Jodoh Dunia Akhirat


Assalamu’alaikum Ghea
Waktu dan cuaca berubah
Tapi, keyakinan dalam hatiku tidak
Dia, terus tumbuh setiap hari tersiram doa
Keyakinan ini menguatkanku untuk terus memantaskan diri
Demi terwujudnya sebuah impian
Mimpi yang dulu sempat aku lepaskan
Mimpi tentang seseorang yang akan menjadi penyempurna agamaku di masa depan
Doa-doaku setiap malam memohon pada Allah untuk menunjukkan
Dan aku, aku tetap melihatmu, ada di masa depanku
Kamu, tetap menjadi impianku
Ghea, apakah kamu bersedia menjadi penyempurna agamaku?


Jodoh Dunia Akhirat
oleh: Kang Abay

Kumerayu pada Allah yang tahu isi hatiku
dimalam hening aku selalu mengadu
Tunjukan padaku…

Kuaktifkan radarku mencari sosok yang dinanti
Kuikhlaskan pengharapanku dihati
Siapa dirimu…

Dalam kesabaran kumelangkah menjemputmu
Cinta dalam hati akan aku jaga hingga
Allah persatukan kita….

Reff :
Jodoh Dunia Akhirat
Namamu rahasia
Tapi kau ada dimasa depanku

Kusebut dalam doa
Kuikhlaskan rinduku
Kita bersama melangkah ke surga, abadi…

“Bukan cinta yang memilihmu, tapi Allah yang memilihmu…Untuk kucintai…”

Download Jodoh Dunia Akhirat

JoHan (Jodoh di Tangan Tuhan)


Kau mengusikku sejak pertemuan pertama
Mendekatkan kita di pertemuan berikutnya
Pandanganmu seolah mengartikan rasa
pun sikapmu yang menyiratkan suka
Namun kelumu meniadakan semua

Ah, andai kau tahu
bahwa ada hal-hal yang harus diucapkan agar orang lain bisa mengerti
Andai kau pun sadari
sesungguhnya selama ini aku menanti pasti

Kau memang mampu pahami kebawelanku layaknya ku pahami keangkuhanmu
Namun aku yang selalu mengisi seakan tak berarti karena kau tak ingin membuka diri
Kau hanya diam dalam kebaikan hati
Maka jangan salahkan bila aku tak sanggup mengerti, lelah menyingkap apa yang tersembunyi

Dan saat raguku kemudian menghantui
Sunyimu kemudian menjaraki
Pada akhirnya kita sadar dunia kita berbeda
Kau dengan hingar bingarmu dan aku dengan kesederhanaanku

Tanpa terucap, kita seolah sepakat
Kau tuju suksesmu, aku pun menggapai suksesku

Entah apakah sukses kita ada di puncak yang sama
Entah akankah bersatu ada dalam garis takdir kita
Bersama, melapangkan dada, relakan semua
Karena jodoh, sungguh hanya ada dalam kuasa-Nya

***
Jodoh Di Tangan Tuhan (Johan)
oleh: RaBel

Ku punya dunia, Dunia ku begini
Ku punya mata, Ku punya telinga
Jangan anggap ku batu, Tak punya perasaan
Melihatmu dengannya, Aku Panas

Ku punya dunia, Dunia ku begini
Ku punya hati, Punya perasaan
Coba raba batinku, Coba tatap mataku
Melihatmu dengannya, Ku cemburu

Reff:
Cinta mengapa harus rumit
Biar begini wanita ku nanti satu
Siapa dia biar hatiku yang tahu
Ku pasti setia tapi nanti

Cinta bisakah jadi mudah
Kau berkelana masa’ aku harus diam
Biar saja kita jalani masing-masing
Jodoh di tangan Tuhan
Biar saja

Download Jodoh Di Tangan Tuhan (Johan)

Sesuci cinta Rana


Tahun lalu, ada film yang ingin sekali ku tonton. Namun oleh satu dan banyak hal, aku batal menontonnya. Mencari novelnya pun tak pernah ketemu. Dan entah rahasia apa yang membuat Alloh menakdirkanku untuk menonton film itu, akhirnya, kemarin, film yang beredar di bioskop itu pun tayang perdana di TV, di channel RCTI.

Aku girang setengah idup waktu melihat iklannya hari Minggu kemarin. Dan kemudian mencatat waktunya. Senin, 8 Juli 2013 , pukul 22.30. Namun, sesuatu yang terjadi di kantor membuat aku lemas seketika. Kehilangan semangat dan gairah melakukan segala. Sampai di rumah, film itu pun terlupa dari ingatanku.

Namun benar kata pepatah (?), kalau sudah jodoh, badai tornado pun tak kan bisa menghalangi. Memang Alloh sudah menakdirkan aku menontonnya, maka kembali diingatkanlah aku pada film itu lewat iklan saat adikku menonton Tukang Bubur Naik Haji.

***

Cinta Suci Zahrana, berkisah tentang gadis muslimah yang berprestasi luar biasa. Akhwat cantik ini seorang insinyur. Lulusan S-2 dan mendapatkan banyak penghargaan. Niatnya mulia, ingin membuat bangga dan bahagia kedua orang tua. Namun sebanyak apapun penghargaan dan pujian yang dialamatkan pada Rana, jauh di hati kecil bapak-ibu nya, tersimpan sebuah kesedihan mendalam, terkait dengan anak semata wayangnya yang belum juga menikah di usianya yang sudah berkepala tiga.

Bapaknya yang mengidap penyakit jantung ingin sekali melihat Rana duduk di pelaminan sebelum Bapaknya menutup usia. Ikhtiar sudah dilakukan. Seakan sebuah sayembara, beragam jenis calon pendamping satu persatu mulai mengetuk rumahnya. Dari sang dekan genit di Universitas tempat Rana mengajar, sampai pemilik bengkel yang sudah menduda tiga kali. Tapi tak ada satu pun yang memikat hati. Bukan karena pendidikan, kemapanan, maupun strata sosial yang membuat Rana enggan menerima lamaran para pria itu. Namun Rana melihat pada akhlaknya, pada agamanya, pada kesholehannya. Dan itu tidak ia temukan pada semua calon yang diajukan padanya.

Hampir putus asa, akhirnya ia meminta bantuan pada Ibu Nyai, pemilik sebuah yayasan pondok pesantren. Dari Ibu Nyai lah akhirnya ia menemukan sosok yang klop di hati. Rahmat, si penjual krupuk nan sholeh. Lulusan pondok yang telah ditinggal mati oleh istrinya.

Sekalipun jarak mereka seperti langit dan bumi, Rana yakin akan pilihannya. Bukan karena usianya yang semakin dewasa, bukan pula karena semakin banyak hinaan “perawan tua” yang dicercakan padanya. Namun, ia memilih Rahmat karena Allah, karena kesholehan pria itu.

Undangan telah disebar, tempat pernikahan telah disiapkan. Namun, sekali lagi iman Rana diuji. Menjelang pernikahan, bapaknya meninggal, pun ditambah satu lagi ujian berat yang menimpanya membuatnya benar-benar nyaris kehilangan keyakinannya.

Namun, sesudah kesulitan ada kemudahan. Allah Maha Adil. Janji-Nya pasti bagi siapa yang percaya. Dan pada akhirnya, Rana mendapatkan apa yang terbaik untuknya menurut Allah. Keteguhannya menjaga agama dan kesucian cintanya berbuah manis. Dan kemudian aku pun menangis. Allah sungguh sungguh Maha Adil.

Sesungguhnya di kegelapanlah, terangnya sinar itu bisa benar-benar terlihat.

Film ini sungguh menyadarkan dan menginspirasiku. Memberi banyak pelajaran padaku. Dan sangat menghibur di tengah hatiku yang sedang galau memelow. Sekarang aku mengerti mengapa Alloh menakdirkan aku tidak melewatkan jam tayang film ini. Ia mungkin ingin “berbicara” lewat film ini.

Soundtracknya yang mendayu memilu juga sanggup menghibur hatiku yang hampir layu.

Lirik Reff lagunya sangat mengena di hatiku.

Sebut nama-Nya, dekat dengan-Nya, pinta pada-Nya.

Segala perkara hidup dan cintamu, indah pada waktunya.

Duh, meresapi kata-kata itu membuatku ingin menangis.

Percaya saja pada-Nya. Maka semua akan indah pada waktunya.

Duhai, semoga aku bisa menjaga keyakinanku pada-Nya. Pun semoga aku bisa menjaga kesucian cintaku. Sesuci cinta Rana.