Sampahku, sampahmu, sampah Indonesia

Seperti biasa, minggu pagi adalah jatahku ke AA. Aq naik 63, duduk di bangku tengah kiri sebelah pinggir. Di depanku duduk seorang ibu, anak (sekitar 5 tahun), dan neneknya. Si anak dipangku neneknya sambil minum aqua gelas. Tiba di lampu merah STM (pas lampu lagi merah, arah ke Blok-M), tiba-tiba si anak menyerahkan aqua gelas yang masih setengah berisi itu pada mamanya, tapi apa jawaban mamanya?
“Buang aja di luar nak”, sambil menunjuk ke luar jendela.
“Nanti kena orang ma”
“Engga”, sambil memegang tangan kanan anaknya yang menggenggam aqua dan menjulurkannya ke luar jendela.
Tapi si anak tetap memegangnya.
“Udah buang, ngga papa”, desak mamanya.
Akhirnya setelah diyakinkan mamanya, si anak pun melepaskan genggamannya pada aqua itu.

Astaghfirullohaladzim. Aq cuma bisa beristighfar dalam hati. Bagaimana tidak? Anak sekecil itu sudah diajarkan untuk membuang sampah di jalan, sudah dilatih untuk membuang sampah sembarangan, padahal naluri kebaikan dalam diri anak itu menentangnya.

Aq jadi teringat cerita dosenku dulu. Dia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Suatu hari, di tengah perjalanan saat bepergian sekeluarga dengan mobil, dosenku membuka jendela dan membuang bungkus permen (kalau ngga salah) ke luar, tiba-tiba anaknya langsung protes,
“Indonesia bukan tempat sampah ma”,
tersentak dosenku saat itu, waktu itu dia hanya berpikir, daripada kotor di mobil, jadi spontan langsung buang di luar. Akhirnya karena tahu perbuatannya salah, dia tidak mencari-cari alasan untuk jadi pembelaan dan berkata kepada anaknya,
“oh iya de, mama lupa, maaf ya”.
Bahkan kata dosenku, mereka sempat mau putar balik untuk memungut sampah yang tadi di buang.

Hmm… Indonesia memang bukan tempat sampah. Aq juga jadi teringat pada temanku yang suka membuang sampah ke luar bis, dari yang kecil seperti bungkus permen, sampai yang besar seperti botol aqua. Bayangkan, botol aqua, dan sama sekali tidak merasa bersalah melemparnya keluar seenak jidat. Aq cuma bisa teriak dalam hati, hatiku ngenes melihat hal seperti itu di depan mata tanpa bisa berbuat apa-apa. Pernah sekali aq protes, tapi orangnya malah jadi senewen, dan beralasan, yang lain juga pada begitu.

Duh Gusti, bagaimana Indonesia ini bisa bersih dari sampah kalau semua penduduknya berpikir seperti itu? Sekecil apapun sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, bukankah berpotensi jadi penyebab banjir? Berarti selama ini, bencana banjir di beberapa tempat di Indonesia, ternyata kita ikut jadi partisipan penyebabnya, sadarkah kita?

Sepele memang, tapi tak bisa kubayangkan bagaimana tanggung jawabnya nanti di akhirat. Bagaimana hal sekecil membuang bungkus permen sembarangan ternyata bisa berdampak buruk bagi orang lain. Kecil, tidak langsung terlihat akibatnya, dan justru karena hal kecil itulah kita jadi sering menyepelekannya.

Padahal, seandainya setiap orang, masing-masing mau sadar diri dan menjaga kebersihan sekitarnya, aq yakin, Indonesia tanpa sampah berserakan bukanlah sebuah impian kosong. Yah, dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil, dan dari saat ini. Aq sekeluargapun berusaha membiasakan diri untuk tidak membuang sampah dengan enteng dimana saja (kecuali kepepet, hehehe…), bahkan seringkali jika tidak menemukan tempat sampah, sampah itu aq simpan dulu di tas, dan baru dibuang ketika sampai di rumah. Tapi terkadang, aq lupa, dan sampah terutama bungkus permen dan tissue terendap selama beberapa hari. Hahaha… Terkesan jorok memang, tapi daripada jadi salah satu kontributor banjir, itu terdengar jauh lebih baik, at least, timbunan sampah di tas itu hanya merugikan diri sendiri, dan bukan orang lain. Dan lagipula, sebenarnya, yang membuang sampah sembarangan itulah yang jorok.

Marilah kawan, kita biasakan diri kita dan keluarga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama terhadap anak-anak usia dini, ajarkan dan beri didikan yang baik, karena sebenarnya naluri kebaikan anak-anak itu masih tinggi dan murni, sebelum kemudian tercemari oleh doktrin dan panutan tidak baik dari orang dewasa.

Marilaaah, buanglah sampah pada tempatnya. Lakukanlah “Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal terkecil, dan Mulai dari sekarang”.

Semangat Indonesia bersih…!!! (^,^)9

-Minggu, 6 Mei 2012-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s