Aku bukan yang dulu


Aku bukan yang dulu,
untuk kau tau.
Memang, kini pagarku terbuka,
kau bebas berkeliaran di pekarangannya.
Tapi tlah kubangun dinding tinggi mengelilingi hati.
Aku rasa kau sadari.
Jangan tanya mengapa,
karena bila ada yang harus menjelaskan,
maka itu kamu.
Aku hanya akibat, dari kamu yang sebab.
Jadi berhenti kemari.
Lihat dan pandangi saja,
kalau perlu sesali.
Karena sebelumnya, pintu ini nyaris kau langkahi.
Ah, semoga kau tak tahu,
bahwa dinding tinggi ini tak sekokoh tampaknya berdiri,
ada lubang, kecil dan menyebar.
Tapi dingin yang melapisinya semoga bisa membantu,
membuatmu beku,
sebelum jauh melangkah maju.