Tanya Jawab Matrik IIP #9

1⃣ Wita
Mbak, saya mohon penjelasan untuk pernyataan yang ini “Bila suami protes berarti warning lampu kuning dan bila anak-anak yang protes berarti warning lampu merah”. Logika saya, ‘kepemilikkan’ yang paling tinggi untuk seorang wanita menikah kan di suaminya, kenapa warningnya suami dikalahkan oleh warningnya anak-anak ?

🔉1⃣ Mb Wita, dalam usaha kita belajar menjadi seorang IBU profesional tentu izin tertinggi ada pada suami tapi saat menjalani proses tersebut customer utama kita adalah anak-anak, jadi saat customer kita protes atas proses yang kita jalani maka itulah lampu merah bagi kita ✅

 

2⃣ Tria
Bagaimanakah kita sebagai ortu membimbing anak-anak menjadi orang yang memiliki ‘keinginan untuk bermanfaat’ bagi umat/masyarakat?

🔉2⃣ “Children see children do” mb Tria, jadi aktiflah di berbagai kegiatan sosial supaya mereka melihat contoh nyata yang dilakukan ortu mereka, lalu ajaklah mereka terlibat dalam aktivitas tersebut. Saat anak ada di usia pra baligh buatlah project-project sosial keluarga dengan mereka sebagai motornya, in syaa allah bisa mengasah kepekaan sosial mereka ✅

 

3⃣ Ardiani Putri
Anak saya masih 19m, pernah suatu ketika saya ikut sebuah kelas sertifikasi untuk menambah jam terbang saya sehingga harus meninggalkan anak saya dengan keluarga lebih dari 8 jam. Ternyata sesampainya di rumah anak saya sedang menangis sambil memeluk jilbab dan baju saya, tidak mau dipegang oleh siapapun. Apakah ini termasuk lampu merah bagi saya untuk berhenti menambah jam terbang di luar rumah? Adakah tipsnya untuk melatih anak mandiri ketika saya sedang beraktifitas di luar? Atau baiknya saya selesaikan tahapan bunda sayang dan bunda cekatan terlebih dahulu?

🔉3⃣ Melatih kemandirian anak ada dalam materi bunda sayang mb putri. Itulah kenapa bunda produktif/bunda shalehah harus melewati tahapan bunda sayang dan bunda cekatan dulu, supaya tidak terjadi hal-hal yang mengusik ketentraman hati 😊✅

 

4⃣ Poppy
Saya pernah berbincang dengan salah satu ibu, yang saya lihat punya potensi untuk aktif di lingkungan. Tapi keluar pernyataan dari beliau bahwa: “beberapa orang meragukan saya karena terlihat tidak pandai mengurus rumah tangga”. Pertanyaan saya, apa standarnya/indikatornya seorang ibu BOLEH aktif di luar rumah, selain restu suami dan anak-anaknya? Misalnya, apakah usia anak bungsu harus minimal 14 tahun? dsb.

🔉4⃣ Menanggapi pernyataan teman mb poppy di atas: The only reality is OUR PERCEPTION, maka buatlah persepsi positif terlebih dahulu dengan diri kita, setelah yakin, masukkan persepsi positif dengan orang-orang di sekitar kita. Di IIP Indikator seorang ibu dipersilahkan aktif di luar rumah selain restu suami dan anak adalah sudah punya pijakan yang kuat di tahapan bunsay dan buncek. ✅

 

5⃣ Nira
Bagaimana nasib kuadran suka tapi tidak bisa, ketidak-bisaan karena manajemen waktu misalnya, bagaimana proporsi waktunya,

🔉5⃣ BISA itu berkaitan dengan kemampuan. SUKA berkaitan dengan rasa. Jika MAU sedikit berdisiplin di manajemen waktu in syaa allah mb Nira pasti BISA produktif di bidang tersebut, semangat yaaaa… ✊🏼✅

 

6⃣ Dinda
Ada peribahasa bilang perempuan itu tidak akan bisa fokus kerja di ranah publik jika pekerjaan di ranah domestik belum tuntas. Dan lelaki itu tidak akan bisa fokus di urusan keluarga jika pekerjaannya di kantor belum tuntas.
Bagaimana ya menyeimbangkan keduanya agar bisa sukses di rumah dan bisa menambah jam terbang juga di ranah publik. Adalah tips dan triks berbagi tugas dengan suami agar bisa sukses di keduanya juga. Karena kesuksesan keluarga akan terjadi jika suami istri bisa berkolaborasi dengan tepat.

🔉6⃣ Tips dari pak Dodik saat kopdar 2 minggu lalu adalah banyak-banyaklah ngobrol dan melakukan berbagai aktivitas bersama keluarga (suami dan anak-anak). Sehingga komunikasi bisa cair dan kolaborasi antar anggota keluarga lebih mudah dilakukan. ✅

 

7⃣ Marie
Bagaimana menyikapi keadaan dimana kita berada di lingkungan yang bisa dibilang individualistis dan sulit untuk bekerja sama? Bagaimana menumbuhkan empati di lingkungan seperti itu? Mengingat sudah beberapa kali dicoba untuk menggerakkan lingkungan tersebut namun hasilnya tidak signifikan. Apakah mencari lingkungan lain atau bagaimana? Terima kasih.😊

🔉7⃣ Menurut saya poin utama dalam menjadi agen perubahan adalah kontribusi apa yang bisa kita bagikan untuk lingkungan sekitar mb Marie, sehingga kita fokus ke dalam bukan terpengaruh dengan kondisi lingkungan luar.
Emphaty ditumbuhkan dari perubahan-perubahan yang sudah kita buat dalam lingkup keluarga kita. Misal kita sudah sukses menjalankan 3R di rumah kita, semua anggota keluarga fasih melakukan 3R. Kemudian kita lihat lingkungan sekitar belum aware dengan program tersebut. Kita ingin meluaskan kegiatan tersebut ke lingkungan RT kita, maka kita akan dengan senang hati merintis usaha tersebut, bisa juga dengan melibatkan anggota keluarga sehingga keluarga tidak ditinggalkan. Banyak sedikitnya tetangga yang ikut kegiatan ini bukan tujuan utama kita.
Apalagi jika ditambah passion maka akan bermunculan ide-ide kreatif untuk menemukan solusi dari setiap tantangan yang muncul. ✅

 

8⃣ Wiwit :
Ibu sebagai Agen Perubahan! Saya sepakat sekali dengan statement tersebut. Ingin sekali berbagi kebaikan dengan ibu-ibu di lingkungan sekeliling saya. Hanya saya ingin mendapat ilmu lebih bagaimana cara berkomunikasi yang lebih baik dalam menyampaikan pesan. Mohon pencerahan, apakah IIP mempunyai materi/pelatihan/saran media untuk ilmu komunikasi yang efektif untuk masuk di lingkungan yang heterogen (latar belakang & sosial yang berbeda-beda)? Karena menurut saya hal ini sangat membantu peran kita Ibu sebagai agen perubahan. Jazakillah Khairan Katsira 😊🙏🏼

‬ 🔉8⃣ Saya baru 10 bulan bergabung dengan IIP, dalam waktu yang singkat ini saya belum sepenuhnya mengikuti semua materi yang ada di IIP. Yang saya tahu beberapa kota memiliki rumah belajar public speaking, di sana member bisa menggali ilmu tentang cara berkomunikasi yang baik.
Usulan mb wiwit sangat bagus, bisa menjadi masukan bagi IIP depok untuk membuka kelas minat dengan materi komunikasi efektif untuk tahapan bunda sholehah 🙏🏼✅

 

9⃣ Asti
Bu Septi, mohon maaf sebelumnya, terus terang hingga saat ini saya sangat “berbinar-binar” mengikuti tahap demi tahap matrikulasi ini. Dari sejak materi pertama (Adab sebelum ilmu) ibu sudah mengajak saya (dan kami, peserta matrikulasi) untuk menuntut ilmu dengan cara mulia supaya meningkatkan kemuliaan hidup. Membuat saya juga semakin bersemangat mempelajari Islam. Banyak sekali ilmu tentang manajemen waktu yang “nyantol” di saya, misalnya di sesi 6: Demi masa, semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu.
Kali ini saya “tergelitik” untuk bertanya, kenapa di sesi ke sembilan ini ibu malah menggunakan prinsip dan pola Kaizen? Di materi ke 9 ibu menyatakan bahwa Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan. Apakah di Islam tidak ada filosofinya? Misalnya di Surat Al Ashr yang tersirat pada sesi 6, atau di surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengajak orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, atau mungkin manajemen waktu bila ditilik dari filosofi dalam sholat: tepat waktu, bersih, rapi dan rapat dalam barisan shaf? Mohon penjelasannya ya bu. Terimakasih sebelumnya

🔉9⃣ Pertanyaan ini ditujukan untuk bu Septi jadi saya forwardkan langsung ke beliau. Jika sudah dijawab akan saya sampaikan di grup ini ya mb Asti 😊

Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar sebagai berikut:

  • Berorientasi pada proses dan hasil.
  • Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.
  • Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.

[Materi ini ada di Bunda Cekatan secara lengkapnya, saya ambil beberapa point penting]

Beberapa point penting dalam proses penerapan KAIZEN yaitu :

❤Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri) dalam istilah Jepang. Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.

❤Gerakkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R. Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur di tempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.

❤Konsep PDCA dalam KAIZEN. Setiap aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan dengan prosedur yang benar guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA (Plan, Do, Check dan Action) harus dilakukan terus menerus.

❤Konsep 5W + 1H. Salah satu alat pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan KAIZEN adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H ( What, Who, Why, Where, When dan How).

 

🔟 Tantia
Terkadang ketika kita aktif di masyarakat kadang ada kalanya anak protes, apakah ini termasuk lampu merah (warning keras), apa yang harus dikuatkan akan berjalan dengan selaras?

🔉 🔟 Mohon lihat jawaban no.4 ya mb Tantia ✅

Tantia:
Berarti kalau sesuai point 4⃣, bunsay n buncek ya? Apakah itu harga mati? Ketika itu belum kuat kita tidak bisa keluar, berperan di masyarakat?

🔉Bukan harga mati mbak, itu idealnya. Jika memang kita harus ada di ranah publik maka konsekuensinya harus mengejar tahapan bunsay dan buncek supaya hati tentram

Tantia: Baik mba. Berbicara tentang tentram, apakah indikator tentram itu?

🔉Imho, Tentram itu jika semua berjalan selaras dan harmoni sesuai yang kita kehendaki. Bisa juga kita berperan keluar dengan tetap melibatkan anak-anak sehingga waktu kita membersamai mereka tidak berkurang. Saya cuplikan tanya jawab pada matrikulasi batch 1 tentang ketentraman sbb:

Kenapa Ibu menekankan kata tenteram? -_Adakah berkontribusi kebermanfaatan seseorang tapi ia tidak tenteram? Dalam konteks kasus positif maksud saya._

Jawaban: Ketika dasar mulainya kebermanfaatan ini bukan didasari sebuah niat kuat untuk memperbaiki keluarga kita. Contoh saya merasa sudah bermanfaat untuk banyak orang dengan membuka kelas untuk ibu-ibu. Namun selama menjalankan kebermanfaatan ini, anak-anak saya merasa terlantar, karena ibunya asyik sendiri dengan “kelas yang rasanya sebagai program kebermanfaatan”.  Lama-lama hati kecil kita pasti akan terusik, karena melihat kondisi anak-anak kita. Hal ini membuat kita TIDAK TENTRAM. Karena sebuah ketidakseimbangan.

Saya tambahkan sedikit, biasanya program kebermanfaatan yang membuat kita TIDAK TENTRAM itu bermula dari sebuah PELARIAN. Lari dari kenyataan hebohnya menjadi ibu, lari dari kenyataan kondisi penindasan di dalam rumah sendiri, lari dari kenyataan tidak sukanya kita terhadap anak-anak. Lari dari kenyataan Status seorang ibu rumah tangga dan lain-lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s