(ulasan-evaluasi) Cerita Berantai

Cerita berantai perdana kemarin bisa terbilang sukses. Setidaknya untukku demikian. Target 7 blogger yang ikut serta telah tercapai seketika. Tenggang waktu satu minggu yang ditargetkan pun percuma, karena semua kontributor beraksi cepat, ngga pake lama. Bahkan di hari pertama, 3 part terselesaikan sudah. Terima kasih kepada Meta dan Kak Ra yang langsung mengeksekusi samberannya. :)

Sebenarnya salah satu tujuan dari diadakannya (semacam) kontes ini adalah untuk mengembangkan kemampuan menulis fiksi. Aku berharap ada komentator-komentator yang sudi menunjukkan kekurangan dan perbaikan dari tulisan yang dibuat. Tapi sepertinya gagal, rata-rata komentarnya positif. Wajar sih, mungkin pembaca juga merasa bukan ahlinya sastra. Tapi ngga ada salahnya lho membagi ilmu yang sedikit atau dengan hanya menanggapi dari sudut pandang reader (apakah alurnya enak dibaca/kurang), itu sudah cukup membantu. Dengan perbaikan yang sedikit demi sedikit, maka siapa tau para kontributor menjadi pandai menulis.

Sempat aku coba untuk jadi komentatornya, tapi kebanyakan yang kukoreksi hanya hal-hal yang bersifat teknis. Itu pun aku merasa ngga enak, ntar pada mikir “ah, kebanyakan aturan” trus pada minggat dech. :(

——————-

Kalau dari isi cerita, walau absurd tapi lumayan masih nyambung antara satu dengan yang lain. Lucunya saat aku membaca part 2 Meta yang dapet samberan dariku. Jauuuhhh sekali dari cerita yang kuharapkan. Inginku, dalam cerita itu nantinya akan dijelaskan kenapa Andrian urung pergi saat melihat potongan gulali. Maunya sih dia punya kenangan tersendiri dan akan sedikit flashback. Tapi imajinasiku dirusak dengan kata-kata “Balikin gulalinyaaa”. Haha.. Bagiku itu sangat kocak. Karena dalam bayanganku, kalaupun tidak ada flashback, setidaknya ngga ada adegan Dara marah-marah. Paling tidak dia akan bertanya, “Aku dimana? Kamu siapa?” Toh dia juga ngga tau kalau ternyata lelaki yang ada di hadapannya itu adalah lelaki yang menabraknya. But it’s OK. Great. Seru. Sangat.

Kemudian berlanjut ke part 3, Kak Ra menambahkan tokoh Nadia, dimana ia-nya adalah kekasih Andrian. Padahal tadinya mau aku, Andrian itu single lhoo dan dia masih kuliah. :P

Part 4 diteruskan oleh Mba Ayana, masih lurus-lurus aja ceritanya, disinilah diceritakan perkenalan awal mereka. Mirha meneruskan part 5 dengan menceritakan dari sisi kehidupan Andrian. Sampai sini cerita masih mengalir sesuai alur. Baru di part 6 milik Mba Masya yang sedikit keluar jalur, karena di akhir part 5 itu, ceritanya Andrian ingin memberi kejutan pada Dara, kayaknya sih Andrian mau bikin sebuah buku yang dipersembahkan untuk Dara, tapi tidak terealisasikan di part 6. Disini yang diceritakan adalah bayangan Dara yang semakin mengusik Andrian, padahal satu bulan lagi dia bertunangan. Tapi tak apa, namanya juga for fun. ;)

Part terakhir yang juga merupakan bagian tersulit disajikan Harry dengan kacau. Hehe..maaf ya Ry ;). Entah apakah karena tema blognya atau memang cara dia menulis yang membuat format tulisannya acak-acakan. Sedikit masukan ya Ry, untuk percakapan, sebaiknya setiap orang yang berbicara itu dikasih “enter”, jangan disambung terus. J

Kalau soal isi ceritanya, mungkin dia ini juga bingung, akan dibawa kemana endingnya. Tapi tentang ending, sebenarnya OK-OK aja sih mau bagaimana. Cuma aku penasaran, maksudnya Dara dengan berdoa “Damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu” dan mengatakan sudah punya seseorang yang spesial itu apa ya?? Bukannya dia juga naksir sama Andrian? Ah, cuma Harry yang tau. :mrgreen:. Harry, kita masih harus banyak belajar dan rajin berlatih. J

Overall, aku merasa happy dengan permainan ini. Bagian yang paling aku suka adalah sensasi saat membaca ceritaku yang dilanjutkan oleh orang lain. Rasanya kocak, menggelikan. :mrgreen:.

Sayangnya cerita lanjutannya banyak yang belum di-link-an ke post terkait, jadi agak susah kalau mau ditelusur dari awal.. L

***

Itu review dariku. Nah, sekarang aku ingin bertanya pada para kontributor maupun reader, kira-kira apa nih kesan dan pesan saat membuat/membacanya?? Ada kritik dan saran? Silahkan diungkap blak-blak-an. Tenang aja, aku ngga bakal tersinggung, paling mengkeret terus ngambek ngga mau nulis lagi. :lol:

Ngga deng, menulis itu kebutuhan tersendiri untuk aku yang tak pandai berbicara. ;)

Jadi, aku harap ada yang rela hati memberikan komentar dan masukan terkait cerita berantai ini.

***

Lalu lalu, kalau aku lanjutkan cerita berantainya di season 2 ada yang masih mau ikutan nggaaa? Soalnya udah ada Mba Ne dan Mba Rinibee nih yang mencalonkan diri.

75 thoughts on “(ulasan-evaluasi) Cerita Berantai

  1. cerita berantai.. jadi inget waktu tes wawancara seleksi frontliner dulu :) , mengasyikkan . kadang cerita berbelok dari yang kita harapkan.
    kuis yang penuh arti filosofi :)

  2. Sepakat komennya buat hari :D

    Sedikit buat mba meta, pendapat pribadi aja ya. Agak kaget juga pas dapetin tokoh utamanya jadi galak. Padahal image dipart pertamanya utie kan kayaknya sosok kakak yang baik dan sabar :D

    untuk khayalan utie sosok mereka berdua yang pada masih kuliah ga kepikiran sama mira, soalnya udah ga ngampus. Hehe…

  3. baru aja tadi nyariin tentang lanjutan cerita berantainya. eh Utie bikin ulasan CeRan (maksa.com singkatannya) 1 ini.

    Soal menulis cerita berantai oleh beberapa orang itu memang unik. setiap orang punya ide berbeda tentang satu topik. pas saya menulis yang Kopi, Persahabatan dan Cinta dengan teman saya saja juga mengalaminya (padahal berdua saja). Ra pasti akan jauh lebih pengalaman nih. Apalagi ini berantai 7 orang. hehehe.

    Mungkin coba digambarkan garis besar ceritanya (bukan membatasi kreatifitasnya ya…). Tapi ide besar cerita tentang apa saja..

    Yang saya lihat adalah ceritanya jadi semacam mondar mandir karena setiap orang memiliki ciri khas dan juga cara bercerita yang berbeda.

  4. waktu aku nulis itu, aku sebenarnya mau selipin pesan bahwa perasaan dan idaman semua orang itu tidak selamanya harus berakhir bahagia. makanya ku buatlah cerita yang gak lurus2,, hihihi

  5. oww… di sini to awal mula cerita berantai itu…
    kapan hari saya cuma kebagian yang part terakhir mbak, yg di tulis di blog mas harry itu,,,
    trus sama mas harry di suruh cari part awalnya,,, wah tapi waktu itu nyerah soalnya gk nemu :D

    • Hehe.. Iya, aku baca komentnya, udah aku sautin juga and kasih link kesini. Tapi kayaknya ngga kamu liat lagi ya.. :) okeh, sekarang bisa dinikmati toh cerita komplitnya. Eh tapi kayaknya part 1 nya lupa belum di link, bisa dicari di daftar isi nenk. ^^

    • Haha.. Ia kak, sebenernya aku juga pusing kalau baca cerita panjang-panjang di layar. Makanya lebih suka baca flash fiction, yang lebih singkat. ^-^

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s