Uang Baru

Hari terakhir kerja di bulan Romadhon, aku pulang cepat, jam setengah 3 dari kantor. Macet di pondok indah seperti biasa. Tiba-tiba aku melihat dua orang pria kurus -dengan gaya busana anak muda pada umumnya, kaos dan celana panjang jeans- berdiri di depan gang sebelum lampu merah bundaran pondok indah. Mereka berteriak-teriak menawarkan recehan. Terlihat oleh mataku mereka mengacung-acungkan segepok uang pecahan 2.000, 5.000, dan 10.000 yang masih mulus. Masing-masing dibungkus rapi dengan plastik transparan.


Hmm.. Sungguh kreatif anak muda itu. Disaat seperti ini, biasanya orang-orang sulit mendapatkan uang pecahan kecil yang masih baru di bank. Tapi mereka hadir menawarkan kemudahan. Membuatku kemudian berpikir, akankah mereka mendapatkan untung dengan bertransaksi seperti itu? Bagaimana caranya? Mungkinkah mereka mengurangi lembaran-lembaran itu sebagai imbalan atas peluh mereka? Entahlah, aku tidak berminat mencoba. Orang-orang pun sepertinya tidak ada yang tertarik, at least saat aku melintas. Dan entah kenapa keraguan muncul saat aku pertama kali melihatnya. Aslikah?? Aku penasaran.

Kamis, 16 agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s