Materi 3


Materi 3
Oleh: Hikaru
8 Maret 2015

Editing Naskah dan Novel

Bedakan antara menulis dan mengedit.
Saat menulis, tulislah terus menerus, tidak perlu sekali-kali dilihat dan diedit. Bila mentok? Itu berarti kurang bahan untuk tulisannya.
Setelah selesai menulis, barulah tempatkan diri sebagai editor galak. Dua hal yang perlu di edit adalah EYD dan konten.

Ketika kita tidak suka dengan tulisan kita, pembaca juga akan sulit suka.

Kenapa harus menulis?
1. Self Teraphi, menulis dapat menjadi terapi untuk diri kita sendiri.
2. Perang media, dengan menulis di media, kita bisa mengimbangi hal-hal yang tidak baik di dunia maya.
3. Amal jariyah, tulisan kita juga bisa menjadi amal jariyah bila yang kita tulis adalah kebaikan yang kemudian diikuti oleh orang banya. Sebuah buku bisa mengubah hidup, bahkan dunia.

Kalau mau sukses, kita harus melewati 10.000 jam latihan (+ 5 tahun), dalam bidang apapun.

Tantangan bagi penulis pemula:
1. Tidak ada ide
2. Tidak selesai sampai akhir
3. Sebentar-sebentar diedit
4. Tidak mood
5. Tidak PD (karena membandingkan dengan orang lain. PD lah, karena ini gaya kita)

Tips menulis novel:
– Hindari tokoh yang terlalu sempurna
– Kembangkan latar, tapi jangan terlalu banyak. Bila 2 halaman hanya berisi latar, pembaca akan bosan
– Tulislah proporsional antara paragraf dan dialog, terlalu banyak paragraf, mata cepat lelah, namun terlalu banyak dialog pun jadi seperti drama.

TUGAS: Buat Draft Novel (Kerangka Novel).

Materi 2


Materi 2
Oleh: Noor H. Dee
15 Februari 2015

1. Perbedaan Fiksi dan Non Fiksi

Fiksi merupakan cerita yang ditulis berdasarkan imajinasi penulis.
Contoh: cerpen, novel, dll

Non fiksi adalah cerita berdasarkan kisah nyata.
Contoh: artikel, dll

Bila kisah nyata dijadikan novel atau cerpen, maka tidak bisa dikatakan non fiksi, melainkan “based on” karena kisah nyata itu telah digambarkan secara luas.

2. All About Cerpen

Cerpen menurut Edgar Allan Poe, adalah cerita yang bisa dibaca sekali duduk.

Hal yang paling ditonjolkan dalam sebuah cerpen adalah cerita. Tidak perlu menuliskan dengan kata-kata yang puitis/indah. Karena diksi yang bagus (baik) tidak selalu yang indah (puitis), melainkan kata yang tepat penggunaannya.

Bagaimana menulis cerpen yang baik?
Metode menulis cerpen ada banyak, berikut ini adalah metode (cara-cara) yang digunakan oleh Noor H. Dee.

Pedoman pertama dan paling utama dalam menulis adalah mempelajari tata cara penulisan yang benar (teknik dasar menulis). Kita harus paham bagaimana membuat kalimat yang baik, apa saja syarat-syarat membuat paragraf, kenapa ada paragraf yang baik dan yang buruk, dll.

Unsur-unsur cerpen:

1. Karakter: bisa manusia, robot, hewan, atau benda.
Semakin sedikit karakter, semakin bagus. Menggambarkan karakter lebih baik dengan showing dan bukan telling.

Contoh telling: Koko adalah seorang laki-laki yang kejam
Contoh showing: Koko keluar rumah lalu menendang kucing sampai lehernya patah.

2. Latar: bisa di dalam kamar, di gerbong kereta, di taman, siang hari, dll.
Kalau bisa, gunakan 1 saja latar tempat dan waktu.

3. Paragraf: tiga paragraf pertama menentukan pembaca akan terus membaca atau tidak.
Bagaimana agar paragraf pertama bisa menarik pembaca? Usahakan jangan bertele-tele. Munculkan masalah/kalimat yang membuat pembaca penasaran. Tapi bukan konflik di awal. Hindari juga flashback. Memunculkan konflik di awal lalu flashback bisa dibilang cara pintas untuk jalan aman.

4. Ending: senjata utama dalam cerpen adalah paragraf pertama dan ending. Agar menarik, buat endingnya twist (tidak terduga), gantung, atau mengagetkan.

3 Langkah Menulis Cerpen:

1. Tulis draft pertama. Tulislah apa saja yang ingin kita tulis, seperti curhatan juga boleh. Tidak perlu memperhatikan diksi atau tanda baca. Tulislah semua alur sampai selesai.

2. Tulis draft kedua. Dari draft pertama yang bisa dibilang “sampah” tadi, tulislah dengan gaya bahasa cerita. (Mulai menuliskan dengan teratur)

3. Tulis draft ketiga. Setelah menjadi satu cerita utuh, maka review dan perbaiki diksi maupun tanda baca. Edit dan revisi.

Perhatikan!!! Jangan menulis sambil mengedit.

Bagaimana cara mudah latihan menulis cerpen?

1. Ambil sebuah buku, buka halaman berapa saja, ambil 1 kalimat, lalu kembangkan kalimat itu menjadi cerita yang berbeda dari cerita yang ada di dalam buku tersebut.

2. Lihat karakter orang di sekitar. Saat sedang di bus, kereta, jalan, atau tempat lain, cari orang yang unik, misalnya orang yang sedang cemberut, yang gendut, yang gelisah, atau lainnya. Tanya dalam hati, kenapa dia bisa sampai disitu, sedang apa, dan imajinasikan.

Seorang penulis yang baik harus bisa menempatkan dirinya sesuai dengan tema tulisannya. Misalnya, ingin menulis cerita anak, maka “jadilah” anak-anak.

>> Kalau cerpennya mau dimuat di media, baca dulu cerpen-cerpen yang terbit di media itu. Pelajari selera editornya atau karakter cerpen yang dimuat.

>> Untuk mempelajari cerpen-cerpen yang ditulis di media, buka web lakonhidup.wordpress.com, sedangkan untuk mempelajari cerpen yang ditulis penulis dunia, buka di web fiksilotus.com

TUGAS: Buatlah cerpen 5 paragraf.

image

Materi 1


Materi 1
Oleh: Denny Prabowo
1 Februari 2015

SASTRA DAN DUNIA TULIS MENULIS

~Sastra~
Ada banyak definisi sastra. Ada yang membagi sastra menjadi sastra yang berkualitas dan yang tidak. Ada pula yang membagi sastra menjadi sastra lama dan sastra modern.

Tapi, pada dasarnya pembagian sastra ada 3, yaitu:
1. Puisi, dapat berupa syair, soneta, pantun, dll
2. Drama, dapat berupa skenario, dll
3. Prosa, dapat berupa cerpen, novel, fiksi mini, dll

~Tulis Menulis~
Ada 2 syarat yang harus dipenuhi agar menjadi penulis yang baik:

1. Bahasa (Kekayaan kosa kata)
Untuk memperkaya bahasa, maka harus banyak membaca. Jangan tergantung suasana hati atau keinginan sendiri untuk membaca.

2. Wawasan (Isi naskah)
Semakin banyak wawasan, semakin berkualitas tulisan kita. Jangan membatasi bacaan kita. Bacalah semua yang bisa dibaca, bahkan sekalipun itu tidak sesuai dengan ideologi kita (hanya sekedar untuk menambah wawasan).

Secara umum, tulisan dibagi atas fiksi dan nonfiksi.

Diskusi :
Q: Apa perbedaan review, resensi, dan sinopsis?
A: Sebenarnya review dan resensi sama saja. Resensi dapat berupa ringkasan (sinopsis), analisis, membandingkan, penilaian (ulasan), dll.

Q: Bagaimana dengan esai?
A: Esai adalah pendapat kita tentang suatu hal tapi hanya sepintas lalu. Unsur-unsur yang terdapat pada esai yaitu topik, tesis (pernyataan kita), pembuktian, dan kesimpulan. Esai ilmiah adalah esai yang pembuktiannya menggunakan data.

Q: Pentingkah data untuk sebuah fiksi?
A: Semakin banyak data yang kita masukkan di dalam sebuah fiksi, semakin sulit bagi kita untuk mengembangkannya. Karena bila ada data yang tidak sesuai dengan fakta, maka itu akan dipertanyakan dan bisa menjadi masalah.

Q: Bagaimana tips agar tulisan tembus di media?
A: tulisan tembus atau tidak, itu tergantung selera auditor (redaktur). Tidak tembus di media yang satu, bisa jadi berhasil masuk ke media yang lain. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah menghasilkan tulisan-tulisan yang bagus, lalu mencoba mengirimkannya ke media yang sesuai dengan gaya tulisan kita.

Q: Bagaimana caranya meresensi karya non fiksi?
A: itu justru lebih mudah. Kalau meresensi fiksi, kita perlu membaca keseluruhan cerita dan mengambil pokok-pokok utamanya. Namun, untuk karya non fiksi, kita bisa saja tidak membaca keseluruhan isinya. Caranya, perhatikan kata pengantar, endorsement, pendahuluan, dan daftar isi. Dari daftar isi tersebut, ambil beberapa bagian yang ingin ditonjolkan untuk isi resensi, lalu bacalah bagian itu.

Q: Bagaimana menghasilkan karya yang bagus?
A: Cara untuk menilai sebuah fiksi bagus atau tidak, bisa dilihat dari faktor ekstrinsik dan intrinsik. Novel/cerpen dikatakan bagus bila tokoh, tema, alur, latar, dan faktor instrinsik lainnya terhubung menjadi satu kesatuan.

PUISI DAN PERKEMBANGANNYA
(Ruang lingkup: Puisi Imajis)

Puisi Imajis: Puisi yang menampilkan citraan yang menimbulkan kesan atau perasaan tertentu bagi pembaca, tapi dengan tidak menambahkan komentar atau tanggapan dari penulis.

Citraan: segala sesuatu yang dapat diserap oleh indera kita.

Unsur-unsur citraan:
Citraan penglihatan (visual)
Citraan suara (auditif)
Citraan raba/sentuh (taktil)
Citraan gerak (kinestetik)

Cara mudah untuk berlatih membuat puisi imajis adalah dengan mendeskripsikan sebuah gambar/foto/lukisan.

Contoh puisi imajis:

>> Luka
Haha
(menampilkan citraan suara)

>> Seekor katak melompat ke dalam sungai. Plung.
(menampilkan citraan visual dan suara)

Contoh yang kurang tepat:

>> Gadis berjilbab berjalan cepat
Sesekali melihat arloji di pergelangan
Dag dig dug jantungnya berlari
Bahkan rerumputan pun ikut tegak berdiri
(“jantung berlari” menggunakan majas personifikasi, tidak bisa digambarkan, bisa diganti dengan kata “jantung berdetak”)

>> Aku berdiri di atas abu yang menyengat
Melirik rumah-rumah berserakan
Pun orang menengadah tangan
(kata “menyengat” tidak bisa digambarkan, dan itu merupakan komentar atau opini si penulis, sebaiknya dihilangkan saja)

TUGAS: Carilah sebuah gambar, lalu deskripsikan dengan menggunakan puisi imajis.

image