Baiknyaaaaa…

Hari ini ibuku sakit, dan sebagai anak yang baik, aq meluangkan sejenak waktuku untuk memijat dan menemaninya. Jadi, aq ngantor lebih siang. Sebenarnya sih ngga siang, soalnya awalnya dulu memang aq selalu berangkat jam segitu. Hanya saja sebulan terakhir aq berangkat lebih pagi, sangat pagi.

Dan hari ini, aq akan merasakan lagi hal mendebarkan yang dulu selalu ku jalani (akan ku jelaskan di postingan selanjutnya, insyaAlloh). 😀

Aq berangkat dengan berlemas diri karena aq memutuskan untuk shoum walaupun ngga sahur karena kesiangan. Alasannya? Pertama, karena doa orang yang sedang berpuasa itu diijabah. Dan aq ingin berdoa banyak2, mendoakan ibu yang terbaring sakit, berdoa agar cerpenku tembus lagi, berdoa agar di peperangan terminal nanti aq bisa jadi pemenang, dan doa2 yang lain.

Kedua, aq takut bila sekali bolong, maka nanti2 aq akan menggampangkan alasan untuk bolong dan akhirnya kebiasaan shoum senin-kamisku jadi lenyap.

Dan ketiga, karena tidak ada lauk yang bisa kubawa sebagai bekal. Malas sekali kalau harus membeli di luar, selain bingung menunya, sayang juga duitnya, haha (PS. Jangan pada protes soal ini ya, antara pelit dan irit memang berbeda tipis) 😛

Sampailah aq di terminal yang sudah dijejali orang, menunggu bis yang sama denganku. Tak berapa lama, debbie tertjintah datang. Dan peperangan itu dimulai. Aku berhasil menjadi orang pertama yang naik dari pintu belakang, tapi apa yang terjadi saudara saudara???

Disaat seluruh tubuhku sudah masuk, dan berjejalan makhluk-makhluk berkepala hitam dibelakangku yang juga ingin masuk, entah bagaimana alurnya, tiba2 aq merasa ada yang hilang, sepatu kananku lepas. TIDAAAKK!!! SEPATUKUuu!!!!

Aq berbalik memutar arah, namun mereka menerjangku, berebut masuk tanpa memberi celah untukku mengambil sepatuku. Dan aq semakin terdorong masuk, dan bis semakin berjalan perlahan.

Aq mulai panik. Sepatuku, sepatuku, teriakku.Ku berjuang melawan arus massa, dan setelah peperangan berakhir, baru akhirnya aq bisa turun dan mengambil sepatuku.

Kuhampiri sepatuku yang tergolek memelas di jalan yang dilewati tadi. Beberapa orang yang mengetahui apa yang terjadi menertawakanku. Kutatap nanar bis yang melaju meninggalkanku. Menggerutu dan akhirnya pasrah. Sudahlah, berdiri dech. Mana lemas, padat, jauh. Huwaaa…pengen nangis rasanya. Kasihan sekali diriku.

Tapi lagi2, kejadian tak terduga menyapaku. Saat kuhampiri bis dengan lesu, seorang bapak yang duduk di bangku paling belakang melambaikan tangan padaku. “Sini, sini”. Seketika wajahku cerah.

“Duduk sini,” seorang ibu PNS yang memang sudah mengenalku dan sempat kusapa saat menunggu bis tadi juga melambaikan tangannya.

Ternyata oh ternyata, mereka menyisakan satu bangku untukku. Mereka tau tragedi yang menimpaku dan berinisiatif untuk menolong gadis lemah nan kasihan ini. Ooh, baiknyaaa merekaaa…. Aq terharu. Hiks.

Ehem. Oke, Baiklah. Cerita tadi memang berlebihan. :mrgreen:
Intinya sih, dari peristiwa pagi hari yang tak kubayangkan sebelumnya ini, aq mengambil kesimpulan kalau :
1. Masih ada orang baik di dunia ini. Masih banyak
2. Doa orang berpuasa itu memang benar2 diijabah
3. Anak yang berbakti sama orang tuanya tidak akan rugi
4. Alloh itu ada, Maha Adil dan tidak akan mendzolimi hamba-Nya. Dia memberikan ujian yang memang sekiranya mampu hamba-Nya lewati

Hmm.. Senin pagi yang penuh hikmah.

Demikianlah akhir dari short story kali ini dan Akhirnya mereka berdua hidup bahagia selamanya. #Lho

Senin, 17 desember 2012

Iklan

28 thoughts on “Baiknyaaaaa…

  1. Orang baik banyak dan sangat banyaaaaak, tapi mereka bergerak dalam diam. Sama sekali tidak mau di ekspos. Mata uang kejujuran adalah yang terbaik dan tak kenal inflasi.

      • Mata uang kejujuran lebih berkilau dibanding berlian, lebih mengkilat dibanding emas, dan berlaku dimanapun dimuka bumi ini. Tak kenal Suku, Ras, Agama dan Gololngan, semua menyukainya…..

        Bahkan seorang koruptor pun sangat membutuhkan orang jujur untuk mengelola uangnya.

        So…. memegang teguh kejujuran adalah cara terbaik merasakan nikmatnya surga dunia. Surga akherat kayaknya iya juga sih…

        • setujuh Om, aq termasuk orang yang paling menjunjung tinggi kejujuran.
          salah satu kelebihan aq ya kejujuran #aih, sombooong, haha
          dan rada sombong memang kekurangan aq, wkwkwkwk 😆

          tapi apa hubungannya cerita aq dengan kejujuran ya om? *garuk2 pala*

                • hmm.. tapi ada kok om, orang jujur yang tidak baik. koruptor2 itu misalnya, atau ada temanku yang tidak bisa dibilang jujur, tapi dia baik.

                  hmm.. baik itu relatif juga sih, dilihat dari sisi mana dulu.

                  mungkin yang lebih tepat, orang jujur itu hampir selalu baik, tapi orang baik belum tentu selalu jujur. 😀

                  tapi kalau ada seorang suami yang dengan jujur mengatakan pada istrinya bahwa dia menyukai wanita lain, apa itu bisa disebut orang baik? #nah lho

                  😆 pembahasannya malah jadi panjang om. 😉

                  ________________________________

                  • Mana ada koruptor baik ? Kebaikannya hanya kamuflase. Bisakah utie percaya pada perbuatan baik yang dilakukan pembohong (baca : orang tidak jujur) ?

                    ==> mungkin yang lebih tepat, orang jujur itu hampir selalu baik (ini sepakat), tapi orang baik belum tentu selalu jujur (ini kurang sependapat). Orang baik yang tidak jujur itu semata mata karena Tuhan masih menutup aib mereka. Suatu saat ketika Tuhan berkenan membuka aib yang bersangkutan, maka kebaikannya pun akan sirna.

                    ****

                    Ada suami yang jujur kepada istri mengaku tertarik pada perempuan lain kan bagus. Dia berkata jujur apa adanya. Berkata jujur bahwa ybs tertarik kan bukan bermakna ikin menceraikan atau berpoligami ?

                    Nah, begitu suami jujur, seringkali istri malah mencak mencak dan marah marah. Padahal kan hanya berkata jujur ?

                    Istri terkadang malah seneng dibohongi. Dirumah lelaki bak manusia setengah dewa, begitu ke kantor sebaliknya.

                    Ungkapan bahwa “perempuan terkadang lebih suka dibohongi” itu seringkali benar adanya.

                    • ia sih Om, sebenernya aq juga sependapat dengan “tidak jujur=tidak baik”.
                      Makanya aq termasuk orang yang menjunjung tinggi kejujuran.

                      Aku nilai orang dari tingkat kejujurannya, kalau dia udah sering bohong, aq sih yakinnya dia bukan orang yang bertanggung-jawab dan tidak bisa diandalkan.

                      Makanya sebagian kriteria calon suamiku itu (selain iman) adalah tidak merokok dan jujur bertanggung-jawab.
                      😀

                      soal suami yang jujur juga aq setuju kalau itu baik.
                      Dan jauh lebih baik kalau setelah jujur, sang suami maupun istri bersinergi untuk mencari solusi yang tepat, karena itu sebenarnya bisa jadi karena si istri kurang bisa memenuhi kebutuhan suami.

                      Daripada langsung menyalahkan oranglain, lebih baik introspeksi diri sendiri dulu kan om.
                      😉

                    • Hehehe…..

                      Dulu waktu masih sekolah sering saya tanya teman teman, “enakan kamu besok punya suami bekas ustadz seperti si fulan atau bekas penjahat seperti ane ?”

                      Eh….. tidak ada yang berani menjawab. Hehehe…. maaf yah…..

                      Tapi serius pertanyaan itu sering saya tanyakan ke teman teman.

    • ndak mba, ibadah pualing super duper berat buat aq itu tahajud.
      ampun dech mba, kayaknya kalau udah tidur, maleeeesss banget bangun,
      jadi untuk mengimbangi itu, aq getolin di shoum sunnah and sholat dhuha dech.

      yaah..walaupun tidak tahu apakah benar2 berpahala (berhubung aq suka melakukannya “tanpa hati” 😛 ),
      yang penting membiasakan diri dulu mba, alhamdulillah untuk yang itu, aq sudah terbiasa sejak lulus SMA.
      mudah2an kedepannya bisa lebih ikhlas dan lebih bernilai.

  2. Ping-balik: Tentang Debbie a.k.a Deborah | My sToRy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s