Mengenal Lebih Dekat #1

*Resume Materi Diskusi*

*Mengenal Lebih Dekat dengan Bunda Septi*

Rabu, 2 November 2016

Sesi Tanya Jawab 
1⃣ Bunda Arum
Q : Bu Septi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan visi unik keluarga itu? Dan bagaimana menentukannya?
A : Setiap keluarga itu punya “misi pernikahan” mbak, inilah yang akan membuatnya langgeng meski badai menghadang. Bagaimana caranya? Nanti lihat review di NHW #3 ya.
2⃣ Bunda Atika

Q : Bu bisa tidak diceritakan garis besar bagaimana sampai putra putri bu septi sudah menemukan dunia mereka masing-masing? Dan butuh berapa lama bu untuk bisa mencapai seperti sekarang?

A : Menjaga fitrah mereka bun, ini yg kami lakukan 👇( Dapat dilihat pada tabel sumber RND Home Education Keluarga Dodik Mariyanto selama 19 tahun)


3⃣ Bunda Resti

Q : Bu Septi, bagi-bagi tips khusus donk sampai anaknya bisa mandiri banget 😍.. In syaa Allah akhir bulan ini saya resign & mulai merintis usaha di rumah

A : Dari mulai kecil usia 1 th ke atas, anak-anak tidak saya suapin, kami jadikan momen makan menjadi family forum. Setelah itu anak-anak berusaha untuk bisa memenuhi keperluan pribadinya seperti mandi, cari baju, dll. Setelah itu kami berikan keleluasaan untuk MEMILIH
4⃣ Bunda Yesni

Q : Tour de talent itu maksudnya apa bu?

A : Mengamati berbagai peran hidup di muka bumi ini, dimana orang yang menjalankan punya 2 indikator yaitu sukses dan bahagia, apapun pekerjaannya.
5⃣ Bunda Syifa

Q : Bu Septi, maaf agak pribadi pertanyaannya.

Jika berkenan menjawab, pernahkah ibu dan Pak Dodik “bertengkar”? Kalau seperti itu, apa yg biasa dilakukan?

A : Pernah dong bun, namanya juga manusia. Maka kami punya golden rules :

  1. Tetap berkomunikasi seberapapun emosi
  2. Semua keputusan yang keluar dalam kondisi emosi, maka batal demi hukum
  3. Apabila ada perbedaan pendapat kembali ke Al Qur’an dan hadist

6⃣ Bunda Rieni

Q : Bu Septi yang baik hati. Bagaimana harus menyelesaikan luka masa sekarang agar bisa terselamatkan. Misalnya jika yang diharapkan dalam mengayuh bahtera ternyata tidak seideal di awal.Dan jika sudah terlanjur membuat luka pada anak, selain meminta maaf, apakah kita bisa menyembuhkan habit buruknya akibat luka yang kita torehkan kepadanya? * contohnya di sini… anak sudah terlanjur jika marah jadi bersumpah serapah, walau bukan kata-kata kasar. Satu lagi bu. Menyikapi anak yang tidak bisa dengan kejutan, misalnya bertingkah luar biasa bila ada tamu atau bila di ajak ke tempat baru.

A : Kuncinya bersihkan jiwa bund, ada panduan di Alqur’an sebenarnya untuk “berdamai dengan masa lalu” yang disebut tazkiyatunnafs sbb:
Tazkiyatunnafs adalah bahasa alQuran untuk mentherapy secara alamiah dan fitriyah apa apa yang menyebabkan kita berperilaku buruk. Tiada cara yang baik dan mengakar kecuali memperbaiki jiwa sebelum memperbaiki fikiran dan amal.

Belum pernah ada surat di dalam alQuran dimana Allah bersumpah begitu banyak, sampai 11 kali, kecuali untuk pensucian jiwa “sungguh beruntung mereka yang mensucikan jiwanya” (surat asSyams).

Warisan pengasuhan masa lalu dalam dunia psikolog sering disebut Inner Child, kadang sehebat apapun ilmu parenting atau psikologi yang kita pahami, tetap saja di tataran praktis yang kita pakai adalah apa yang pernah kita alami ketika kecil. Misalnya, kita tahu membentak dan menjewer itu buruk, namun ketika kekesalan memuncak maka hilang semua pemahaman, yang ada lagi lagi membentak dan menjewer. 
Ada terapinya untuk ini, namun sebaiknya kita menggunakan jalur alamiah dan syar’i yaitu Tazkiyatunnafs, atau pensucian jiwa. Ini perlu waktu, perlu momen, perlu keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan instan.
AlQuran juga mengingatkan bahwa sebelum ta’lim maka penting untuk tazkiyah lebih dulu. Dalam prakteknya paralel saja, karena begitu kita berniat sungguh-sungguh mendidk anak sesuai fitrahnya maka sesungguhnya kita sedang tanpa sadar mengembalikan fitrah kita atau sedang tazkiyatunnafs

Dalam buku tarbiyah Ruhiyah, pensucian jiwa itu bisa dilakukan dengan 5 M

1. Mu’ahadah -mengingat ingat kembali perjanjian kita kepada Allah. Baik syahadah, maksud penciptaan, misi pernikahan, doa doa ketika ingin dikaruniai anak, menyadari potensi-potensi fitrah dstnya

2. Muroqobah – mendekat kepada Allah agar diberikan qoulan sadida, yaitu ucapan dan tutur yang indah berkesan mendalam, idea dan gagasan yang bernas dalam mendidik, sikap dan tindakan yang pantas diteladani. Allahlah pada hakekatnya Murobby anak anak kita, karena Allahlah yang memahami fitrah anak anak kita. Maka kedekatan dengan Allah adalah agar hikmah hikmah mendidik langsung diberikan Allah untuk anak anak kita melalui diri kita.

3. Muhasabah – mengevaluasi terus menerus agar semakin sempurna dan sejalan dengan fitrah dan kitabullah, bukan obsesi nafsu dan orientasi materialisme

4. Mu’aqobah – menghukum diri jika tidak konsisten dengan hukuman yang membuat semakin bersemangat dan semakin konsisten untuk tidak melalaikan amanah 

5. Mujahadah – sungguh sungguh menempuh jalan sukses (fitrah) dengan konsisten, membuat perencanaan dan ukuran-ukurannya
(Hasil Diskusi dengan Ustadz Harry Santosa dan Ustdz Aad seputar “tazkiyatunnafs)
7⃣ Bunda Nadia 

Q : Ahlan wa sahlan bu Septi  Saya baca dr kisahnya, Ibu dlu PNS ya? Tp akhirnya memutuskan bekerja full di rumah. Saat keputusan itu, langkah pertama apa yg Bu septi lakukan? Apa belajar ilmu pendidikan kah? Atau bagaimana? Sehingga bisa mencetuskan 4 indikator bunda profesional, buncek, bensay, bunpro, bunsha.

A : Iya mbak Nadia, langkah pertama adalah “berdamai dengan diri sendiri” dulu. Menerima semua kondisi yang ada, kemudian menyadari bahwa ini bagian dari kemuliaan. Setelah itu berbenah diri terus sampai muncul program 7 to 7 (tidak pakai daster dari jam 7 pagi – 7 malam selama bekerja di rumah) impactnya besar ternyata walau itu hal sederhana
8⃣ Bunda Poppy

Q : Bu septi, setelah NHW2 yang tugas membuat ceklist indikator itu kok ya saya merasa waktu sehari 24 jam malah rasanya kurang, sedangkan saya bukan amoeba yg bisa membelah diri buat selesaikan semuanya 🙈.  Bagaimana tipsnya buu..

A : Buat skala prioritas, mana yang kita jadikan program komitmen utamanya, kemudian konsisten di jalankan. Kalau dulu karena tidak pernah kita tuliskan, seakan-akan kita sibuk, karena terbelenggu dengan shallow work, maka upayakan deep work denganmelatih deep habit 
9⃣ Bunda Nikha

Q : Bu septi, setelah menjadi orang tua, saya jadi bisa mereview mengenai diri saya semasa anak-anak sampai remaja. Mereview kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan atau kejadian buruk yang pernah saya alami. Apabila saat ini saya berusaha mendidik anak-anak dengan tujuan agar tidak mengalami seperti yang saya alami, apakah langkah saya ini baik untuk mereka? Kadang-kadang merasa seperti memaksa supaya anak-anak mengikuti nasehat saya. Karena sebenarnya khawatir mereka mengalami apa yang dulu saya alami.

A : Bunda Nikha, yang tidak boleh adalah mendidik anak sesuai keinginan kita, nanti kita cenderung ingin menasehati terus, memprotek, bahkan mengarahkan.
Yang paling benar adalah mendidik anak sesuai dengan kehendakNya. Sehingga kita hanya seperti petani, yang menunggu benih ini tumbuh tanpa harus menggegasnya dan memberikan banyak obat-obatan yang mempercepat pertumbuhan✅
🔟 Bunda Nazma

Q : Bagaimana tahapannya menjadikan pasangan suami istri sebagai partner yang hebat dalam berkeluarga?

A : Mulai dari saling menerima, saling paham dan saling mengerti✅
1⃣1⃣ Bunda Nikha

Q : Bu septi, nanya lagi. Dalam kondisi tenang, saya bisa ingat kalo anak rewel banget, Bismillah tetap bisa bicara baik2, kasih nasehat halus. Tapi pada prakteknya, begitu anak rewel banget, secara spontan terpancing emosi buat ngomel-ngomel panjang. Ada tips dari bu septi untuk mengendalikan nada bicara menghadapi situasi tsb? Biasanya setelah ngomel, selalu menyesal dan inget lagi sama teorinya untuk tetap tenang dan bicara dengan nada baik 😷

A : Ini cara bodoh yang dulu saya terapkan di awal, langsung minum air putih dan tidak menelannya selama anak rewel 😄😄
1⃣2⃣ Bunda Atika

Q : Nanya lg bu. Pernah marah ke anak gak buuu? 😣

A : Pernah dong
1⃣3⃣ Bunda Nikha

Q: Bu septi, alhamdulillah setelah bisa menerapkan program 7to7 saya lebih semangat melakukan peran saya di rumah. Merasa lebih cantik dan kece sih hehehe. Mengenai berdamai dengan diri sendiri, dulu bu Septi caranya gimana ya?

A : Menghargai pilihan profesi kita mb


1⃣4⃣ Bunda Ika

Q : Melatih deep habit bagaimana caranya ya Bu? Saya merasa kurang optimal mendidik anak karena habit saya yang kurang baik yaitu kurang terorganisir. Ternyata efek saya kurang terorganisir ini mempengaruhi stabilitas di rumah. Apa yang sebaiknya dilakukan agar bisa berubah, Bu?

A : Well organized, harus dilatih terus

Iklan

2 thoughts on “Mengenal Lebih Dekat #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s