Belajar dari sinetron

Untuk bikin postingan yang disini, aku cari-cari videonya di youtube. Pengen cari video klipnya, tapi ngga ada, akhirnya ketemu yang opening sinetronnya, jadi ngga full song dech. Judul sinetronnya Hikmah. Rasanya sih aku belom pernah nonton itu sinetron, karena aku ngga terlalu suka dengan tokoh utamanya.

Dulu, aku memang suka sinetron, tapi lebih ke film yang pemeran utamanya pelajar SMA/mahasiswa dengan tema lope-lopean. Tapi aku kurang suka dengan sinetron yang sedih-sedihan terus. Yang jahat ya licik banget, yang baik tersiksaaaa banget, ngga realistis. Mana ada orang yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya jahat?

Tapi pas nonton videonya, sekelebat aku berfikir. Di sinetron itu kan biasanya tokoh utama tersiksa habis-habisan, dan baru bahagia di endingnya. Aku bisa mendapat pelajaran dari fakta itu, bahwa semua memang akan indah pada waktunya. Semua penderitaan yang dijalani si tokoh utama dengan sabar akan berbuah manis di belakang.

Tak jauh berbeda dengan hidupku sekarang. Semuanya, baik buruknya, besar kecilnya, itu akan berbalas kepada diriku sendiri. Maka jika aku bisa menghadapi segala masalah, rintangan, ujian, cobaan dengan sabar, akan ada reward di belakang.

Itu kalau aku sabar, hanya saja, keseringannya aku tidak sabar. :mrgreen:

Iklan

42 thoughts on “Belajar dari sinetron

    • iya mas, sama :mrgreen: udah lama banget ngga nyentuh TV, kemaren-kemaren duanks, gara-gara orang rumah pada nyetel kian santang -__-

  1. iya sinetron itu gak natural banget. >.< kayak cerita wayang. yang jahat ya jahat, yang baik ya baik.
    iya memang, sinetron mengajarkan bahwa kita dapet apa yang udah kita korbankan. makin susah, yang didapet juga makin bagus.
    mungkin bisa dipraktekkan juga tuh sekali2. lagi beli ikan di pasar, harganya lebih malah dari biasanya, "tolong ibuk bilang ke aku, kalo semua ini gak bener. hini ga mungkin… gak mungkin, buk…" trus nangis2 tersungkur.

    • 😆

      sampeyan kebanyakan mantengin yang alay-alay nih..
      perasaan, waktu nonton sinetron, aku ngga pernah nemu dech yang adegannya begitu..
      😆

  2. dulu aku pernah nonton sinetron tersanjung itu sampai tak bela-belain padahal kakak ku udah ngelarang banget, kalau inget tu jadi geli sendiri, ‘ya ampun kenapa dulu aku segitunya?’ haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s