Selalu ada alasan, latar belakang


Belakangan, aq terlibat dalam suatu problematika (aih bahasanya :p ), yang membuatku berpikir dan merenung.

Diantara perenungan itu, aq menemukan dua teori:

  1. Terkadang, apa yang terlihat, kenyataannya tidak seperti yang terlihat
  2. Apapun yang dilakukan seseorang, baik buruknya, pasti dy punya alasan, latar belakang.

Realisasinya dalam dunia nyata:

  • orang yang sedang bercanda, tertawa, blm tentu memang sedang bahagia, bisa jadi itu untuk menutupi lukanya, atau bisa jadi itu untuk melupakan penatnya.
  • orang yang tidak memberi tempat duduk pada ibu2 di bis, bisa jadi karena dy berpikir itu lebih baik bagi semuanya (karena akan lbh memakan tempat bila dy berdiri), bisa jadi bawaannya (baca: tas) sungguh berat, atau bisa jadi dy sedang menahan sakit di perutnya, kepalanya, kakinya.
  • orang yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga mencipratkan genangan air ke pejalan kaki, bisa jadi dy sedang terburu2 ingin ke kamar mandi, atau bisa jadi dy baru mendengar kalau anggota keluarganya masuk RS.
  • orang yang mengomel2 kasar, bisa jadi dy sedang ditimpa musibah, dilanda masalah, atau sedang banyak yang dipikirkan.
  • orang yang berpikir jelek dan pendendam, bisa jadi dia telah mengalami sesuatu yang membuatnya trauma.
  • orang yang diam dan terkesan nyuekin, bisa jadi dy sedang menahan emosi, atau mungkin sedang sakit gigi

dan banyak lagi hal-hal lain, peristiwa2 lain yang membuat kita terkadang langsung berpikir negatif tentang orang itu.

 

Tapi selalu ada alasan, latar belakang dibalik perilaku seseorang. Seperti kata pepatah, “don’t judge the book by it’s cover”.
Kita tidak tahu apa yang sedang dia alami, kita tidak tahu apa yang pernah dia lewati, dan kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang melatar belakangi perbuatannya itu.

 

Jadi tugas kita dalam menyikapi orang-orang yang bertingkah aneh, menyebalkan, atau merugikan adalah mencari 1001 alasan untuk memakluminya. Dan kalaupun yang mereka lakukan itu tidak baik, jadikan cermin bagi kita untuk tidak ikut-ikutan melakukan hal-hal tersebut. Syukur-syukur kita mampu untuk mengingatkannya.

 

Tapi sekali lagi, baik atau buruk, selalu ada alasan, latar belakang, bahkan pencuri pun punya alasan. Karena aq percaya, tidak ada orang yang benar-benar jahat atau ingin jadi orang jahat, selalu ada sisi baik yang bisa kita ambil pelajaran.

 

Jadi marilah kawan, kita bersama-sama mencoba untuk selalu berpikir positif. Seperti kata kak nita, selalu ada 2 pilihan, positif dan negatif. Kebahagiaan kita tergantung pada pilihan kita.

 

 

Nb: Buat semua yang sempat aq cap jelek, aq minta maaf, sedang khilaf :p

“Ya Alloh, jernihkanlah hatiku agar bisa selalu berpikir positif dan karuniakanlah ilmumu agar aq bisa lebih bijak dalam menjalani hidup.”