Materi 2

Materi 2
Oleh: Noor H. Dee
15 Februari 2015

1. Perbedaan Fiksi dan Non Fiksi

Fiksi merupakan cerita yang ditulis berdasarkan imajinasi penulis.
Contoh: cerpen, novel, dll

Non fiksi adalah cerita berdasarkan kisah nyata.
Contoh: artikel, dll

Bila kisah nyata dijadikan novel atau cerpen, maka tidak bisa dikatakan non fiksi, melainkan “based on” karena kisah nyata itu telah digambarkan secara luas.

2. All About Cerpen

Cerpen menurut Edgar Allan Poe, adalah cerita yang bisa dibaca sekali duduk.

Hal yang paling ditonjolkan dalam sebuah cerpen adalah cerita. Tidak perlu menuliskan dengan kata-kata yang puitis/indah. Karena diksi yang bagus (baik) tidak selalu yang indah (puitis), melainkan kata yang tepat penggunaannya.

Bagaimana menulis cerpen yang baik?
Metode menulis cerpen ada banyak, berikut ini adalah metode (cara-cara) yang digunakan oleh Noor H. Dee.

Pedoman pertama dan paling utama dalam menulis adalah mempelajari tata cara penulisan yang benar (teknik dasar menulis). Kita harus paham bagaimana membuat kalimat yang baik, apa saja syarat-syarat membuat paragraf, kenapa ada paragraf yang baik dan yang buruk, dll.

Unsur-unsur cerpen:

1. Karakter: bisa manusia, robot, hewan, atau benda.
Semakin sedikit karakter, semakin bagus. Menggambarkan karakter lebih baik dengan showing dan bukan telling.

Contoh telling: Koko adalah seorang laki-laki yang kejam
Contoh showing: Koko keluar rumah lalu menendang kucing sampai lehernya patah.

2. Latar: bisa di dalam kamar, di gerbong kereta, di taman, siang hari, dll.
Kalau bisa, gunakan 1 saja latar tempat dan waktu.

3. Paragraf: tiga paragraf pertama menentukan pembaca akan terus membaca atau tidak.
Bagaimana agar paragraf pertama bisa menarik pembaca? Usahakan jangan bertele-tele. Munculkan masalah/kalimat yang membuat pembaca penasaran. Tapi bukan konflik di awal. Hindari juga flashback. Memunculkan konflik di awal lalu flashback bisa dibilang cara pintas untuk jalan aman.

4. Ending: senjata utama dalam cerpen adalah paragraf pertama dan ending. Agar menarik, buat endingnya twist (tidak terduga), gantung, atau mengagetkan.

3 Langkah Menulis Cerpen:

1. Tulis draft pertama. Tulislah apa saja yang ingin kita tulis, seperti curhatan juga boleh. Tidak perlu memperhatikan diksi atau tanda baca. Tulislah semua alur sampai selesai.

2. Tulis draft kedua. Dari draft pertama yang bisa dibilang “sampah” tadi, tulislah dengan gaya bahasa cerita. (Mulai menuliskan dengan teratur)

3. Tulis draft ketiga. Setelah menjadi satu cerita utuh, maka review dan perbaiki diksi maupun tanda baca. Edit dan revisi.

Perhatikan!!! Jangan menulis sambil mengedit.

Bagaimana cara mudah latihan menulis cerpen?

1. Ambil sebuah buku, buka halaman berapa saja, ambil 1 kalimat, lalu kembangkan kalimat itu menjadi cerita yang berbeda dari cerita yang ada di dalam buku tersebut.

2. Lihat karakter orang di sekitar. Saat sedang di bus, kereta, jalan, atau tempat lain, cari orang yang unik, misalnya orang yang sedang cemberut, yang gendut, yang gelisah, atau lainnya. Tanya dalam hati, kenapa dia bisa sampai disitu, sedang apa, dan imajinasikan.

Seorang penulis yang baik harus bisa menempatkan dirinya sesuai dengan tema tulisannya. Misalnya, ingin menulis cerita anak, maka “jadilah” anak-anak.

>> Kalau cerpennya mau dimuat di media, baca dulu cerpen-cerpen yang terbit di media itu. Pelajari selera editornya atau karakter cerpen yang dimuat.

>> Untuk mempelajari cerpen-cerpen yang ditulis di media, buka web lakonhidup.wordpress.com, sedangkan untuk mempelajari cerpen yang ditulis penulis dunia, buka di web fiksilotus.com

TUGAS: Buatlah cerpen 5 paragraf.

image

4 respons untuk ‘Materi 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s