Aku bukan yang dulu

Aku bukan yang dulu,
untuk kau tau.
Memang, kini pagarku terbuka,
kau bebas berkeliaran di pekarangannya.
Tapi tlah kubangun dinding tinggi mengelilingi hati.
Aku rasa kau sadari.
Jangan tanya mengapa,
karena bila ada yang harus menjelaskan,
maka itu kamu.
Aku hanya akibat, dari kamu yang sebab.
Jadi berhenti kemari.
Lihat dan pandangi saja,
kalau perlu sesali.
Karena sebelumnya, pintu ini nyaris kau langkahi.
Ah, semoga kau tak tahu,
bahwa dinding tinggi ini tak sekokoh tampaknya berdiri,
ada lubang, kecil dan menyebar.
Tapi dingin yang melapisinya semoga bisa membantu,
membuatmu beku,
sebelum jauh melangkah maju.

Iklan

3 thoughts on “Aku bukan yang dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s