Kelulusan Matrikulasi


Alhamdulillah setelah mengikuti dan berusaha konsisten mengerjakan NHW, akhirnya pengumuman kelulusan program matrikulasi ini pun keluar.

Sekarang, aku resmi menjadi bagian dari keluarga besar IIP (Institut Ibu Profesional). Menurut informasi, ke depannya akan ada kelas Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, dan Bunda Shaliha. Ish, ngga sabar dech rasanya. 😌

Buat yang mau tau IIP, bisa tonton video ini

Adapun tahap belajar di IIP adalah sbb :

Sampai ketemu lagi di Kelas Bunda Sayang, insyaAllah. 😚

Review NHW#5


​Review Nice Homework sesi #5

📝BELAJAR CARA BELAJAR ( Learning  how to Learn)📝
Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, bagaimana rasanya mengerjakan Nice Homework di sesi #5 ini? Melihat reaksi para peserta matrikulasi ini yang rata ada di semua grup adalah 

♦ Bingung, ini maksudnya apa?

♦ Bertanya-tanya pada diri sendiri dan mendiskusikannya ke pihak lain, entah itu suami atau teman satu grup

♦ Mencari berbagai referensi yang mendukung hasil pemikiran kita semua

♦ Masih ada yang merasakan hal lain?
Maka kalau teman-teman merasakan semua hal tersebut di atas, kami ucapkan SELAMAT, karena teman-teman sudah memasuki tahap “belajar cara belajar”.

Nice Homework #5 ini adalah tugas yang paling sederhana, tidak banyak panduan dan ketentuan. Prinsip dari tugas kali ini adalah “Semua Boleh, kecuali yang tidak boleh”. Yang tidak boleh hanya satu, yaitu diam tidak bergerak dan tidak berusaha apapun.

Selama ini sebagian besar dari kita hampir memiliki pengalaman belajar yang sama, yaitu “OUTSIDE IN”, informasi yang masuk bukan karena proses “rasa ingin tahu” dari dalam diri kita melainkan karena keperluan sebuah kurikulum yang harus tuntas disampaikan dalam kurun waktu tertentu. Sehingga belajar menjadi proses penjejalan sebuah informasi. Sehingga wajar kalau banyak diantara kita menjadi tidak suka “belajar”, akibat dari pengalaman tersebut.

Di Institut Ibu Profesional ini kita belajar bagaimana membuat desain pembelajaran yang ala kita sendiri, diukur dari rasa ingin tahu kita terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan “exit procedure” andaikata di tengah perjalanan ternyata kita mau ganti haluan. 

Ketika ada salah seorang peserta matrikulasi yang bertanya, apakah Nice Homework #5 kali ini ada hubungannya dengan materi-materi sebelumnya? TENTU IYA.

Tetapi kami memang tidak memberikan panduan apapun. Kalau teman-teman amati, bagaimana cara fasilitator memandu Nice Homework #5 kali ini?

☘ Ketika peserta bertanya, tidak buru-buru menjawab, justru kadang balik bertanya.

☘ Ketika peserta bingung, tidak buru-buru memberikan arah jalan, hanya memberikan clue saja.

☘ Fasilitator banyak diam andaikata tidak ada yang bertanya, karena memberikan ruang berpikir dan kesempatan saling berinteraksi antar peserta.
Itulah salah satu tugas kita sebagai pendidik anak-anak. Tidak buru-buru memberikan jawaban, karena justru hal tersebut mematikan rasa ingin tahu anak.

Membaca sekilas hasil Nice Homework #5 kali ini ada beberapa kategori sbb :

✏ Memberikan teori tentang desain pembelajaran

✏ Membuat desain pembelajaran untuk diri kita sendiri

✏ Menghubungkannya dengan NHW-NHW berikutnya, sehingga tersusunlah road map pembelajaran kita di jurusan ilmu yang kita inginkan.

✏ Ada yang menggunakan ketiga hal tersebut di atas untuk membuat desain pembelajaran masing-masing anaknya.
tidak ada BENAR-SALAH dalam mengerjakan Nice homework#5 kali ini, yang ada seberapa besar hal tersebut memicu rasa ingin tahu teman-teman terhadap proses belajar yang sedang anda amati di keluarga.

Semangat belajar ini tidak boleh putus selama misi hidup kita di dunia ini belum selesai. Karena sejatinya belajar adalah proses untuk membaca alam beserta tanda-tandaNya sebagai amunisi kita menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi ini. 

Setelah bunda menemukan pola belajar masing-masing, segera fokus dan praktekkan kemampuan tersebut. Setelah itu jangan lupa buka kembali materi awal tentang ADAB mencari ilmu. Karena sejatinya ‘ADAB itu sebelum ILMU’
Belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

1⃣ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong

Yaitu mereka yang katanya telah mengetahui segala sesuatu,  merasa angkuh akan ilmu yang dimiliki. Tak mau menerima nasehat orang lain karena dia telah merasa lebih tinggi. Bahkan dia juga menganggap pendapat orang yang memberikan nasehat kepadanya, disalahkannya. Selalu mau menang sendiri, tidak mau mengalah meskipun pendapat orang lain itu benar dan pendapatnya yang salah. Terkadang mengatakan sudah berpengalaman karena usianya yang lebih lama namun sikapnya masih seperti kekanak-kanakan. Terkadang ada yang berpendidikan tinggi, namun tak mengerti akan ilmu yang dia miliki. Dia malah semakin menyombongkan diri, congkak di hadapan orang banyak. Merasa dia yang paling pintar dan ingin diakui kepintarannya oleh manusia. Hanya nafsu yang diutamakan sehingga emosi tak dapat dikendalikan maka ucapannya pun mengandung kekejian.
2⃣ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu`

Tingkatan yang membuat semua orang mencintanya karena pribadinya yang mulia meski telah banyak ilmu yang tersimpan di dalam dadanya, ia tetap merendah hati tiada meninggi. Semakin dia rendah hati, semakin tinggi derajat kemuliaan yang dia peroleh. Sesungguhnya karena ilmu yang banyak itulah yang mampu menjadikannya faham akan hakikat dirinya. Dia tak mudah merendahkan orang lain. Senantiasa santun dan ramah, bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara. Dia dengan semuanya itu membuatnya semakin dicinta manusia dan insya Allah, Allah pun mencintainya.
3⃣ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahwa dia tidak tahu apa-apa (stay foolish, stay hungry)

Tingkatan terakhir adalah yang teristimewa. Selalu merasa dirinya haus ilmu, tetap tidak mengetahui apa-apa (stay foolish, stay hungry) meskipun ilmu yang dimilikinya telah memenuhi tiap ruang di dalam dadanya. Karena dia telah mengetahui hakikat ilmu dengan sempurna, semakin jelas di hadapan mata dan hatinya. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka. Justru, dia bukan hanya tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu. Dia selalu merasakan tidak tahu apa-apa, mereka bisa tak berdaya di dalamnya lantaran terlalu luasnya ilmu.

Sampai dimanakah posisi kita? Hanya anda yang tahu.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber Bacaan :

Hasil Nice Homework #5, Peserta matrikulasi IIP Batch #2,2016

Materi Matrikulasi IIPbatch #2, Belajar cara Belajar, 2016

Materi Matrikulasi IIP batch #2, Adab Menuntut Ilmu, 2016

#Putri Nur Fauziah Andriyanti_NHW#5


NICE HOMEWORK #5

MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL BATCH #2

📝 BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝 (Learning  How to Learn)

 

Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat Design Pembelajaran ala kita. Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran. Bukan hasil sempurna yang kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yang perlu anda share kan ke teman-teman yang lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/


#Putri Nur Fauziah Andriyanti#NHW5

Proses pembuatan NHW kali ini dimulai dengan mencari pengertian tentang metode pembelajaran. Dari hasil pencarian, terdapat beberapa model design pembelajaran. Dari 7 macam model yang saya temukan, saya rangkum dan dicari persamaannya. Akhirnya setelah membandingkan, terdapat beberapa point penting yang polanya berulang, sehingga dari situ, saya tetapkan design pembelajaran ala saya sbb:

DESIGN PEMBELAJARAN ALA PUTRI

  1. Identifikasi Karakter Awal Pembelajar
  2. Tujuan Pembelajaran
  3. Metode/Strategi Pembelajaran
  4. Alat dan Bahan Pembelajaran
  5. Pelaksanaan Pembelajaran
  6. Evaluasi Pembelajaran

—————————————————————–

  1. Identifikasi Karakteristik Awal

Saya merupakan tipe orang yang senang belajar dan sering kali penasaran terhadap hal baru yang belum pernah dipelajari. Saya punya kecenderungan pelit ilmu tapi terkadang juga punya keinginan besar untuk berbagi ilmu. Dalam proses belajar, saya akan penasaran bila menemukan permasalahan yang belum ditemukan jawabannya. Dan seringkali punya standar kepuasan tersendiri dalam menyelesaikan masalah. Saya lebih suka belajar mandiri daripada kelompok, tapi sangat antusias bila ada mentor. Tipe belajar saya cenderung visual, namun adanya audio bisa ikut membantu, dan lebih bagus lagi apabila ada alat peraga/belajar secara praktek. Cara memahami saya adalah dengan melihat secara garis besar, mengetahui konsep dan polanya serta membuat diagram.

Dalam jurusan ilmu yang saya pilih (Al-Qur’an, Sewing Craft, Parenting), posisi level saya berbeda-beda. Karena dari kecil saya sudah akrab dengan Al-Qur’an, maka diantara ketiga jurusan ilmu tersebut, level ilmu AL-Qur’an saya paling tinggi. Untuk membaca, insyaAllah sudah lumayan tartil, yang perlu difokuskan adalah tahfizh dan tafsir.

Level tertinggi kedua adalah craft, karena sudah mulai memegang mesin jahit sejak SMP. Namun, untuk craft sendiri baru mengenal sejak 2 tahun terakhir. Fokus pengembangan saya untuk ilmu ini adalah kerapihan atau akurasi produk dan bagaimana memicu kreatifitas diri sendiri.

Untuk ilmu parenting, baru mulai tertarik sejak mulai mengikuti seminar pra nikah dan kerumah tanggaan. Dibarengi dengan tidak mudahnya membimbing adik yang masih kecil, dari situlah mulai ingin mempelajari pendidikan Islam dan psikologi anak (saya ringkas menjadi ilmu parenting). Karena belum menikah, level saya masih dalam tahap teori dan mencari ilmu. Fokus selanjutnya adalah mendokumentasikan ilmu-ilmu tersebut dan mulai mempraktekannya pada adik-adik.

 

  1. Tujuan Pembelajaran

Tujuan dari pembelajaran ini sesungguhnya adalah untuk menjadi Ibu Profesional, asal mula sebuah peradaban. Untuk membangun sebuah peradaban yang baik, maka diperlukan skill dan ilmu yang baik pula. Dan menurut saya, ketiga ilmu yang ingin saya pelajari lebih dulu merupakan ilmu dasar yang harus saya punya sebelum mempelajari ilmu yang lainnya.

 

  1. Metode/Strategi Pembelajaran

Strategi saya untuk mengembangkan ilmu Al-Qur’an adalah dengan mempelajari bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Qur’an. Dengan begitu diharapkan proses menghafal dan mempelajari tafsir akan lebih mudah. Selain itu, InsyaAllah akan rutin juga dalam tilawah sehingga bahasa Al-Qur’an menjadi semakin familiar di lidah dan pendengaran.

Untuk craft, strategi saya adalah dengan mengikuti komunitas berbasis sewing craft untuk mempelajari ilmu dari senior-senior di bidang sewing craft. Saya juga bisa mempelajarinya dengan mengikuti workshop atau kursus di moment-moment tertentu. Selain itu, saat ini ilmu juga sudah banyak bertebaran di media sosial.

Strategi untuk ilmu parenting saat ini masih berupa ikut group komunitas parenting atau yang senafas dengannya dan mencatat resume-resume kulwappnya. Juga dengan mengikuti seminar atau kajian offline bertema parenting yang berlokasi di sekitar rumah.

 

  1. Alat dan Bahan Pembelajaran

Untuk saat ini, media pembelajaran yang saya punyai adalah guru/mentor, media social (Facebook, Pinterest, Instagram, Blog, Google, WA, dll), buku durusul lughoh, Al-Qur’an terjemah, laptop, android, buku catatan dan alat tulis.

 

  1. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran selama ini sudah mulai berlangsung. Untuk waktunya, masih belajar untuk konsisten dan memaksimalkan waktu lagi. Karena masih dibutuhkan dalam urusan kantor, maka minimal dalam satu minggu tersedia waktu untuk mempelajari ilmu tersebut. Misal, setiap hari Jum’at, ada kelas bahasa arab, setiap senin-selasa, mengikuti materi matrikulasi untuk bekal ilmu parenting, dan setiap minggunya menghasilkan minimal 1 karya sewing craft. Hari-hari lain diselipkan kegiatan-kegitan ringan yang bisa membantu dalam pembelajaran, seperti menjelajah pinterest, tilawah harian, dll.

 

  1. Evaluasi Pembelajaran

Selama ini, proses evaluasi jarang dilakukan secara rutin. Evaluasi pembelajaran bahasa arab bisa dilihat dari tes/ujian oleh ustadz, evaluasi hafalan bisa dilihat dari berapa halaman yang berhasil dihafal atau dimurajaah dalam sebulan. Evaluasi akurasi produk bisa dilihat dari tingkat kesulitan dan kerapihan saat menjahit suatu produk. Untuk kedepannya, mungkin evaluasi akan berupa hasil rekap/pencatatan dari checklist yang sebelumnya dibuat, dimana itu akan terkait langsung dengan tujuan dari pembelajaran itu sendiri.