Sensing extrovert (Se)


Sensing extrovert (Se) adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan lima-indera yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya.

Kekhasan dari Se adalah kemampuan fleksibilitas dan kekuatan ototnya. Selain itu kemudi yang bergerak ke dalam menyebabkan
‘tuan yang punya badan’ menjadi seolah lebih malas untuk bergerak karena sumber bioritmiknya tergantung pemicu dari luar.

Se cenderung seperti diesel yang memulai dengan lambat tapi lama kelamaan semakin kuat. Bentuk (konstitusi) fisiknya atletis tetapi cenderung berukuran mungil namun ditunjang oleh keberadaan motorik halus sehingga memiliki kemampuan fleksibilitas fisik yang mengagumkan.

Fungsi otot dalam tipe S menjadikannya lebih senang dengan jenis pekerjaan yang memerlukan keuletan dan pekerjaan berkeringat karena mereka memiliki stamina yang lebih hebat.

Dalam tipe Se, muncul sifat lebih pemalu dan pencemas, namun berani mencoba sekaligus memanfaatkan potensi tenaganya yang sedia ada. Bahkan pada urusan untuk tampil ke depan, jika ia sudah ditempa dengan latihan yang disiplin dan pengalaman justru ia merasa paling berhak untuk berada di barisan paling depan, meskipun awalnya pemalu.

Jenis Se memiliki kelebihan yang cenderung lebih dermawan. Dalam membelanjakan untuk dirinya pun cenderung lebih boros. Hidupnya cenderung ingin bersenang-senang. Jika menolong orang cukup dengan memberi uang. Ia merasa tanggung jawabnya selesai jika sudah menangani masalah dengan memberi uang.

Berkat kestabilannya dalam bekerja dan selalu terhubung dengan lingkungannya (karena lingkungan justru menjadi chargernya) serta membeli dukungan lingkungan dengan kedermawanannya, maka akhirnya membuat orang Se memiliki banyak peluang bisnis yang menjadi momentum terbaik untuk dimanfaatkan. Kebiasaannya selalu mencari peluang baru, terkadang tergelincir menjadi sosok yang lebih oportunistik.

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku, terdapat 10 sifat yang tetap, yaitu: adventurous, playful, demonstrative, generous, repetitious, tune in order, show offs, inoffensive, endurance, dan experience.

Cara orang Se dalam mempelajari sesuatu dilakukan dengan menghafal bacaannya. Tipe Se memiliki kemampuan merekam secara visual yang lebih mengagumkan. Faktor yang paling membuatnya menguasai pelajaran jika ia mengulang-ulang mengerjakan latihan soal atau memecahkan masalah. Mencoba langsung dan mengalami sendiri merupakan proses belajar yang paling efektif.

Cara yang paling jitu untuk mendorong tipe Se adalah dengan memberikan insentif berupa sesuatu yang nyata (tangible).

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut: ekonomi, sport, kemiliteran, perhotelan, sejarah.

Empat kata kunci bagi tipe Se adalah mengingat, otot, rajin, dan tercetak. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya ingat, memerlukan otot, dan mengandalkan faktor rajin untuk menguasainya, serta mudah membentuk dirinya, karena tipe Se memang sangat bergantung pada tempaan lingkungannya.

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Se memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: tahan banting seperti laki-laki tapi manja seperti perempuan, eksposure petualangannya luas namun internalisasi kedewasaan lambat, seperti pemberani padahal sebenarnya kerdil, menjadi pendamping yang mudah disenangkan namun tidak mudah dibuat jatuh cinta, pembawaannya terkesan lembut padahal suaranya sering melengking, susah memulai kerja tetapi jika sudah mulai kerja determinasinya kuat, dermawan tapi boros sebagai penikmat, mengharapkan kepastian tetapi cepat merasa tersudut kemudian kabur.

*dikutip dari bukunya*

Sensing introvert (Si)


Sensing introvert (Si) adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan lima indera yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya.

Orang Si memiliki kemampuan mengingat dan seolah tidak bisa diam, ingin selalu bergerak karena identik dengan otot. Oleh karena itu, tipe S lebih senang dengan jenis pekerjaan yang memerlukan keuletan dan pekerjaan berkeringat. Tipe S lebih memilih peran sebagai pemain yang berada di lapangan atau di panggung dibandingkan dengan menjadi orang belakang layar.

Jenis Si memiliki kelebihan yang otomatis berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa efisien. Cara membelanjakan pengeluaran begitu hemat. Daripada disuruh berbagi terlalu besar, tipe Si memilih membantu dengan cara lain yang mengeluarkan tenaganya. Ia menolong orang dengan keuletannya.

Berkat rajin dan tidak mudah lelah, tipe Si memiliki jumlah koneksi hubungan sosial yang banyak. Dalam pikiran tipe Si, atas semua jerih payah yang dilakukannya, ia berharap dapat panen memetik hasilnya.

Sepuluh sifat yang tetap bagi orang Si adalah persistent, detailed, recorder, discipline, careful, spirited, encyclopedic, workaholic, timeful, dan indifferent.

Jika seorang Si ingin memperbaiki cara belajarnya, lakukan dengan merekam perbendaharaan istilah atau kata-kata (vocabulary) baru. Penggunaan alat peraga juga sangat penting karena penampakan secara visual akan memperbanyak rekaman informasi ke ingatannya. Mencoba langsung atau mengalami sendiri merupakan proses belajar yang paling efektif bagi tipe Si. Istilahnya belajar sambil bergerak.

Cara paling jitu untuk membangkitkan motivasinya untuk belajar dan bekerja yaitu jika diberi sparring (teman berlatih yang sekaligus menjadi pesaingnya).

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut: keuangan, bahasa, transportasi, perdagangan, dan hiburan.

Patokan bagi tipe Si jika ingin memilih jurusan ataupun profesi adalah dengan mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengingat, otot, rajin, dan tergerak.

Secara pribadi yang utuh, tipe Si memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: penuh ambisi namun mudah patah, penurut namun muncul rasa persaingan, berjiwa pesiar namun ingin selalu didampingi sparringnya, menjadi kamus atas segala problematika namun terkadang ‘blank’, cenderung kronologis dan fakta sentris meski terkadang seperti bola liar dan tiba-tiba meyakini telepati, pelakon yang percaya diri namun terkadang menjadi pencemas, memang ulet dan tersusun namun disertai dengan bawel seperti Mr. Printilan.

*dikutip dari bukunya*

Penjelasan Hasil Tes STIFIn



Judul Buku : Penjelasan Hasil Tes STIFIn, mengenali cetak biru hidup anda

Penulis : Farid Poniman

Penerbit : PT STIFin Fingerprint

Dimensi : 20 cm x 14,5 cm

Halaman : 92 + iv

Tanggal beli : –

Harga : –

Review :

Tes stifin adalah tes yang dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari anda. Sidik jari tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak yang dominan sebagai sistem-operasi sekaligus menjadi mesin kecerdasan.

Disamping itu, dapat diprediksi pula letak dominasi mesin kecerdasannya, ada di lapisan otak berwarna putih atau berwarna abu-abu, yang merupakan kemudi dari mesin kecerdasan itu sendiri.

Mesin kecerdasan dan personaliti ini keduanya genetik dan tidak pernah berubah. Namun demikian, terdapat banyak lagi personaliti-personaliti lain yang tidak genetik dan dapat berubah.

Terdapat perbedaan dalam menentukan konsep dominasi otak antara konsep STIFIn dengan konsep kecerdasan yang lain.

Konsep kecerdasan yang lain menggunakan pendekatan mengukur kapasitas perangkat keras otak. Menurut mereka, belahan otak dengan kapasitas paling besarlah yang dianggap dominan.

Sedangkan konsep STIFIn, menganganggap yang paling dominan adalah yang paling kerap digunakan, paling aktif berfungsi, paling otomatis digunakan, dan menjadi bawah sadar manusia. Konsep STIFIn menyebutnya sebagai sistem operasi otak.

Ada kalanya belahan otak yang berfungsi sebagai sistem operasi otak juga sekaligus memiliki kapasitas paling besar. Namun, tidak selalu begitu. Maka, jika konsep kecerdasan mendasarkan pada sistem operasi otak, akan menjadi lebih selamat karena menemukan jalan hidup yang ‘gue banget’.

Begitu mengetahui belahan dan lapisan otak yang dominan, ternyata banyak sekali paket informasi yang bisa dikuak, mulai dari metabolisme tubuh, struktur tubuh, kekuatan dan kelemahan diri, pasangan kemistri unsur alam, cara belajar, kesesuaian profesi, cara bekerja, cara berhubungan, dan cara sukses menjalani hidup.

Konsep STIFIn membagi kepribadian menjadi 9, yaitu Si (Sensing introvert), Se (Sensing extrovert), Ti (Thinking introvert), Te (Thinking extrovert), Ii (Intuiting introvert), Ie (Intuiting extrovert), Fi (Feeling introvert), Fe (Feeling extrovert), dan In (Insting)

*penjelasan lebih lanjut di next post*

Buku ini dengan yang sebelumnya sama-sama merupakan bawaan dari Tes STIFIn. Perbedaannya, buku yang pertama lebih umum, sedangkan buku ini fokus menjelaskan secara detail ke-9 kepribadian ala STIFIn.

Rating : Good–Better–Best