Catatan Kopdar (terakhir)

Catatan Kopdar sebelumnya

Sesi bercakap-cakap sambil makan tidak berlangsung lama karena sudah menjelang senja. Dyah sudah harus mengejar keretanya yang berangkat jam 6 sore, dan Om Lambang pun sudah harus pulang. Ya iyalaaahh..nunggu bocah-bocah datang hampir 2 jam lebih. Sing sabar yo Om, ojo nesu, jangan kapok kalau diajak kopdar lagi yaa. Dan terima kasih untuk traktirannya. Semoga dibalas oleh Alloh berkali lipat. 😉

Sebelum pulang, kami merusuhkan seisi warung dan merepotkan mba pramusaji disana untuk dimintai tolong mengambil gambar kami. 😎 Aku cuma sempat mengambil 1 kali foto bersama yang ini. Itupun kabur. Entah hp-nya atau mba-nya yang ngga pandai moto. Kelihatan kan kalau aku agak menyempil?? Hehe.. Itu sebenernya karena aku malu. Dyah, Mira, Kak Nita, semuanya berpenampilan -kalau kata ibuku- cewe beneran. Padahal tadinya aku udah mau pake rok tuh. Sedikit menyesal 😦 . Kalau begini kan PDku langsung anjlok, aku jadi seperti brandal di tengah-tengah khafilah #halah# 😆

Akhirnya Pak Nahar pulang sama Om Lambang. Mira nganterin Dyah lagi ke stasiun senen. Tinggallah aku dan Kak Nita yang sepakat untuk sholat maghrib dulu disitu. Untuk menunggu waktu, kami berdua muter-muterin gunung lho, Gunung Agung maksudnya. 😛

Selesai sholat maghrib, aku nebeng mobil Kak Nita. Sebenernya aku juga bingung mau pulangnya gimana. Naik kereta? Nunggu bis Mayasari jurusan Depok? Naik busway? Hhh..diantara pilihan itu tidak ada yang lebih baik. Hari sudah gelap dan penyakit rabunku akan memperparah kondisi.

Jadi ya kuserahkan sajalah sama sopir Kak Nit, baiknya aku di drop dimana. Masuk mobil, aku sama Kak Nit mulai menggosip. Gosipin para blogger. Hehe.. Seru banget, sampe-sampe aku hampir teriak “Kak Nit, anterin sampe Depok aja yaaa” #plak. 😀

Tak lama aku di drop di tempat gelap antah berantah. Memang banyak orang menunggu, tapi asing. Kata sopir Kak Nit sih bis Depok-P.Gadung lewat situ. Tapi pas aku turun, nanya ke entah siapa, bis Mayasari ngga lewat sini. Adanya kowanbisata. Hheekkk. Panik. Kalau bisa pucat sih mukaku udah memutih dech.

Aku tau sih bis yang dimaksud itu. Tapiiii..yang bener aja, kowanbisata?? Aaiihh.. Itu bis kan mengerikan. Selalu penuh, terkenal banyak copet, armada jarang, mana malem-malem gini. Hiiyy.. Tapi demi melihat Kak Nita dan sopirnya, aku ngga tega. Udah sampe sini mau dianter sampe mana lagi?? Hiks.

Akhirnya dengan tampang “tenang aja, semua baik-baik aja”, aku melambaikan tangan dan say goodbye dengan Kak Nit.

Jadilah aku menunggu dengan was was dan mulai merapal doa. Saat sedang menunggu. Tertangkap oleh mataku sosok pemuda merepet ke tempatku. *curiga* Copet kah? Kupasang sebisa mungkin wajah cool nan angker. Dia masih diam. Lalu kucuri-curi pandang padanya. Hmm.. Cakep. Bakal jodoh kali yaa.. Haha.. *skip*.

Tak lama dia menegurku. “Mba, bis jurusan Merak ada ngga ya?” haizz.. Bhuahaaha ternyata dia sama sepertiku.

“Waah, ngga tau dech mas” jawabku dengan senyum manis semanis-manisnya. ‘Asiikk, punya temen senasib’ begitu pikirku. Tapi tak lama kemudian bis Merak yang dituju pun datang. Ukh.. Ngga cees nih. >:-(

Tak lama, muncul lagi golongan senasib denganku. Seorang ibu dengan anak kecil menunggu di sebelahku. Dia terlihat gelisah.

“Ibu nunggu mobil apa?” *nyari temen*

“Bandung”

“Ooh” *kecewa*

“Baru kali ini nih nunggu disini, biasanya ke P.Gadung. Jadi was-was.”

*lagi-lagi tersenyum manis* “Ia bu, sama”

Tapi kebahagiaan dan rasa senasibku tak bertahan lama. Kurang lebih dua menit kemudian Bis jurusan Bandung datang. Huwaaaa…. Depok mana depooookkk???!!!

Hampir bis semua jurusan sudah datang, kecuali Depok. Kutengok kanan kiri, sepi. Hanya tinggal segelintir yang sepertinya memang mangkal disitu. Mana cowok semuaa.. Huhuhu.. pengen nangis rasanya. Makin merasa jadi orang merana sedunia. Depok oh Depok, datanglaaahh..

Entah berapa lama ku menunggu dengan hati tak menentu. Akhirnya datanglah bis menyebalkan yang saat itu sangat kudambakan kehadirannya. Penuh. Sudah kuduga. Tapi tidak sepadat yang kusangka. Mobil itu langsung masuk pintu tol dan berlari kencang. Hmm.. Tak apalah walau tadi aku menunggu lama. Setidaknya keluar tol adalah daerah aman yang sudah familiar bagiku. Terima kasih ya Kak Nit dan sopir baik hati. 🙂

Namun suasana menyejukkan itu mulai terusik. Bau rokok. Ukh. Ngga tau ya kalau hidungku ini bisa mencium bau asap rokok dalam radius 5 meter *lebay* :P.

Kucari-cari si biang kerok. Sopir? Bukan. Kenek? Juga bukan. Duuhh.. Dimana coba??! Kemudian mba-mba muslimah yang berdiri di sebelahku sambil membaca buku juga mulai kesal. Dari gerutuannya, aku tau kalau dia juga anti rokok. Dan ternyataaa si perokok yang kucari-cari itu ada di belakangku. Duduk di pojok dekat jendela. Ukkhh.. Pengen aku guyur rasanya. Tapi lagi-lagi, aku ngga bisa berbuat apa-apa. Padahal sebenarnya di dalam tasku ada botol berisi air. 😆

Akhirnya, merasa ketenangannya diusik, mba disebelah aku pun bertindak. Dia melaporkan pada bapak kenek kalau ada yang merokok dan minta tolong ditegur. Dan begitulah, si perokok menyebalkan itu mematikan rokoknya dan kedamaianku kembali meraja. Terima kasih untuk mba ‘entah siapa’. Mmuuaahh..mmuuahh..mmuaahh.. Kecup dalam hati dari aku mba. 😀

Pukul 21.15, akhirnya aku sampai rumah dan bermimpi indah entahlah. 😆

Alhamdulillah, acara kopdar perdanaku berjalan lancar dengan segala lika-likunya. Terima kasih buat Pak Nahar, Om Lambang, Kak Nita, Mira, dan Dyah. Semoga kita dapat dipertemukan kembali di lain waktu. ^-^


20 respons untuk ‘Catatan Kopdar (terakhir)

      • Betul, jadi korban gusuran satpol Multiply.
        Saya mulai ngeblog di WordPress pertengahan Agustus 2012, setelah itu belum begitu aktif karena masih fokus mindahin konten dari blog lama ke blog baru, yang sampai sekarang belum semuanya keangkut 🙂

        • Aku juga baru di WP pak. Baru aktif. Bikin akunnya sih udah lama banget. :mrgreen:

          enak ya brarti, masuk WP udah langsung punya banyak temen, kan pindahan MP semua. 🙂

          Btw pak. Video anak-anak yang aku request, bisa dikirim via email ngga pak? Adeku kelas dua SD sama TK. Yang kira-kira cocok untuk pembelajaran anak segitu aja pak. Seputar keseharian atau kebiasaan-kebiasaan baik. 🙂

          • Videonya rata-rata sizenya 30Mb, kalo dikirim via email jelas ditolak oleh sistem, karena maksimum yg diijinkan biasanya sekitar 5-10Mb.

            Saya kirim CD-nya aja, maka silakan tulis alamatmu melalui menu Private Message pada header blogku.

  1. Yah.. coba aja dateng pas kemarin itu. Saya temenin bingungnya. hehehe.
    Untunglah bisa pulang juga akhirnya.
    Soal merokok, walau saya ini perokok, tapi kalau di kendaraan umum, pantang merokok.

  2. Ping-balik: Catatan Kopdar (kedua) | My sToRy

  3. Ping-balik: TAG: A Real Blogger | My sToRy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s