Matematika


Terkadang, ada hukum sebab akibat, saat orang terdekatmu tak mensyukuri kehadiranmu, tak mensyukuri keadaanmu, tak mensyukuri kelebihanmu apalagi kekuranganmu.

Mungkin kelak, kau akan menjadi seseorang yang sulit merasa bersyukur. Terhadap dirimu, orang di sekelilingmu, dan takdir hidupmu.

Namun, di sebuah sekolah, ketika seorang guru mengajarkan cara yang salah, haruskah muridnya mengikuti jalan itu walau tau jawabannya keliru?

Rumput di Taman


Saat mengatakan indahnya kehidupan seseorang, sebuah pesan tersirat dalam kalimat itu, menandakan yang berbicara tidak merasa kehidupannya lebih baik dari seseorang itu.

Tapi, benarkah seseorang itu merasa kehidupannya sangat indah? Merasa beruntung dengan jalan hidupnya yang dipandang cerah oleh sebagian orang?

Benarkah kehidupan orang yang mengatakan kalimat itu tidak lebih baik dari seseorang itu? Tampak suram di mata orang yang melihat?

Karena bisa jadi yang dikomentari tak merasa lebih baik dari yang mengomentari. Bisa jadi, ada siklus tak berujung dalam pandangan mata kehidupan seseorang.

Tak ada yang tahu, kecuali Yang Maha Tahu.

Hanya saja, saat kalimat itu didengar oleh yang bertanggung jawab atau yang seharusnya bertanggung jawab, yang diandalkan atau yang seharusnya bisa diandalkan, rasa itu menelusup ke sudut hati, membawa jeruji melukai setiap yang terlewati.

Ia seperti bayi, tergores kecil pun bisa membuat sang pemilik merasa terkucil. Karenanya, kalimat itu tak seharusnya ada, tak perlu ada. Hanya memandang tanpa kata, tersenyum saja agar tak menambah beban luka.

Just say, Alhamdulillah, tanpa harus menyiratkan kesah.

2015 in review


Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 21.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 8 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.