Tanya Jawab Matrik IIP #5

TANYA JAWAB MATERI
BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR
Selasa, 15 Nov. 2016
Pkl. 20:00-21:00

1⃣ Bun Hilmiy
Bagaimana cara kita sebagai orang tua memetakan potensi anak sesuai passionnya? Tiap tahun di sekolah anak ada pohon cita-cita, tiap tahun pula anak kami cita-citanya berubah. Tahun pertama ingin jadi astronout maka kami ajak ke Boscha, tahun kedua ingin menjadi pemadam kebakaran sekaligus ilmuwan, tahun ke tiga ingin menjadi pembalap seperti Rio dan tentara. Jadi bagaimana cara saya memetakan cita-citanya yang berubah-ubah? Terimakasih

➡ Bunda Hilmiy, usia berapa putranya? Tidak mengapa bunda, sampai usia 14 tahun kita beri kesempatan untuk berpikir cita-citanya. Kita catat, dan kita dukung dan fasilitasi untuk menuju kesana. Dipaparkan terus saja pada beragam kegiatan dan keahlian yang ada… paparkan pada kegiatan bersama alam juga. Nanti akan terlihat bidang yang paling lama diminati, yang membuat matanya selalu berbinar… dan kecenderungan pilihan yang dilandaskan pada kegemarannya itu.
2⃣ Bun Fitri
Mba saya masih bingung memberi ragam aktivitas untuk mengamati passion anak (5th). Selama ini masih berkutat seputar kegiatan rumahan: seputar buku (denger cerita, baca, mewarnai, nulis), main lego, masak-masakan, main barbie. Tapi kegiatan lain seperti olahraga, main di alam, menari sangat kurang, jarang kami lakukan. Tapi kalau pas olahraga minggu pasti dia gak ada capenya lari-lari dan lompat-lompat seperti kbiasaan anak-anak seusianya. Kalau main ke playground mall juga suka. Bisa kasih contoh mba agar kegiatan anak bisa seimbang.. dan kegiatan seperti apa yang bisa dikatakan “passion”. Karena kan main mah pada dasarnya anak-anak suka banget. Makasih.

➡ Bund Fitri, yang dilakukan bersama Ananda Sudan cukup bervariasi. Tambahkan juga beraktivitas dan berinteraksi dengan alam. Mengagumi tetumbuhan, hewan-hewan, mengamati angin, awan, gunung, danau, laut dan sebagainya. Saya ingat kalimat di film “The Beginning of Life”: playing is the children’s work. Jadi mari dampingi anak anak bermain. Untuk menumbuhkan inborn drive of mastery di diri mereka.✅
3⃣ Dinda
Bagaimana cara membuat kurikulum personal untuk masing-masing anak saya? Adakah contoh cara membuat potofolio anak dan buku ortu yang bisa memantau setiap perkembangan tumbuh kembang fitrah anak-anak?
Berikut sifat dominan di anak saya :
👷🏻‍♀ Syifa 10 thn anak yang sangat perasa,, empatinya pada orang sangat besar.
👷🏻‍♀ Tyas 8y5m adalah anak yang senang merawat dan telaten pada siapapun
👷🏻 Tsaqif 4y6m adalah anak yang luwes dan mudah menghapal

Mohon maaf pertanyaannya banyak. Jazakillah khair atas jawabannya☺🙏🏻

➡ Mbak Dinda, mbak Dinda bagus sekali sudah mengobservasi dan memetakan kepribadian dan keunikan anak-anak mbak Dinda. Lanjutkan saja dengan menambah paparan aktivitas sesuai usia anak-anak mbak dan mengobservasi poin-poin yang lebih dominan diantara aktivitas yang lain. Konkritnya mbak Dinda yang lebih paham aktivitas anak-anak mbak sendiri. Kegiatan yang dilakukan anak itu diabadikan bisa dengan bentuk apapun. Portfolio adalah rekam jejak anak-anak kita berkegiatan dan karya anak-anak. Berkreasi sama sesuai selera mbak Dinda yang penting medianya bisa kita akses dengan mudah untuk kita trace back, adakah benang merah atau kecenderungan passion yang akan muncul?

Berikut contoh framework kurikulum yang dibuat oleh mbak Diah untuk anaknya https://docs.google.com/spreadsheets/d/1TRpvwZBcWbCyPWpBjr-OtiXvoUsqnSMHqTAm3dhWH2o/htmlview#gid=0

Berikut contoh portfolio anak yang didokumentasikan melalui blog http://duniatata.com/✅
4⃣ Bun Refi
Materinya menarik banget. Kita bisa langsung membayangkan bagaimana caranya mendidik anak. Tapi ketika mempraktekkannya amat butuh kesiapan maksimal yah Mba. Jika anak bersekolah di sektor formal, mereka mesti belajar semua mata pelajaran yang ada. Pastinya dari semua mata pelajaran yang ada, ada yang anak tak suka. Sikap kita sebagai orang tua bagaimanakah Mba? Tetap meminta anak belajar semampunya, atau berfokus kepada mata kuliah yang anak sukai saja. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Jazakillah khayran

➡ Bunda Refi, mungkin maksudnya lebih pada sekolah formal umum ya bukan kejuruan atau kuliah, karena kalau kejuruan dan kuliah pelajarannya sudah spesifik, namun memang ada beberapa ilmu penunjang yang kadang nampak lain namun sebetulnya masih relevan. Saran kami, identifikasi terlebih dulu, mengapa sebab tidak suka. Karena guru/dosennya tidak clear saat menjelaskan, cara belajar yang kurang sesuai, pengalaman tidak menyenangkan atau memang karena sama sekali tidak minat. Pelajari juga, apakah mata kuliah tersebut berpengaruh terhadap kelulusan, jika ya maka tidak ada jalan lain, tetap dipelajari seoptimalnya untuk memenuhi kualifikasi nilai dan kelulusan sambil ditingkatkan bagian peminatannya.✅
5⃣ Bun Hilma
Bagaimana cara melatih anak dari sejak usia balita agar selalu punya mental belajar yang kuat? Maksudnya agar ketika ia sudah mengetahui minat, cita cita dan passionnya, ia tidak mudah menyerah atau putus asa ketika menemui rintangan dalam menekuni proses belajarnya tersebut?

➡ Bunda Hilma, bangun dan latih dengan keteladanan. Ketika bermain dampingi, beri contoh, tunjukkan passion dan semangat kita sendiri dalam mendampingi bermain dengannya, mengeksplor alam dan memilih sikap sikap dalam menghadapi tantangan.✅
6⃣ Bun Tantia
Mohon dijelaskan ortu sebagai pemandu 0-8 th, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan sebagai pemandu agar tidak merusak fitrahnya. Terimakasih

➡ Bunda Tantia, dampingi saja dan belajar bersama anak. Prinsip adab terhadap ilmu terapkan. Tidak menggegas dan berikan imaji positif kepada anak tentang segala hal.✅
7⃣ Bun Tria

Untuk anak usia 0-8 tahun, kita berperan sebagai pemandu. Tolong dijelaskan bagaimana proses memandunya? Dan seperti apa contoh memandu anak2 kita? Adakah perbedaan antara memandu, mengarahkan, & membimbing? Tks ya bun 😉

➡ Bunda Tria, jawaban sama seperti pertanyaan Bunda Tantia sebelumnya ya. Basically memandu, membimbing mengarahkan merupakan paket satu kesatuan mendidik. ✅
8⃣ Wiwit Simponi:
Alhamdulillah suka sekali dengan materi kelima ini semakin practically.. mohon perkenan penjelasan dari tim fasilitator tercinta mengenai bagaimana contoh-contoh teknik belajar skeptik yang dapat diterapkan ke anak-anak? Jazakillah khair 🙏🏼

➡ Bunda Wiwit, 5W 1 H di material tadi itu tekniknya. Jadi jika anak melihat atau menerima ilmu baru gali skeptical thinkingnya dengan panduan tanya itu Sehingga anak terbiasa tidak hanya menerima begitu sama sebuah informasi, tapi juga punya kesempatan mengeksplorasi, memverifikasi dan memvalidasi. ✅

 

9⃣ Bun Ika

Cara mengolah kemampuan berpikir anak itu apakah berjenjang sesuai dengan usianya anak. Sejak kapan kita melakukan no.1 lalu pindah ke tahap-tahap selanjutnya?

➡ Bunda Ika, jika yang dimasud berjenjang adalah tingkat kompleksitasnya, iya. Mulai dari yang sederhana dulu. Kurang jelas no.1 yang dimaksud yang poin mana. Anyway, semua dilakukan secara simultan di setiap stages usia anak. ✅
10🔟 Bun Laela
Bagaimana jika cita cita dan pasion anak berubah ubah, FYI kita sering berpindah tempat tinggal rata-rata 2 tahun sekali di propinsi berbeda, karena sering pindah itulah passion anak kadang jadi berubah, bagaimana cara menemukan jawaban pasion dan cita-cita yang sesungguhnya yang mana?

➡Bunda Laela, ketika pre akil baligh, berikan project real sehingga anak mulai berpikir tanggung jawab dan menetapkan pilihan akhir passion hidupnya ✅

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s