Mimisan

Uci mimisan…!!!

Pagi ini dihebohkan dengan darah yang keluar dari hidung uci. Darah berwana merah segar itu mengalir tak henti-henti walaupun sudah diseka dengan tissue. Konon, darah itu bisa cepat berhenti dengan menggunakan daun sirih. Sayang, di dekat rumahku sudah tidak ada tanaman sirih.

Akhirnya aku menyuruh adikku untuk menengadahkan kepalanya agar darahnya cepat berhenti. Aku jadi teringat, waktu ke Jogja bulan lalu, tiba-tiba hidungku pun mengeluarkan darah, tanpa aku tau sebabnya. Menurut temanku, itu karena pengaruh perubahan lingkungan.

Kejadian ini menggelitikku untuk mencari tau segala hal tentang mimisan.

Mimisan, atau istilah medisnya epistaksis, pada asalnya merupakan kondisi ringan yang diakibatkan erosi atau pecahnya jalinan pembuluh darah di bagian dalam selaput lendir hidung. Mimisan paling sering disebabkan oleh keringnya selaput lendir hidung sehingga pembuluh darah menjadi rapuh dan dapat pecah oleh sedikit saja benturan atau gosokan.

Keringnya selaput lendir biasa terjadi pada kondisi udara yang kering. Seringnya mengorek-ngorek bagian dalam hidung, dan bersin atau mengeluarkan udara melalui hidung terlalu keras juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah hidung dan terjadilah mimisan.

Secara tradisional, orang Indonesia spontan akan menggulung selembar daun sirih (piper betle lynn) dan memasukkannya ke hidung bocah untuk menyumbat darah yang keluar akibat mimisan. Dalam sekejap, aliran darah dari hidung itu pun berhenti. Hal itu terjadi antara lain, karena daun sirih mengandung styptic yang bisa menahan perdarahan.

Menurut artikel health.detik yang dikutip dari Medicenet, ada beberapa teknik agar darah pada mimisan lebih cepat membeku:

  1. Cubit pada bagian lubang hidung dengan sangat lembut dan hati-hati memakai ibu jari dan jari telunjuk. Hal ini dilakukan untuk membendung aliran darah, setidaknya 5 menit.
  2. Cobalah bernapas melalui mulut
  3. Duduk dengan tenang dan jaga kepala lebih tinggi daripada jantung
  4. Jangan berbaring atau meletakkan kepala di antara kaki
  5. Kompres hidung dan pipi dengan es yang dibungkus handuk

*dari bebagai sumber*

Hmm.. Ternyata aku salah, harusnya kepala ditundukkan dan bukan ditengadahkan. Untung adikku ngga kenapa-kenapa. Lain kali harus lebih berhati-hati, jangan sok tahu. Hahaha…

Jumat,31 Agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s