Novel-Novel itu…

Hari ini rencananya aku mau survei tempat di FE UI. Padahal udah nyulik temen tuh buat nemenin. Tapi dia bisanya sore, soalnya gawe dulu. Tapi apa mau dikata, baru sampai terminal ternyata hujan deras. Jadilah aku neduh di Detos. Emang rencana mau kesitu juga sih, hehe.. 😛

Udah didalem, langsung meluncur ke tempat favorit, TM Bookstore. Dan emang jantung hatiku tuh di Toko Buku, udah disana, males lagi mau keluar. Batallah rencana ke UI itu dan akhirnya cuma nanya-nanya temenku yang anak UI biar tau gambaran tempatnya.

Awalnya, aku sama sekali ngga berniat beli buku. List “unread book”ku masih banyak. Tapi tergoda juga gara-gara ngeliat temenku yang nafsu beli-beli novel. Yang ini bagus, yang itu bagus, saking bingungnya sampe nyuruh aku aja yang beli. Nyaris tadi aku kesurupan kalau aja ngga inget unread book dan budget yang menipis. Akhirnya dengan berat hati dan pertimbangan yang matang, cuma ini yang aku beli (ini juga udah hampir 100.000):

Buku pertama aku beli karena sebelumnya aku pernah beli dengan judul yang sama. Aku juga baru tahu kalau ada episode II-nya, mungkin baru terbit. Walaupun ngga terlalu greget, tapi sayang aja kalau seri bukunya ngga komplit. Buku yang kedua aku beli dengan tujuan supaya bisa memotivasi aku. Katanya sih ini kisah nyata dari si penulisnya dan berencana akan difilmkan. Mudah-mudahan nanti aku sempat mereview kedua bukunya.

Entah kenapa aku memang enggan membeli novel menye-menye yang cinta-cintaan walaupun aku sangat suka membacanya. Prinsipku, semua itu harus dipertanggung-jawabkan. Jadi, ngeri aja kalau aku buang-buang duit demi membeli sesuatu yang ngga mendekatkan aku pada Robb-ku. Ntar didalam kubur ditanyain lagi. Hiiiyy.. Makanya, aku lebih memilih novel-novel islami dan yang semacamnya. Untuk yang ngga ada unsur religinya, aku minjem buku orang lain aja, hehehe… 😎

Sebenarnya begitu juga prinsip aku dalam menulis. Sebisa mungkin aku usahakan setiap tulisanku bisa memberi manfaat walau sedikit. Tapi masih dalam tahap belajar nih, termasuk cerpen yang diikut sertakan dalam lomba. Perlahan, aku akan coba memperbaiki kualitas cerpenku. Ngga asal jadi, tapi sarat dengan pesan moral. J

Back to story, salah satu kelebihan yang aku suka dari TM selain harganya yang discount adalah pelayanan sampul gratis untuk buku-buku dengan nominal diatas 25.000. Jadi aku ngga perlu cape-cape nyampulin di rumah dech. 😀

Temenku sendiri beli tiga novel, dua dari penerbit gagas media, satu lagi dari plot point. Dalam perjalanan pulang, aku ngubek-ngubek sebentar novel-novel yang dibeli oleh temenku itu. Mencoba mempelajarinya. Kali-kali aja aku dapat ilham ide cerita untuk ikut lomba menulis novel. 😛 Dan tahukah? Ternyata umur penulisnya di bawah aku, huhuhu.. L malu euy. Mereka aja bisa, kenapa aku engga, ya ngga??? 😀

Novel-novel yang kami (aku dan temenku) beli itu menggugah hatiku. Aku jadi semakin termotivasi untuk bisa jadi penulis ‘beneran’. Novel temenku itu walaupun fiksi dan temanya lagi-lagi cinta, tapi dibuat oleh cewe yang lebih muda dariku. Mereka sudah membuat prestasi sejak dini. Pertanyaannya? Lalu aku kapan?? Kalau pun aku tidak pandai membuat fiksi, setidaknya aku bisa menulis perjalanan hidupku, seperti novel yang aku beli. Tapi untuk jadi cerita yang “wah”, tentunya pengalamanku harus “wah” juga doonk?? Dan itu butuh lebih dari sekedar perjuangan. Semoga aku bisa ya, semoga kita bisa… ^-^

Semangaaat!!! Hamaasah!! \(^o^)/

6 respons untuk ‘Novel-Novel itu…

  1. Ping-balik: Imaji Terindah | My sToRy

  2. Ping-balik: Seleksi Novel ala Nita « JNYnita's Treasures

Tinggalkan Balasan ke utie89 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s