Bude Sri

Mataku masih mengerjap-ngerjap saat sebuah suara mengusik pendengaranku. Suara langkah kaki di luar rumah. Rupanya bude sudah berangkat kerja, memangnya jam berapa sekarang?

Kupicingkan mataku menghalau silaunya cahaya lampu kamarku. Jam setengah lima, luar biasa sekali bude itu, masih gelap begini sudah melangkahkan kaki ke luar rumah. Brrr.. Padahal hawanya dingin begini. Aku mengakhiri kekagumanku dengan menarik selimut dan terlelap lagi.

***

Mau baca lanjutannya???? Beli aja bukunya disini. 😉

3 respons untuk ‘Bude Sri

  1. Ping-balik: Sertifikat Lomba | My sToRy

  2. Ping-balik: [Terbit] Antologi Cerpen Pertama | My sToRy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s