapan dan persiapan untuk mewujudkan harapan. Setelah menikah, indikator akan di-update sesuai situasi dan kondisi.

 

D 1st time — Special Ramadhan


Ramadhan telah berakhir, berganti syawal yang pun akan segera berakhir. Kalender masehi pun sama. Agustus yang tinggal beberapa jam saja merekam jejak postingku di bulan ini yang hanya 1!!! Oh ya ampuunn… Betapa tidak produktifnya aku. Betapa malasnya.

Aku menghilang dari peredaran? Iyes, itu benar. Tanpa posting, tanpa meninggalkan jejak blogwalking, hanya setia menjadi silent reader. Ah, tak kupeduli lagi stat blog-ku ini. Aku sedang nyaman menjadi blogger ansos (anti-sosial) :mrgreen:

Tapi sebelum agustus dan syawal benar-benar berakhir, kupaksakan diri untuk merekap aneka moment istimewaku di Ramadhan tahun ini. Ramadhan yang benar-benar beda. Ramadhan yang kali ini special.

Memang benarlah bila bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan.

Dan di Ramadhan 1434 H ini, untuk pertama kalinya:

  1. Aku tahu kalau aku ternyata punya sepupu ganteng 😛
  2. Aku dan adik-adikku ikut lomba tahfizh
  3. Dapat surprise dari ikutan GiveAway
  4. Produksi nastar sendiri
  5. Memenangkan voucher belanja
  6. Bukber Hamaasah
  7. I’tikaf

Dan tentunya, experiment baju kembar wajib lebaran, hehehe…

Detail cerita at that moment menyusul as soon as possible :mrgreen:

Yang jelas, I feel so great, happy, and amazing this Ramadhon. :-*

Thanks God fooorrr….. everything 🙂

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman)