Rapihkan shaff

Entah di negara lain, tapi di negeri khatulistiwa ini, terkhusus di kota tercintaku, ada kebiasaan yang sudah membudaya mengusikku. Sesuatu yang membuatku kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.

BARISAN

Indonesia memang negara kesatuan, tapi sepertinya aku mengerti sekarang kenapa masyarakatnya mudah terpecah pelah.

Mungkin masalahnya ada di barisan.

Berapa banyak ditemui lubang-lubang di setiap barisan? Entah itu barisan upacara, barisan sholat, maupun barisan seminar.

Ya, dalam beberapa seminar atau yang sejenisnya, hampir selalu dapat ku pastikan tidak ada yang mau duduk di depan. Sebaliknya, barisan belakang akan penuh duluan. Padahal, bukankah penyerapan materi yang diberikan berbanding lurus dengan posisi duduk?

Aku selalu bertanya-tanya, mengapa tidak banyak yang mau memenuhi kursi terdepan? Bila yang datang awal menempati kursi terdepan, begitu seterusnya, tidak akan ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s