Ayah

Aku sering sekali mendengar lagu ini dinyanyikan oleh anak jalanan (pengamen). Di terminal Lebak Bulus, di pertigaan Depok II, di Slipi, dimana-mana kudengar lantunan lagu ini, seolah itu lagu kebangsaan. Namun mereka bukan sedang mengamen, hanya bernyanyi untuk diri sendiri sambil memetik gitar.

Saat itu, kebetulan aja aku sedang ada di dekat mereka. Mendengar mereka menyanyikan lagu itu, rasanya terenyuh. Mereka seperti menyanyikannya dari lubuk hati yang terdalam. Rindukah mereka pada sosok ayah? Atau aku saja yang menanggapinya berlebihan, padahal mereka hanya sekedar menyanyi karena mudah dimainkan?? Entahlah.

Yang jelas, lagu ini pun pernah dikumandangkan saat aku wisuda, dan sukses membuatku berkaca-kaca.

Ayah
oleh: Peterpan feat. Candil Seurieus

Dimana….akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku slalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi

Reff :
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..

Lihatlah… hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Denganmu aku bernyanyi

download Ayah

*ngga nemu video aslinya

14 respons untuk ‘Ayah

  1. Hik,,,hik,,, jadi inget bapak 😦 Bapak meninggal hampir 2 tahun yang lalu. Pas puasa Ramadhon dapet 7 hari. Meninggal dengan cara dan hari yang baik. Mudah2an ditmptkan ditempat yang terbaik disisiNya.

Tinggalkan Balasan ke Acep Aprilyana Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s