Stifin again

Waktu pengambilan rapot adikku yang TK kemaren, nyokap mendapatkan surat edaran yang isinya memberitahukan tentang stand counter Tes STIFIn di depan sekolah. (Yang baru dengar Tes STIFin bisa dibaca disini atau disini)

Sayangnya ibu baru membuka selebaran itu saat sudah di rumah, tepat di kamarku. Setelah tau isi suratnya, refleks aq antusias untuk meminta ibu mengetes kedua adikku, tujuannya sih supaya tau “karpet merah” mereka sebenarnya dimana.

Tapi karena sudah kepalang sampe rumah, akhirnya aq telpon aja kontak di selebaran itu, namanya Ishak. Aq menanyakan apa dia bisa datang ke rumah, ternyata bisa.

Di rumah, saat adik2ku di tes (lupa, ga kepikiran untuk mendokumentasikannya), aq sekalian meminta mas Ishak untuk menjelaskan kembali kepribadianku yang Ii itu.

Beberapa hal yang menarik yang dia sampaikan adalah:

Bahwa orang Intuiting (disingkat I) identik dengan kreativitas dan mempunyai kata kunci perut panjang (Aq tidak begitu mengerti definisi perut panjang disini, perasaan perutku ndut dech 😀 ). Orang I mempunyai indera keenam (wuuiihh..keren kaaan), semacam sinyal untuk mencari ide2 baru (hah, aq lupa penjelasan detailnya bagaimana). Aq sih membayangkannya seperti radar neptunusnya kugi di film ini.

Itulah sebabnya walaupun kelihatannya banyak makan, tapi orang I “segitu2 aja” alias ga gemuk2. Energinya dipakai untuk memancarkan gelombang2 radarnya nun jauh ke negeri antah berantah demi mencari sinyal2 kreativitas. Hmm.. Membingungkan?? Mudahnya, energinya dipakai untuk berpikir mencari ide. Begitu sajalah penjelasan simplenya. :mrgreen:

Orang I sering melamun, bukan bengong, tapi dia sedang berpikir, otaknya selalu berputar dan berputar, imajinasinya terbang tinggi jauh dari permukaan tanah. Seringkali pola pikirnya jauh ke depan bahkan disaat orang-orang belum terpikir untuk melakukannya. Mungkin itu juga sebab kenapa aq nyaris ngga pernah kehabisan ide sebagai bahan postingan, hanya malas ngetik aja.

Chemistrinya terhadap KATA
alias ide, gagasan, dan semacamnya. Dalam pekerjaan, fokusnya adalah mencari “program” untuk menyalurkan kreatifitasnya. Kepuasannya bukan terletak pada materi namun pada kualitas hasilnya. (kebenaran penjelasan yang ini juga aq rasakan sendiri, aq senang bila Pak Bos puas dengan hasil kerjaku, dan merasa biasa saja di hari gajian tiba).

Karakter lain dari orang I adalah “meledak-ledak“. Bukan petasan atau bom lho. 😛 Tapiiii..gimana ya menjelaskannya??? Suatu saat dia bisa sangat begitu bersemangat. Yaa.. meledak-ledaklah pokoknya. Sepertinya inilah penyebab aq sering merasa ingin jingkrak-jingkrak setiap merasa senang. 😀 Dan mungkin ini juga yang menjadi pendukung sifatku yang suka moody-an. Suka over namun terkadang mudah down.

Jeleknya, orang I terlalu cuek, tertutup. Ia tidak peduli pada lingkungan karena sibuk dengan radarnya sendiri. Ibarat orang autis, orang I menikmati imajinasinya sendiri, hanyut dalam pikirannya sendiri.

Intuiting introvert (Ii) adalah orang Intuiting yang punya kendali kemudi dalam dirinya sendiri. Introvert (i) disini berbeda dengan sifat Introvert (I) yang lebih populer di masyarakat. Bila Introvert dengan huruf (I) besar lebih cenderung ke arah negatif, introvert dengan (i) kecil tidak punya dampak negatif atau positif. Ia berfungsi sebagai kemudi mesin kecerdasan yang membawanya ke dalam.

Gampangnya sih, orang introvert (i kecil) mempunyai motivasi dalam dirinya sendiri. Bisa dibilang kunci kesuksesannya adalah dari dirinya sendiri. Bila orang introvert “jatuh”, maka yang bisa membangkitkannya adalah dirinya sendiri, peran orang lain tidak terlalu berpengaruh padanya. Sedangkan bagi orang ekstrovert (e), maka pengaruh orang lain sangat besar bagi kemajuan dirinya. Dia perlu dorongan dari luar.

Daaan..setelah di test, ternyata adik-adikkku dua-duanya bertipe Ie (Intuiting ekstrovert). Sekarang aq lebih bisa memahami mereka, yang suka berimajinasi sendiri, penuh kebawelan, ngga bisa diem yang meledak-ledak, yaah just like me laah. Bedanya, bahan bakar ledakan mereka ada pada orang lain. Sedangkan aq punya bahan bakar ledakan yang tak habis-habis dalam diriku sendiri. *Awass!! Jangan dekat-dekat*:mrgreen:

*****

Mungkin bagi sebagian orang, test ini tidak terlalu penting. “Ah, ngapainlah buang-buang duit ngikut gini-ginian, paling juga sama aja, ngga guna, yang penting bisa memahami dan mendidik anak dengan baik”. Hmm.. kalau menurutku siih, yaaa.. mungkin memang ngga terlalu urgent, tapi test ini bagus. Kenapa??

Pertama, karena tes ini bukanlah tes IQ yang hanya men-scan otak kiri manusia, tes STIFIn ini mencetak blueprint kita, belahan otak bagian mana yang lebih dominan dan ada di lapisan mana. Test ini, mau dicoba berapa kalipun hasilnya akan tetap sama. Jadi tidak bergantung pada lingkungan ataupun pola asuh.

Kedua, setidaknya untukku, aq bisa lebih memahami dan menghargai diriku sendiri. Aq jadi bisa menemukan jawaban atas pertanyaan kenapa begini, kenapa begitu, bla..bla..bla…

Ketiga, karena test ini benar, cocok, sesuai, tepat, -dan yang semacamnya- dengan aq 😎

 

Kata, mengkhayal, meledak-ledak, cuek, ngga gemuk-gemuk.
That’s sounds so me *sok ngginggris* 😛

 


 

24 respons untuk ‘Stifin again

  1. Pengen anak2 gw ngikut tes. Kemaren ada tes gratis dari opa, cuma ngasi liat kertas yang dicoret2 anak gw. Dr situ kebaca gimana sikap dia, gmn cara didik gw. Tapi sayangnya… Telat ngasi gambarnya ke opa. 😥

  2. Hehm,.,.. dulu waktu aku kecil perutku kecil, sekarang udah endut 🙂 Udah berubah berarti ya?

    Ehmmm, kalau type2 itu merupakan bawaan atau bisa dilatih ya Bu?

    • kalau untuk tipe STIFIn ini memang sudah bawaan mas, ngga berubah walaupun di test setelah 40 tahun kemudian.

      namanya mesin kecerdasan. ibarat mesin di mobil aja, kalau mau kinerjanya diubah, ya mesinnya juga harus diganti, dengan kata lain, mungkin bisa berubah kalau otaknya diganti. 😀

    • hihihi.. test sekarang juga ngga apa kok mas, ngga ada kata terlambat. Banyak kok orang dewasa yang udah bapak-bapak ikut test ini. 😉

  3. Ping-balik: Air mata untuk tidur | My sToRy

  4. Ping-balik: Adikku genit | My sToRy

  5. Ping-balik: Minat STIFIn?? Hayu silaturahim ;) | My sToRy

  6. Idem mbak, saya juga I, tapi e (kaya adiknya :D).
    Yang ga enaknya itu kata kata ‘perut panjang’ & ‘nggak bisa gemuk’ itu lhoo haha padahal pengen lebih berisi dikit 😦

  7. Ping-balik: The Versatile Blogger Award | My sToRy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s