Memang tak ada yang sempurna

Ada yang menarik dari sopir my baby debbie kali ini. Bapak berdarah jawa ini punya kebiasaan tidak merokok, jadi bila sikon mendukung, aq selalu memilih duduk di bangku depan jika dia yang mengemudikannya.

Setiap berangkat kerja, jika aq naik mobil si bapak, hampir selalu dy isi solar dulu di pom bensin sebelum detos. Dan hampir setiap isi solar, dy selalu memberikan sebagian rezekinya pada pengemis di depan pom, seorang ibu yang menggendong anak kecil.

Lalu bagian mana yang membuatku tertarik?? Karena kebiasaan sedekahnya bersilangan dengan kebiasaan judinya. Ya, menurut info yang aq dapatkan, ternyata si bapak suka berjudi. Dan walaupun agamanya Islam, aq tidak yakin apakah sholat wajibnya tidak bolong, karena jarang sekali kudapati kru debbie yang muslim taat melaksanakan kewajibannya, hanya segelintir orang saja.
Walau bisa kupahami, tetap saja itu tidak bisa dibenarkan.

Fakta yang menggelikan untukku, tapi setelah aq kaji kembali, memang ada beberapa orang yang berbuat tidak baik, seperti korupsi, namun getol sekali bersedekah. Kenyataan yang membuatku kemudian berpikir bahwa memang benar tidak ada orang yang benar-benar jahat, dan tidak ada yang benar-benar baik. Semua ada masanya, semua ada proporsinya. Terkadang ada orang yang baik dalam suatu hal, namun tidak bisa dicontoh dalam hal yang lain.

Benar kata pepatah, don’t judge the book by it’s cover. Kita tidak bisa menilai orang dari salah satu kebiasaan buruknya, karena bisa saja ternyata dia mempunyai kebiasaan lain yang sangat mulia, yang kita pun tak pernah melakukannya. Begitu juga saat melihat seseorang berbusana muslim, terkenal dengan kebiasaan baiknya, kita juga tidak bisa lantas menghakiminya saat suatu ketika melihatnya melakukan perbuatan yang tidak patut ditiru.
Karena memang tidak ada orang yang sempurna. No body’s perfect.

Seseorang yang taat dalam suatu hal mungkin saja sulit untuk taat dalam hal lainnya. Tidak usah jauh-jauh, ambillah contoh diriku, dalam hal menjalankan shoum sunnah senin-kamis, bisa dikatakan aq jagonya. Mau perjalanan jauh, panas, dihadapkan dengan bermacam-macam makanan, aq masih sanggup menahan diri, imanku kuat dalam hal itu, namun kalau sudah disuruh sholat tahajud, susah sekali untuk melawan rasa kantuk dan malas.

Yaah, setiap orang berbeda, setiap orang mempunyai kemampuan dan kapasitas yang berbeda. Tidak ada yang salah, bila kita mau terus mengembangkan diri jadi lebih baik. Yang jelas, siapapun dia, bagaimanapun dia, kita tidak bisa begitu saja menghakiminya. Ambillah yang baik-baik saja. Lupakan yang buruknya. Selalu berpikirlah positif, berusaha untuk memahami orang lain, dan berusaha untuk memperbaiki diri sendiri jadi lebih baik.

Salam perbaikan…!!! ^-^

Selasa, 8 Mei 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s