Intro volume #73

Zaman masih kerja di Tiptop dulu, aku senang sekali membaca majalah, secara di sebelah counter aku tukang majalah, dan yang jaga ce es aku, jadi setiap ada majalah/tabloid baru datang, langsung saja aku serbu. Paling senang baca bagian cerpennya.

Suatu hari aku membaca cerpen majalah intro, bukan bermaksud sombong, tapi aku merasa cerpen yang aku baca itu minus mutu. Aku bahkan bisa membuat lebih bagus daripada ini, pikirku saat itu. Dan iseng-iseng kukirim aja cerpenku.

Entah beberapa minggu kemudian, aku membaca lagi majalah intro volume #73. Begitu membuka bagian cerpen, aku merasa tidak asing, ternyata cerpenku benar-benar dimuat. Gembira bukan kepalang. Aku bahkan sudah lupa telah mengirim cerpen. Berarti benar dugaanku, aku rasa cerpen yang masuk ke majalah itu tidak difilter, maen publish aja, karena aku yang masih pemula aja berhasil tembus.

Tapi terserahlah ya, yang jelas aku senang, yang langsung berubah agak kesal. Kenapa pihak redaksi tidak menghubungiku??? Bukannya harusnya aku diberitahu ya? Karena tak kunjung di telp, akhirnya aku yang menelpon kontak personnya.

Telponku langsung diangkat oleh mas-mas, aku disuruh mengirimkan identitas dan no rek ke emailnya. Berhari-hari aku tunggu tak kunjung juga aku dikabari soal penerimaan honor. Akhirnya ku telp lagi orang itu.
“Iya maaf ya mb, lagi ada masalah internal, nanti pasti ditransfer kok”
Hhfftt.. Oke, baiklah, aku bersabar.
Menunggu untuk sekian lama lagi dan kemudian aku tidak tahan. Ku telp lagi orang itu.
“Mba, saya kasih no telp bos saya aja ya, mba langsung telp aja, biar tau tuh bos saya”
WHAAATT??? Ggrrr… Sopan!! Apa-apaan tuh maksudnya. Ngeselin. Nyebelin. Jengkelin.

Hhh… Aku menyerah, males banget yang namanya ngejar-ngejar begitu. Bodo amat dech, cukup tau aja. Ngga lagi-lagi. Jadi pelajaran buat aku, mending ngirim ke majalah terkemuka dech, walaupun akhirnya direject tembus. Haha..

Nb. Maaf bagi majalah yang bersangkutan. Bukan bermaksud untuk mencemarkan nama baik. Tapi sebagai bahan evaluasi aja. Tolong untuk ke depannya, jangan semena-mena begitu, cobalah untuk lebih bertanggung jawab.

Jum’at, 26 Mar 2010

12 respons untuk ‘Intro volume #73

    • hehehe.. aq juga kalau dulu ngga sebelahan sama yang jaga majalah, ngga bakal tau kak.
      aq kan kuper, hihihi…

  1. Weleh-weleeeh…Bisa dituntut gak sih kalo kayak gitu Mba? Hehehehe.
    BEner Mba, kirim langsungke majalah yang lebih beken aja. Itung-itung belajarnya langsung sama ahlinya.. 😀

    • seharusnya sih bisa ya mas, cuma males aja, honornya ga seberapa, yang ada ribet.
      biar aja lah, semoga dapet ganti yang lebih baik ^-^

  2. Ping-balik: Saat hari yang ditunggu tiba | My sToRy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s