LTQ Ahlul Qur’an & Lisani


Di deket rumahku baru dibuka LTQ Ahlul Qur’an sama Lisani. LTQ adalah Lembaga Tahsin-tahfizh Qur’an sedangkan Lisani adalah pusat pembelajaran bahasa arab. Senangnya hatiku, akhirnya aku bisa mempelajari Al-qur’an dan bahasanya tanpa harus pergi jauh. Kesempatan yang tidak akan aku sia-siakan. Akhirnya aku dan “kembaran” aku mendaftar LTQ dan Lisani, sedangkan “Si kembar kecil” didaftarkan program tahfizhnya saja.

Untuk yang anak kecil, pembelajarannya setiap hari senin-kamis ba’da maghrib, untuk yang dewasa hari sabtu-minggu. Agak berat sebenarnya, karena aku harus mengorbankan kunjungan rutinku ke Al-Azhar tercinta,mungkin aku akan jarang kesana, padahal selama ini disitulah tempat aku men-charge energi positifku. Sedih sebenarnya. 😦

Kemarin, Sabtu tanggal 6 Oktober, ada tes penempatan untuk kelas tahfizh. Dan hari ini ada kuliah perdana, di pusat LTQ Ahlul Qur’an, di Markaz Ahlul Qur”an, Jl.KH.M. Usman Nn. 1 03 Kukusan, Beji, Depok. Rutenya, naik 04 (angkot biru arah beji) sampai perumahan muslim permata darussalam.

LTQ Ahlul Qur’an-Perdana

Acara dimulai dengan sambutan dari pendiri LTQ, kemudian pembacaan juz 30 tanpa Qur’an oleh santri LTQ sebelumnya dan setelahnya di test oleh beberapa peserta. Peserta membacakan salah satu potongan ayat antara juz 30 n 29, dan kemudian santri tersebut melanjutkan. Ada juga yang meminta untuk membacakan potongan ayat yang sebelumnya. Semua pertanyaan berhasil dijawab dengan benar. Luar biasa adik-adik kecil itu. Acara dilanjutkan dengan tausiyah dengan tema “bersahabat dengan Al-Qur’an”. Selesai tausiyah, sholat dhuhur kemudian pulang. Aku harus mempersiapkan energiku untuk belajar perdana bhs arab nanti sore.

Kelas bahasa arab pertama. Tidak banyak yang datang. Pengajarnya bernama Ust. Zainal Arifin. Melihat sosoknya, aku jadi kangen sama Ust Helmi, pengajar bhs arab ku di AA setahun yang lalu. Tadinya aku beranggapan, tidak akan semenyenangkan seperti waktu dengan Ust. Helmi, namun entah karena memang semangat belajarku yang sedang menggebu-gebu, atau memang karena cara mengajarnya, aku menikmati moment-moment belajar ini. Dan tak terasa sudah satu setengah jam. Pembelajaran harus berakhir, padahal aku masih ingin berlanjut. 😦

Tapi tak apa, aku berharap, ini bisa menjadi awal yang baik untuk resolusiku. Dan untuk perubahanku menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Bukankah menuntut itu wajib hukumnya bagi muslim dari buaian hingga liang lahat? Jadi, Bismillah, Ya Alloh, ringankanlah langkahku menuntut ilmu, mudahkanlah jalanku. Aamiin.

Minggu, 7 Oktober 2012