Don’t kemaruk

.2015.

Butuh waktu 2 jam untuk membuat resolusi di tahun yang baru mulai ini. Dan sampai detik ini, belum satu step pun dari plan yang kubuat, terlaksana. 😐

Entah, aku masih belum bisa me-manage waktu dengan baik. Pulang kerja, ber-ga jelas ria- kemudian tidur. Bangun, ber-ga jelas ria- lagi, kemudian berangkat. *hela nafas*

Aku tidak mengerti, apakah targetku yang terlalu banyak, atau memang aku yang pemalas?

Bicara soal target, sebenarnya aku hanya menginginkan ilmuku bertambah di tahun ini. Dan karena itulah, aku join banyak group whatsapp. Terlalu banyak group, i guess.

Ada group bisnis, aq ikut.
Ditawari group khusus wanita yang bicara soal keluarga, resep-resep, dll, aku tertarik.
Group bimbingan Islam, ikutan lagi.
Group homeschooling, ikut juga.

Belum lagi group macem-macem yang sudah lama kuikuti.

Niatnya memang untuk dapat ilmu baru, teman baru. Walhasil, tiap hari, ratusan pesan terpampang di layar hp ku. Ilmunya memang banyak, membernya juga. Tapi nyatanya, aku tak punya cukup waktu untuk membacanya. Rasanya dunia berputar begitu cepat saat mencoba mengikuti percakapan tiap group satu demi satu. Usaha terakhir yang kubisa adalah sent email history chat, dan kemudian, entah kapan aku membacanya. 😥

Dan sekarang, dengan nekatnya aku nambah group lagi. Group BEC. Blog English Club. Didirikan teman sesama wp-ers untuk memfasilitasi kita-kita yang ingin belajar dan memperlancar bahasa inggrisnya.

Dan baru lesson pertama, aku sudah keteteran, kelabakan. Lagi-lagi, sent email. Huft. I am going desperate.

Syukurlah, member-member lain di BEC memberiku semangat dan support sehingga aku bisa mengikuti english friday, walaupun telat.

Dan bersyukurnya lagi, aku tetap masih bisa bertahan dalam target ODOJ dan THTA-ku. Bagaimanapun, hidupku tidak boleh lepas dari Al-qur’an, bukan?

Dan malam ini, saat dimana aku bisa menikmati kesunyian hp-ku, aku berfikir. Tak ada gunanya aku ikut banyak group kalau tidak bisa mengikuti dan mengimbanginya. Ilmu itu akan tersimpan dalam history dan tidak akan berpindah ke memory-otak ku jika aku bahkan tak punya waktu untuk membacanya.

Bahkan, dari trilogi negeri 5 menara, aku mendapati sebuah kalimat, bahwa butuh waktu minimal 5 tahun mengerjakan satu hal agar menjadi pakar. Dan apa yang kulakukan secara terus menerus selama 5 tahun?

Aaah… sepertinya aku harus fokus pada satu tujuan dulu. Mungkin aku harus merelakan beberapa group untuk aku tinggalkan. Tapi yang  mana? Rasanya sayang sekali melepaskannya.

Ini seperti aku menginginkan menjadi pakar pelajaran matematika, bahasa, ipa, ips, agama, sekaligus. Tapi, ayolah, bahkan anak SD mempelajari kelima pelajaran itu sekaligus bukan? Dan seorang yang juara umum, pandai dalam semua pelajaran. Jadi, tak bisa kah aku menyerap semua ilmu dalam waktu bersamaan?

Tapi anak SD punya waktu seharian untuk mempelajarinya. Hal yang aku tidak punya.

Yeah, kurasa satu-satunya hal yang aku butuhkan adalah keterampilan mengelola waktuku. Karena nyatanya, dalam waktu yang sama, 24 jam, ada orang yang bisa mengurusi hajat hidup orang banyak, namun ada pula yang bahkan mengurus dirinya sendiri pun tak mampu.

Aku rasa, bukan soal banyaknya target yang aku punya. Bukan soal sedikitnya waktu yang ada, tapi bagaimana aku bisa memahami kemampuanku dan mensiasati situasi yang ada.

*hela nafas*

dan pada akhirnya, aku tidak boleh menyerah kan?

8 respons untuk ‘Don’t kemaruk

  1. Fokus lebih baik… Untuk mendapatkan hasil yg maksimal.
    Tapi terkadang aku jg sama kaya mbak dyah, pengen bisa semuanya dan akhirnya tak satupun yg mencapai target,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s