No Jabat Tangan


Ada sesuatu yg membuatku kadang-kadang segan untuk hadir di pertemuan-pertemuan atau kumpul-kumpul dengan komunitas tertentu. Suatu masalah yang selalu bikin aq dilema berkepanjangan.

Namanya JABAT TANGAN.

Sudah menjadi kebiasaan dan budaya orang kita (red: Indonesia), kalau bertemu dengan seseorang, menyapa sambil berjabat tangan. Atau ketika sedang berkenalan untuk pertama kali.

Sebenarnya, jabat tangan itu sendiri bisa menggugurkan dosa,

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Dari Barâ’ bin ‘Aazib Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: tidaklah dua orang Muslim bersua kemudian mereka bedua saling berjabat tangan kecuali diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah.” [11]

asalkan jabat tangannya dengan yang sesama jenis yaa. Pria dengan pria, wanita dengan wanita, waria dengan waria. 😛

Tapi rata-rata orang kan jabat tangan ngga memandang gender, dan itulah masalahnya.

Padahal dalam Islam itu, berjabat tangan dengan lawan jenis yang non mahrom adalah terlarang.

Simak hadist berikut,

Telah berkata ‘Aisyah:

“Tidak pernah sekali-kali Rasulullah Saw menyentuh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Bukhari dan Muslim].

ini juga

Telah berkata ‘Aisyah:

“Tidak! Demi Allah, tidak pernah sekali-kali tangan Rasulullah Saw menyentuh tangan wanita (asing), hanya ia ambil bai’at mereka dengan perkataan.” [HR. Bukhari dan Muslim].

dan ini juga

sabda Rasulullah Saw:

“Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR. Malik, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i].

Jabat TanganAku sadari memang, tidak banyak yang tahu soal ini, atau mungkin ada yang tahu tapi pura-pura tidak tahu. Tapi aku, sebagai seorang muslim yang ingin ber-Islam secara kaffah, ingin sekali menjalankan perintah ini. Belakangan, dibarengi dengan busanaku yang mencoba untuk lebih syar’i, aku juga mencoba untuk menghindari jabat tangan dengan lawan jenis ini. Bukannya aku geek yaa, cuma pengen berusaha untuk taat aja sih. Pengen agar Allah seneng sama aku.

Dan itu bikin aku dilema saat harus berhadapan dengan teman-teman pria ku yang awam soal itu. Aku yang overthinking ini kadang takut membuat mereka-mereka tersinggung. Kadang juga ngga bisa tegas. Alhasil malah bikin aku jadi kayak orang plin plan gitu. 😐

Memang, ber-Islam itu mastatho’tum. Semampu kalian. Tapi soal kemampuan itu bisa diusahakan kan? Dan aku percaya itu. Sejauh mana aku memampukan diriku untuk ber-Islam secara kaffah, sejauh itu juga Allah akan sayang sama aku.

Makanya sekarang, kalau berhadapan dengan lawan jenis yang awam ini, aku belajar untuk meneguhkan hati ngga jabat tangan dengan mereka. Sambil dalam hati minta dukungan sama Allah,

Allah, aku hanya berniat untuk taat. Kalau karena ini aku kehilangan teman-temanku, dianggap sombong, ngga sopan, atau apapun, aku pasrah. Yang penting Engkau ngga ninggalin aku.

Sampe aku ngebatin seperti itu untuk menguatkan diri. Dan alhamdulillahnya, atas kuasa Allah, sampai sekarang temanku masih utuh tuh. Eh tapi ngga tau sih kalau mereka ngedumel dalam hati. :LOL:

Trus siapa sih mahrom itu??

Sebenarnya di Al-Qur’an sudah dijelaskan, tapi biar gampangnya, pelajari gambar ini aja.

MahromMaka, sebenernya, bahkan saudara seperti sepupu pun bukan mahrom kita. Dan itu yang masih belum bisa aku lakukan. Bagi darah jawa, sungkem atau salaman itu bagian dari sopan santun, apalagi sama saudara. Disini lah yang aku masih belum bisa mampukan. Termasuk sama big boss ku. Aku menghindar, tapi ketika ketemu situasi yang membuatku ngga bisa mengelak, maka pasrahlah aku sambil istighfar dalam hati. 😦

Ah, semoga dengan post ini, banyak yang mulai tahu soal jabat tangan ini. Kalaupun mereka belum mampu mengaplikasikannya, minimal mereka paham dan menghargai setiap prinsipku ini.

Jadi, buat kamu cowo-cowo yang suatu saat ketemu muka sama aku, please jangan bikin aku dilema yaaa.. 😉

ref: disini dan disini