Materi 1

Materi 1
Oleh: Denny Prabowo
1 Februari 2015

SASTRA DAN DUNIA TULIS MENULIS

~Sastra~
Ada banyak definisi sastra. Ada yang membagi sastra menjadi sastra yang berkualitas dan yang tidak. Ada pula yang membagi sastra menjadi sastra lama dan sastra modern.

Tapi, pada dasarnya pembagian sastra ada 3, yaitu:
1. Puisi, dapat berupa syair, soneta, pantun, dll
2. Drama, dapat berupa skenario, dll
3. Prosa, dapat berupa cerpen, novel, fiksi mini, dll

~Tulis Menulis~
Ada 2 syarat yang harus dipenuhi agar menjadi penulis yang baik:

1. Bahasa (Kekayaan kosa kata)
Untuk memperkaya bahasa, maka harus banyak membaca. Jangan tergantung suasana hati atau keinginan sendiri untuk membaca.

2. Wawasan (Isi naskah)
Semakin banyak wawasan, semakin berkualitas tulisan kita. Jangan membatasi bacaan kita. Bacalah semua yang bisa dibaca, bahkan sekalipun itu tidak sesuai dengan ideologi kita (hanya sekedar untuk menambah wawasan).

Secara umum, tulisan dibagi atas fiksi dan nonfiksi.

Diskusi :
Q: Apa perbedaan review, resensi, dan sinopsis?
A: Sebenarnya review dan resensi sama saja. Resensi dapat berupa ringkasan (sinopsis), analisis, membandingkan, penilaian (ulasan), dll.

Q: Bagaimana dengan esai?
A: Esai adalah pendapat kita tentang suatu hal tapi hanya sepintas lalu. Unsur-unsur yang terdapat pada esai yaitu topik, tesis (pernyataan kita), pembuktian, dan kesimpulan. Esai ilmiah adalah esai yang pembuktiannya menggunakan data.

Q: Pentingkah data untuk sebuah fiksi?
A: Semakin banyak data yang kita masukkan di dalam sebuah fiksi, semakin sulit bagi kita untuk mengembangkannya. Karena bila ada data yang tidak sesuai dengan fakta, maka itu akan dipertanyakan dan bisa menjadi masalah.

Q: Bagaimana tips agar tulisan tembus di media?
A: tulisan tembus atau tidak, itu tergantung selera auditor (redaktur). Tidak tembus di media yang satu, bisa jadi berhasil masuk ke media yang lain. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah menghasilkan tulisan-tulisan yang bagus, lalu mencoba mengirimkannya ke media yang sesuai dengan gaya tulisan kita.

Q: Bagaimana caranya meresensi karya non fiksi?
A: itu justru lebih mudah. Kalau meresensi fiksi, kita perlu membaca keseluruhan cerita dan mengambil pokok-pokok utamanya. Namun, untuk karya non fiksi, kita bisa saja tidak membaca keseluruhan isinya. Caranya, perhatikan kata pengantar, endorsement, pendahuluan, dan daftar isi. Dari daftar isi tersebut, ambil beberapa bagian yang ingin ditonjolkan untuk isi resensi, lalu bacalah bagian itu.

Q: Bagaimana menghasilkan karya yang bagus?
A: Cara untuk menilai sebuah fiksi bagus atau tidak, bisa dilihat dari faktor ekstrinsik dan intrinsik. Novel/cerpen dikatakan bagus bila tokoh, tema, alur, latar, dan faktor instrinsik lainnya terhubung menjadi satu kesatuan.

PUISI DAN PERKEMBANGANNYA
(Ruang lingkup: Puisi Imajis)

Puisi Imajis: Puisi yang menampilkan citraan yang menimbulkan kesan atau perasaan tertentu bagi pembaca, tapi dengan tidak menambahkan komentar atau tanggapan dari penulis.

Citraan: segala sesuatu yang dapat diserap oleh indera kita.

Unsur-unsur citraan:
Citraan penglihatan (visual)
Citraan suara (auditif)
Citraan raba/sentuh (taktil)
Citraan gerak (kinestetik)

Cara mudah untuk berlatih membuat puisi imajis adalah dengan mendeskripsikan sebuah gambar/foto/lukisan.

Contoh puisi imajis:

>> Luka
Haha
(menampilkan citraan suara)

>> Seekor katak melompat ke dalam sungai. Plung.
(menampilkan citraan visual dan suara)

Contoh yang kurang tepat:

>> Gadis berjilbab berjalan cepat
Sesekali melihat arloji di pergelangan
Dag dig dug jantungnya berlari
Bahkan rerumputan pun ikut tegak berdiri
(“jantung berlari” menggunakan majas personifikasi, tidak bisa digambarkan, bisa diganti dengan kata “jantung berdetak”)

>> Aku berdiri di atas abu yang menyengat
Melirik rumah-rumah berserakan
Pun orang menengadah tangan
(kata “menyengat” tidak bisa digambarkan, dan itu merupakan komentar atau opini si penulis, sebaiknya dihilangkan saja)

TUGAS: Carilah sebuah gambar, lalu deskripsikan dengan menggunakan puisi imajis.

image

Iklan

11 thoughts on “Materi 1

    • Bukan workshop sih Mas, latihan kepenulisan dari FLP. InsyaAllah next post aku jelasin behind the post-nya 😀

      Oh iya ya? aku lupa *tutup muka*
      Aku pengen nyempurnain novelku dulu Mas.
      Tapi, waktu itu kita mau bikin apa ya?
      Kolaborasi fiksi mini, atau apakah? (beneran lupa, maaf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s